11 April 2018

Lebih Bagus Mana Makan Buah Langsung atau Dijus

Lebih Bagus Mana Makan Buah Langsung atau Dijus

Halodoc, Jakarta – Konsumsi buah langsung atau dijus, ya? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak kamu saat hendak memakan buah. Jus memang sering menjadi alternatif buat kamu yang kurang suka makan buah. Tapi sebenarnya nih, kamu kehilangan sebagian manfaat buah saat mengonsumsinya dengan cara dijus.

Sebuah penelitian gabungan ilmuwan dari Inggris dan Singapura dari Harvard School of Public Health mengatakan memakan buah dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sedangkan meminum jus justru dapat meningkatkan risiko penyakit gula.

Diyakini proses pembuatan jus justru menghancurkan senyawa kimia yang bermanfaat seperti antioksidan dan juga menghilangkan sebagian serat yang sangat bermanfaat untuk pencernaan. Belum lagi jus yang berasal dari pabrikasi dan diproduksi massal, seringnya mengandung lebih sedikit manfaat ketimbang buah asli.

Ada beberapa senyawa yang dihilangkan seperti oksigen supaya jus pabrikasi tetap awet. Bisa saja kandungan kalorinya tetap sama dengan buah secara fisik, tetapi kandungan serat yang berkurang juga mengurangi efek kenyang dari minum jus.

Berikut adalah beberapa hal yang kamu lewatkan ketika memilih jus ketimbang mengonsumsi buah langsung, yaitu:

  1. Kulit Buah

Ternyata kulit buah yang seringnya dikupas saat akan dijus memiliki manfaat untuk kesehatan. Beberapa buah yang memiliki khasiat utama pada kulitnya adalah apel, aprikot, anggur, pir, stroberi, plum dan kismis. Menurut penelitian kulit banyak menyerap sinar matahari sehingga membentuk karotenoid dan flavonoid yang merupakan sumber nutrisi. Kebiasaan mengupas kulit sebelum menjus membuatmu kehilangan manfaat nutrisi kulit buah yang sesungguhnya.

  1. Serat Asli Buah

Konsumsi buah langsung atau dijus? Memang kalau ditimbang dari manfaat dan nutrisi maksimalnya lebih baik untuk mengonsumsinya langsung. Contohnya saja jeruk, ketika kamu menjus jeruk, kamu akan kehilangan pulpa dari buah jeruh yang mengandung serat paling banyak. Bahkan proses menjus merusak serat asli buah sehingga tidak maksimal lagi diserap oleh tubuh.

  1. Mengandung Pemanis Buatan

Seringnya jus buah hasil pabrik mengandung pemanis buatan yang justru tidak baik untuk kesehatan. Makanya sebelum membeli jus pabrikasi perhatikan dengan detail kandungannya serta proses pembuatannya supaya kamu tidak hanya membeli kalori dan gula saja. Pemanis buatan memiliki beberapa risiko kesehatan yang sering dianggap sepele seperti peningkatan berat badan, diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit kardiovaskular. (Baca juga: Bahaya Mengintai di Balik Susu Formula Kedaluwarsa)

  1. Mix Buah dengan Sayur

Bukan berarti kamu tidak bisa mengonsumsi jus, ya. Jus juga baik secara kesehatan walaupun tidak semaksimal memakan buahnya langsung. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar, ada baiknya kamu menyiasati dengan mencampur buah dan sayur kemudian menjusnya berbarengan. Lebih baik lagi kalau kamu tidak membuang ampasnya supaya tidak kehilangan manfaat serat dari jus yang kamu bikin.

  1. Proses yang Membuatnya Lebih Bermanfaat

Sebenarnya menurut para ahli proses ketika kamu memakan buah secara langsung, seperti menggigit, mengunyah dan menelan buah tersebut membuat nutrisi dari buah tersebut lebih terserap sempurna. Juga, pergerakan gigi dan mulut membuat kamu memiliki usaha lebih untuk memakannya sehingga efek kenyang lebih bertahan lama. Ini berbeda dengan menenggak langsung jus tanpa melalui tahapan proses yang pada akhirnya memberikan efek kenyang sementara.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai konsumsi buah yang tepat untuk kebutuhanmu serta diet sehat sesuai berat badan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.