• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Marah Dikritik, Benarkah Jadi Tanda Kepribadian Narsistik?

Marah Dikritik, Benarkah Jadi Tanda Kepribadian Narsistik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Saat menerima kritik, ada beragam reaksi yang mungkin ditunjukkan oleh seseorang. Namun, jika reaksi yang ditunjukkan terlalu berlebihan, bahkan hingga menunjukkan amarah, bisa jadi itu adalah tanda gangguan kepribadian narsistik. Apa itu? 

Orang yang mengidap gangguan ini biasanya menunjukkan kepribadian yang terlalu percaya diri dan sering melebih-lebihkan kemampuannya sendiri. Namun, saat menerima kritik atau pendapat orang lain, orang dengan gangguan ini cenderung menjadi marah dan tidak mau mendengarkan. Lantas, benarkah marah saat menerima kritik bisa menjadi tanda pengidap narsistik? Jawabannya bisa jadi.  

Baca juga: Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik

Narsistik masuk dalam jenis gangguan mental yang bisa terjadi pada siapa saja. Sebenarnya, merasa sedikit narsis dan ingin membanggakan diri sendiri adalah hal yang manusiawi. Namun, jika hal ini terjadi dalam tingkat ekstrem dan berlebihan, bisa jadi hal itu merupakan tanda dari gangguan kepribadian narsistik. Dalam jangka panjang, gangguan ini disebut bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini bisa muncul. Namun, kepribadian narsistik diduga berkaitan dengan kemampuan pengidapnya dalam mengelola pikiran dan stres. Secara umum, orang yang mengidap gangguan ini akan merasa bahwa dirinya berada jauh lebih baik dibanding orang lain. 

Hal itu kemudian menyebabkan orang tersebut menjadi susah untuk mendengar kritik atau masukan dari orang lain, bahkan menjadi marah saat kritik yang didengar tidak sesuai dengan harapan. 

Selain itu, gangguan ini juga menyebabkan pengidapnya memiliki empati yang sangat rendah terhadap sesama. Kabar buruknya, rasa percaya diri yang berlebihan pada pengidap gangguan ini cenderung berlebihan dan tidak sehat. 

Baca juga: Narsisistik Lebih Dari Sekadar Suka Selfie, Ketahui Faktanya

Selain marah saat dikritik, gangguan kepribadian narsistik juga ditandai dengan gejala lain, seperti berperilaku arogan dan merasa butuh dikagumi secara terus-menerus, iri terhadap pencapaian orang lain, percaya bahwa dirinya yang terbaik, ingin selalu dikenal, merasa hebat padahal bisa jadi tidak memiliki pencapaian yang mendukung, melebih-lebihkan kemampuan sendiri, serta berharap dilayani oleh orang lain. 

Gangguan mental ini juga menyebabkan pengidapnya sibuk dengan kepercayaan semu tentang kehebatan diri sendiri, serta berfantasi tentang kesuksesan, ketenaran, kekuasaan, kecantikan, kecerdasan, atau pasangan yang sempurna. Orang dengan gangguan ini juga cenderung berusaha mengambil keuntungan dari orang lain untuk mendapat kemauannya.

Secara mental, kepribadian narsistik bisa menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk bersosialisasi. Sebab, kebiasaan-kebiasaan yang dimilikinya bisa membuat orang tersebut dijauhi dan tidak diterima oleh lingkungan sekitar. Jika narsistik sudah ekstrem atau berlebihan, dianjurkan untuk menjalani psikoterapi atau terapi dengan ahli.  

Baca juga: 12 Ciri Pengidap Gangguan Kepribadian Narsistik

Sesi terapi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan ini adalah dengan pertukaran pikiran dan perasaan dengan seorang terapis. Hal ini bertujuan untuk memahami penyebab emosi, alasan ingin berkompetisi, sulit memercayai orang lain, dan kebiasaan memandang rendah orang lain. Terapi juga diharapkan bisa membantu pengidap gangguan ini mempelajari bagaimana seharusnya berhubungan dengan orang lain. 

Jika masih ragu dan butuh saran atau informasi seputar gangguan kepribadian narsistik, kamu bisa menanyakan pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menghubungi psikolog atau psikiater melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dan gejala apa saja yang muncul dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic personality disorder.
Web MD. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.