Ad Placeholder Image

Makan Biawak: Bikin Sehat atau Malah Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Makan Biawak: Benarkah Bikin Sehat atau Malah Berbahaya?

Makan Biawak: Bikin Sehat atau Malah Bahaya?Makan Biawak: Bikin Sehat atau Malah Bahaya?

Memahami Praktik Makan Biawak: Manfaat dan Risikonya

Praktik makan biawak merupakan bagian dari tradisi kuliner di beberapa daerah di Indonesia. Daging biawak diyakini memiliki beragam khasiat kesehatan. Anggapan ini mencakup kemampuannya untuk mengatasi masalah kulit hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Meskipun demikian, konsumsi biawak juga membawa potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai kepercayaan seputar manfaat, risiko, serta pandangan agama terkait praktik makan biawak.

Apa itu Makan Biawak?

Makan biawak merujuk pada konsumsi daging atau bagian tubuh biawak (umumnya dari jenis biawak air atau Varanus salvator) sebagai bahan pangan. Praktik ini umumnya ditemukan di daerah-daerah tertentu yang memiliki tradisi memanfaatkan hewan liar sebagai sumber makanan.

Olahan biawak bisa beragam, mulai dari disate, digoreng, hingga direbus. Kepercayaan akan khasiatnya seringkali menjadi motivasi utama di balik konsumsi hewan ini.

Manfaat Makan Biawak Menurut Kepercayaan Masyarakat

Daging biawak dipercaya memiliki sejumlah khasiat medis di masyarakat. Beberapa klaim yang sering disebutkan meliputi:

  • Potensi untuk Kesehatan Kulit

Dipercaya bahwa daging biawak dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit seperti gatal-gatal, kurap, panu, dan kondisi kulit lainnya. Kepercayaan ini sering dikaitkan dengan kandungan antioksidan dan asam amino tertentu yang dianggap baik untuk regenerasi kulit.

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Daging biawak dianggap memiliki kandungan asam amino yang tinggi. Tingginya kadar asam amino ini dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi dan penyakit.

  • Sumber Protein Hewani

Sama seperti daging hewan lainnya, daging biawak mengandung protein. Protein merupakan makronutrien esensial yang diperlukan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, memproduksi enzim, serta hormon.

Risiko Kesehatan dari Konsumsi Biawak

Di samping kepercayaan akan manfaatnya, konsumsi daging biawak juga membawa potensi risiko kesehatan yang signifikan. Risiko ini terutama muncul jika proses penanganan dan pemasakan tidak dilakukan dengan benar.

Biawak adalah hewan liar yang berpotensi membawa bakteri patogen dan parasit berbahaya. Bakteri seperti Salmonella sering ditemukan pada reptil, termasuk biawak. Konsumsi daging biawak yang terkontaminasi atau tidak matang sempurna dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan yang serius.

Selain bakteri, biawak juga bisa menjadi inang bagi berbagai jenis parasit. Parasit-parasit ini dapat berpindah ke manusia melalui konsumsi daging. Ini menimbulkan risiko penyakit zoonosis yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Pandangan Hukum Islam tentang Makan Biawak

Dalam hukum Islam, status kehalalan makan biawak menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun, mayoritas ulama mengharamkan konsumsi biawak.

Pengharaman ini didasarkan pada beberapa alasan. Biawak seringkali dianggap sebagai binatang buas dan menjijikkan (khaba’its) yang dilarang dalam Islam. Selain itu, potensi bahaya kesehatan dari konsumsi daging biawak yang belum teruji secara ilmiah turut menjadi pertimbangan penting dalam fatwa tersebut.

Kesimpulan dan Rekomendasi Kesehatan

Makan biawak adalah praktik yang didasari oleh kepercayaan akan khasiat tertentu, terutama untuk kesehatan kulit dan kekebalan tubuh. Namun, potensi manfaat tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan teruji.

Sebaliknya, konsumsi daging biawak memiliki risiko kesehatan yang nyata. Ini terutama terkait dengan kontaminasi bakteri dan parasit. Risiko ini memerlukan kewaspadaan lebih. Di samping itu, mayoritas ulama dalam Islam mengharamkan konsumsi hewan ini.

Untuk masalah kesehatan kulit, peningkatan kekebalan tubuh, atau kebutuhan protein, terdapat banyak pilihan makanan dan pengobatan yang lebih aman, teruji secara klinis, serta sesuai dengan pedoman kesehatan yang berlaku. Jika mengalami masalah kesehatan, segera konsultasikan dengan dokter profesional melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.