Mengenal Manfaat Tes Darah Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal Manfaat Tes Darah Sesuai Jenisnya

Halodoc, Jakarta – Tes darah adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah di bagian tubuh tertentu, seperti lengan menggunakan jarum. Sampel darah yang diambil dimasukkan ke dalam botol kecil khusus dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan digunakan untuk mendeteksi penyakit, mengetahui fungsi organ, mendeteksi zat berbahaya, dan pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Cek Darah

Kenapa Tes Darah Dilakukan?

Darah yang mengalir ke seluruh tubuh bertindak sebagai media pembawa nutrisi dan oksigen penting. Darah membawa limba kembali ke sistem eksresi untuk dibuang. Namun, kelancaran aliran darah menjadi terganggu jika terdapat gangguan medis, sehingga tes darah perlu dilakukan.

Alasan lain tes darah perlu dilakukan untuk memantau aktivitas dan tingkat keparahan kondisi tertentu. Tes darah juga berfungsi untuk mengecek golongan darah sebelum menerima transfusi darah, mengetahui riwayat konsumsi obat-obatan terlarang, dan menentukan pengobatan yang tepat bagi pengidap penyakit tertentu.

Baca Juga: Harus Tahu, Jenis dan Fungsi Cek Darah

Beragam Jenis dan Fungsi Tes Darah

Terdapat beberapa jenis tes darah beserta fungsinya yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Tes darah lengkap. Tes ini tidak bisa memberikan diagnosis yang definitif terhadap kondisi tubuh. Namun, tes ini bisa memberikan petunjuk mengenai adanya risiko penyakit. Melalui tes darah lengkap, seseorang mengetahui kadar hemoglobin, jumlah sel darah putih, hematokrit, dan keping darah (trombosit).

  • Uji protein C-reaktif, yaitu protein yang diproduksi oleh hati. Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya peradangan, ditandai dengan tingginya kadar protein C-reaktif di dalam tubuh.

  • Tingkat sedimentasi eritrosit (laju endap darah). Tes ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan peradangan di dalam tubuh. Baik yang disebabkan oleh infeksi, tumor, atau penyakit autoimun. Cara kerjanya dengan melihat kecepatan sel darah merah yang mengendap ke dasar tabung pengujian. Semakin cepat sel darah merah mengendap, semakin tinggi tingkat peradangan. Kondisi yang bisa didiagnosis melalui tes ini adalah endokarditis, radang sendi, polymyalgia rheumatica, radang pembuluh darah (vaskulitis), dan penyakit Crohn.

  • Tes elektrolit. Elektrolit adalah mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan kandungan air sehat di dalam tubuh, menunjang listrik saraf, membantu memindahkan nutrisi ke dalam sel-sel tubuh (beserta limbah yang diproduksi), serta menstabilkan kadar alkali dan asam di dalam tubuh. Perubahan kadar elektrolit di dalam tubuh disebabkan banyak faktor, antara lain diabetes, dehidrasi, gagal ginjal, penyakit hati, gangguan jantung, atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

  • Tes koagulasi, untuk melihat adanya masalah pembekuan darah. Misalnya, pada pengidap penyakit von Willebrand dan hemofilia.

  • Tes fungsi tiroid. Tes ini dilakukan jika dokter mencurigai adanya tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif.

  • Tes enzym-linked immunosorbent assay (ELISA), untuk melihat antibodi dalam tubuh. Tes ELISA banyak dilakukan untuk diagnosis HIV, toksoplasma, dan alergi.

  • Analisa gas darah, dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keasaman (pH) darah dan kadar gas dalam darah (seperti oksigen dan karbondioksida). Gangguan fungsi paru dan ginjal bisa dideteksi melalui pemeriksaan ini.

  • Tes darah untuk menilai risiko penyakit jantung. Bertujuan untuk mengetahui risiko penyakit jantung koroner, melalui pemeriksaan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL), kolesterol buruk (low density lipoprotein/LDL), dan lemak dalam darah (trigliserida). Kamu dianjurkan untuk puasa selama 9-12 jam sebelum tes dilakukan.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

Itulah manfaat tes darah yang perlu diketahui. Kalau kamu berencana melakukan tes darah, jangan ragu untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu  di sini. Kamu juga bisa bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, caranya tinggal download di smartphone, ya!