27 February 2018

Makanan Manis atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Camilan Si Kecil?

Makanan Manis atau Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Camilan Si Kecil?

Halodoc, Jakarta -  Ngemil bukan cuma jadi kebiasaan orang dewasa yang masih digemari. Bahkan anak-anak pun sangat suka ngemil sehingga mereka sudah punya snack favorit. Mulai dari makanan ringan yang gurih hingga yang manis dan dingin seperti es krim. Selain sebagai makanan pendamping, camilan juga menjadi “reward” buat Si Kecil saat ia berhasil melakukan sesuatu. Misalnya, menang lomba mewarnai, sudah berhasil potty training, dan masih banyak lagi. Nah, kira-kira dari camilan manis dan dingin, mana ya yang lebih baik untuk Si Kecil, ya?

Makanan Manis Juga Oke, Asalkan...

Camilan manis pertama untuk Si Kecil sebaiknya dipilih dari makanan dengan rasa manis alami, seperti buah-buahan. Kalau pun manis berasal dari gula tambahan seperti yang terkandung dalam permen atau camilan lainnya, perhatikan jumlahnya, ya. Gula tambahan sendiri ada macam-macamnya. Seperti gula merah, sirup jagung, fruktosa, sukrosa, madu, dan masih banyak lagi. Berdasarkan rekomendasi WHO, asupan gula tambahan sebaiknya enggak melebihi 10 prsen dari total energi yang dikonsumsi anak. Hal ini agar Si Kecil terhindar dari kelebihan energi dalam tubuh.

Perhatikan Makanan Beku

Makanan beku atau frozen food memang terlihat lebih praktis. Namun, apakah keawetannya dan kandungannya gizinya tetap terjaga? Nah, ternyata sayur dan buah yang dibekukan punya kandungan gizi yang hampir sama dengan makanan segar. Kok bisa? Pasalnya, sayur dan buah dalam bentuk frozen food ataupun bentuk makanan segar, punya proses yang sama, yaitu pemetikan, panen, pencucian, hingga dikemas.

Sayangnya, saat proses pencucian bisa saja zat gizinya berkurang sedikit, tapi enggak perlu khawatir, sebab tidak menurunkan nilai gizi secara keseluruhan kok. Namun, tekstur dan rasa sayur atau buah yang telah dibekukan akan berbeda dengan yang masih segar.

Yang perlu diingat, makanan kemasan yang dibekukan seperti yang dijual di pasar swalayan, mengandung berbagai zat aditif. Misalnya, zat pengawet, penguat rasa, dan natrium. Zat-zat seperti itulah yang bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan. Oleh sebab itu, kalau kamu ingin memberikan camilan untuk anak berupa frozen food, ada baiknya membuat hidangan tersebut seorang diri.

Kalau memang Si Kecil menyukai makanan beku, alternatifnya kamu bisa kok menyajikan camilan dingin, seperti smoothie. Kandungan seratnya bisa membantu menyeimbangkan jumlah gula darah dan kalori dalam tubuh. Alhasil, bisa menyediakan energi selama beberapa waktu yang cukup lama, lho.

Timbang-Menimbang Camilan Si Kecil

Camilan untuk anak enggak harus membosankan. Ibu bisa kok mencari tahu cara membuat camilan sehat dan lezat untuk Si Kecil, seperti dikutip dari Mayo Clinic berikut ini:

1.Bebaskan Pilihan

Camilan yang itu-itu saja akan membuat Si Kecil cepat bosan. Makanya, ibu perlu menyediakan varian lainnya. Misalnya, sediakan pilihan sayur siap makan dalam lemari es, atau letakkan buah segar dalam mangkuk di atas meja. Selain itu, ibu juga bisa menyediakan makanan rendah gula, sereal gandum atau buah kering dalam lemari yang mudah dijangkau anak-anak.

  1. Pilihan Gandum

Makanan mengandung gandum contohnya pretzel, tortilla, atau sereal gandum. Apa alasannya memilih camilan ini? Nah, ternyata selain kaya serat, camilan gandum seperti di atas memberikan energi dengan kekuatan yang lebih lama.

  1. Mempermanis Sajian

Camilan untuk anak enggak harus hambar, terlebih lagi pasti Si Kecil kurang menyukai camilan seperti itu. Nah, solusinya kamu bisa menawarkan puding tanpa lemak, buah-buahan atau yogurt beku, atau smoothie dengan susu krim dan buah segar atau beku.

  1. Mix and Match

Kamu bisa menyajikan wortel dan sayuran mentah lainnya dengan saus bebas lemak. Celupkan biskuit atau bahan segar dalam yogurt bebas lemak. Lalu, bisa juga oleskan selai kacang pada apel, atau pisang. Dengan begitu, kamu bisa membuat variasi sajian camilan sehat.

  1. Memperluas Menu

Kamu juga boleh menawarkan makanan yang tidak biasa dikonsumsi Si Kecil. Misalnya seperti nanas, paprika merah atau kuning, kacang kedelai panjang, atau mangga.

  1. Jangan Tertipu Label Kemasan

Ingat, makanan yang dijual dengan label rendah atau bebas lemak sebenarnya mungkin saja masih mengandung tinggi kalori dan natrium. Sama halnya dengan makanan yang disebut sebagai bebas kolesterol, masih bisa tinggi lemak dan gula. Oleh sebab itu periksalah label nutrisi untuk mengetahui isi nutrisi dari makanan kemasan yang akan akan diberikan.

 

Untuk menjaga kesehatan Si Kecil, ibu bisa memberikan vitamin & suplemen tambahan. Beli di Halodoc dan dapatkan diskon up to 50 persen di Official Store Halodoc Hemat. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.