14 May 2018

Makanan Jatuh Belum 5 Menit, Berbahayakah?

Makanan Jatuh Belum 5 Menit, Berbahayakah?

Halodoc, Jakarta – Ungkapan "belum 5 menit" sering sekali diucapkan ketika makanan yang akan disantap tidak sengaja jatuh ke lantai. Karena merasa sayang dengan makanan yang terbuang begitu saja, banyak orang Indonesia biasanya akan langsung buru-buru mengambil makanan kembali, membersihkannya sebentar, lalu lanjut memakannya. Mereka berpikir, asal belum 5 menit, makanan yang sudah jatuh ke lantai masih aman untuk dikonsumsi. Tapi apakah benar demikian?

Ternyata bukan hanya orang Indonesia saja yang memiliki kebiasaan memungut makanan yang sudah jatuh. Orang-orang di luar negeri juga suka melakukan hal yang sama. Bedanya, mereka menggunakan prinsip “three-seconds rule” atau “five seconds rule” yang aturan waktunya lebih cepat dari hitungan 5 menit. Namun, ternyata kebiasaan yang sering dianggap sepele tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan, lho.

Jillian Clarke, seorang siswa magang di University of Illionis, melakukan penelitian terhadap bakteri E. coli, penyebab sakit perut dan muntaber, pada dua jenis ubin yaitu ubin kasar dan halus. Hasilnya, bakteri E.coli bisa berpindah dari lantai ke makanan dalam waktu  lima detik, bahkan bisa lebih cepat lagi pada jenis permukaan ubin yang halus. Penelitian tersebut pun dilakukan pada lantai laboratorium yang bersih dan steril. Bila makanan jatuh pada lantai yang basah atau karpet yang lembab, maka lebih besar lagi kemungkinan berbagai pathogen seperti salmonella, listeria dan E. coli yang dapat mencemarkan makanan.

Faktor yang Perlu Diperhatikan pada Makanan yang Sudah Jatuh

Sebenarnya saat makanan sudah jatuh, ada beberapa faktor yang perlu jadi pertimbangkan. Apakah makanan tersebut masih layak dikonsumsi? Ahli kuman dan bakteri, Profesor Anthony Hilton, dari Aston University mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitiannya, jenis permukaan lantai, jenis makanan yang jatuh ke lantai dan berapa lama makanan berada di lantai bisa berpengaruh pada jumlah kuman yang berpindah ke makanan.

  • Jenis Permukaan Lantai

Menurut sebuah studi lainnya dari Aston University seperti yang dikutip dari CNN, lantai berupa ubin yang halus diketahui merupakan jenis permukaan yang sangat kondusif untuk terjadinya perpindahan bakteri ke makanan. Selain itu, sebuah studi tahun 2007 milik Paul Dawson, seorang profesor teknologi makanan di Clemson University  juga menunjukkan bahwa lebih baik memungut makanan yang sudah jatuh di lantai berkarpet yang sebelumnya sudah ditanami koloni salmonella, karena hanya akan terjadi kurang dari 1 persen kontaminasi bakteri daripada memungut makanan yang jatuh di permukaan ubin atau lantai kayu yang berpotensi memindahkan 70 persen kontaminasi bakteri pada makanan. Kondisi lantai yang basah juga sangat berbahaya, karena bakteri dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di media yang lembap.  

  • Jenis Makanan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Manchester Metropolitan University mengungkapkan kalau jumlah bakteri dari lantai yang pindah ke makanan yang sudah jatuh juga tergantung dari jenis makanan itu sendiri. Jenis makanan basah seperti daging, nasi, dan keju tidak disarankan dikonsumsi lagi bila sudah jatuh, karena lebih cepat terkontaminasi bakteri.

  • Lama Makanan Berada di Lantai

Bakteri dapat mengontaminasi makanan yang jatuh di bawah 5 detik. Pada permukaan yang halus, jumlah bakteri dalam makanan dapat bertambah hingga 10 kali lipat setelah 3-30 detik teronggok di lantai. Semakin lama makanan berada di lantai, semakin banyak juga bakteri yang ada di makanan tersebut.

Sebenarnya bakteri ada di mana-mana. Tidak usah menunggu terjatuh pun, makanan bisa terkontaminasi bakteri dari debu yang beterbangan di ruangan. Bagi orang dewasa yang sudah memiliki sistem imun yang baik, memungut makanan yang belum 5 menit terjatuh mungkin masih tidak masalah. Namun, prinsip ini sebaiknya jangan diterapkan pada anak-anak kecil, orang yang sudah lanjut usia dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.  Jika makanan jatuh di permukaan lantai yang sangat kotor, sebaiknya jangan dipungut. (Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Saat Diare).

Kalau sakit dan butuh saran dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.