Mabuk Durian? Begini 6 Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mabuk Durian? Begini 6 Tips Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Rasanya memang enak, tetapi bila terlalu banyak mengonsumsi durian bisa menyebabkan mabuk durian. Beberapa tanda mabuk durian adalah ketidaknyamanan perut, buang gas terus-menerus, diare, muntah, atau bahkan reaksi alergi pada beberapa orang. 

Walaupun digolongkan dalam buah-buahan, mengonsumsi durian berlebihan juga tidak baik dan memberikan efek samping. Lantas, bagaimana cara mengatasi mabuk durian? Berikut ini tips mengatasinya. 

Baca juga: Mengonsumsi Durian ketika Hamil, Amankah?

Mengatasi Mabuk Durian

Ada beberapa kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan untuk mengonsumsi durian. Ini termasuk ibu hamil dan menyusui. Diyakini kandungan gas pada durian dapat memengaruhi kehamilan dan juga produksi air susu. 

Selain itu, kondisi diabetes juga disinyalir dapat memperburuk kesehatan pengidap diabetes. Disarankan orang yang mengidap diabetes mengonsumsi buah yang cenderung aman, seperti pisang atau mangga. 

Dalam keadaan kesehatan normal, seseorang bisa mengalami mabuk durian. Bagaimana cara mengatasinya?

  1. Cara tradisional memercayai mengonsumsi air yang dituangkan di cekungan kulit dalam durian dapat meredakan gejala mabuk dan mengurangi sensasi mual.

  2. Mengonsumsi buah manggis juga dipercaya dapat mengurangi gejala mabuk durian yang sangat tidak mengenakkan. 

  3. Mengonsumsi air putih hangat yang ditambahkan sesendok garam juga dapat membantu mengurangi  sensasi mabuk durian. 

  4. Mengonsumsi susu juga bisa jadi salah satu pilihan untuk menetralkan kandungan gas pada durian.

  5. Air kelapa dikenal karena konsentrasi elektrolit, vitamin, dan mineralnya, sehingga sangat baik untuk keadaan dehidrasi termasuk juga keracunan. Air kelapa memiliki kandungan kalium yang melimpah, demikian juga potasium. 

Dua kandungan ini dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Plus kalium dan natrium pada air kelapa dapat membantu menyeimbangkan tekanan darah. 

  1. Mengonsumsi parasetamol juga dapat mengurangi mabuk durian, apalagi kalau mabuknya diiringi sakit kepala. Kalau mabuk durianmu belum juga sembuh meski sudah mencoba beragam cara, langsung saja tanyakan ke Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Alasan Buah Durian Tidak Dianjurkan untuk Menu Diet

Ternyata Durian Bermanfaat untuk Kulit

Ya memang tidak selalu buruk, kalau berlebihan baru bisa memberikan efek negatif. Lagian, segala sesuatu yang berlebihan dikonsumsi—vitamin sekalipun, juga akan kehilangan manfaatnya. Nah, terkait dengan durian, di balik bahaya mabuk durian, ada beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dari buah berduri ini.

Tentu saja, bila kamu mengonsumsinya dengan benar. Ternyata, terdapat 11,6 miligram vitamin C pada dua biji durian ukuran sedang. Vitamin C memiliki sifat antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga mengurangi pigmentasi dan kerutan.

Faktor-faktor lingkungan, seperti paparan asap rokok dan sinar ultraviolet dari matahari menyebabkan kerusakan radikal bebas pada kulit. Mengonsumsi durian dapat membantu kamu memerangi radikal bebas.

Tidak hanya bermanfaat buat kulit, buah durian juga dapat meningkatkan libido seks. Buat kamu yang merasa kurang bergairah dalam hal seks, mengonsumsi durian dapat membantu kamu “bersemangat” ketika melakukan seks. Ini dikarenakan, kombinasi vitamin dan mineral yang bagus untuk kesehatan dan stamina secara keseluruhan.

Besi dan tembaga adalah mineral terdapat pada durian. Dan kedua kandungan ini ternyata sangat mendukung pertumbuhan dan menjaga tulang tetap kuat. Mengonsumsi durian bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga asupan zat besi dan kalsium. 

Referensi:
Asiaone. Diakses pada 2019. Surprising Benefits of Eating Durian.
Emedicine Health. Diakses pada 2019. Durian.
WebMD. Diakses pada 2019. Durian.
New Scientist. Diakses pada 2019. Durian and booze: worse than a stinking hangover.