10 October 2018

Masih Muda, Bisa Juga Kena Stroke

stroke

Halodoc, Jakarta – Meskipun kamu masih berusia muda, jangan sepelekan penyakit-penyakit yang biasanya dialami orang yang berusia lanjut. Misalnya penyakit stroke, ternyata dapat menyerang seseorang yang masih berusia muda. Pada 2010, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Stroke, menemukan antara 1988 hingga 2004, serangan otak tiga kali lipat terjadi pada perempuan berusia 35 hingga 54 tahun.

Bahkan pada pertengahan tahun 1990 hingga awal 2000, penelitian yang dipublikasikan dalam Neurology menunjukkan adanya peningkatan stroke sekitar 54 persen terhadap orang dewasa yang berusia 20 hingga 45 tahun. Kamu mungkin berpikir bahwa stroke tidak akan menyerang seseorang yang berusia muda. Mitos tersebut kini terbantahkan.

Perlu diketahui bahwa jumlah orang yang terkena stroke pada usia muda justru meningkat. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa pada 1999 dan 2005 di Cincinnati, terjadi penurunan stroke pada orang yang berusia 71 hingga 69 tahun. Namun, ada peningkatan 13 hingga 19 persen pada orang yang berusia 20 hingga 54 tahun. Meskipun hal ini dibantah oleh Andrew Russman, seorang ahli saraf dan spesialis perawatan stroke di Cleveland Clinic.

Andrew mengatakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan stroke pada usia muda, tetapi buktinya kurang. Insiden stroke mengalami penurunan secara keseluruhan, mungkin ini disebabkan adanya edukasi untuk lebih mengenali stroke pada usia muda.

Penyebab Stroke Terjadi pada Usia Muda

Menurut S. Auzim Azizi, MD, pimpinan jurusan Neurology dan dosen Neurology Temple University Medical School di Philadelphia, “Dibandingkan Stroke pada usia lanjut, stroke di usia muda adalah penyakit yang berbeda.” Infeksi, trauma gangguan jantung, dehidrasi, dan sickle cell disease bisa menjadi penyebab paling umum stroke pada usia muda.

Turunnya asupan atau supply darah ke otak mengakibatkan terjadinya stroke. Stroke isemik biasanya menjadi penyebab yang sering terjadi, yaitu karena adanya pembekuan darah di dalam jantung atau pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah pembedahan pembuluh darah di leher, yaitu pembekukan yang diakibatkan oleh robekan kecil pada pembuluh darah besar dan darah dikirim ke otak.

Migrain, pil KB, kehamilan dan merokok juga diidentifikasi sebagai penyebab stroke usia muda. Menurut peneliti asal Prancis, perubahan hormon yang terjadi pada usia muda, terutama hormon yang membuat seseorang tinggi, dapat meningkatkan risiko dua hingga lima kali.

The Collaborative Group for the Study of Stroke in Young Women mengemukakan bahwa pil KB dapat meningkatkan risiko jika diminum oleh perempuan yang memiliki darah tinggi atau migrain, apalagi jika perempuan tersebut perokok berat. Ini disebabkan karena pil kontrasepsi mengubah agregasi platelet, sehingga meningkatkan aktivitas antithrombin III, serta mengakibatkan pembekuan pada tingkat tertentu. Kehamilan juga mampu meningkatkan sekitar 13 kali risiko terjadinya stroke iskemik pada perempuan.

Kardiogenik juga bisa menjadi pemicu, yang termasuk dalam kardiogenik adalah sakit jantung, kelainan katup jantung, dan patent foramen ovale (ini merupakan lubang pada jantung di sisi kanan dan kiri). Bahkan, obesitas dan kecanduan alkohol dapat menyebabkan masalah pada jantung sehingga membuat kamu terkena stroke. Narkoba tipe amfetamin, termasuk kokain, meth, dan marijuana adalah hal yang perlu dihindari.

Mengenal Gejala Stroke

Berikut gejala stroke pada orang dengan usia muda. Jika kamu memiliki gejala berikut, sebaiknya segera mendapatkan perawatan medis:

  1. Nyeri kepala berat.
  2. Perubahan penglihatan.
  3. Lemas.
  4. Kebingungan.
  5. Kesulitan berbicara.
  6. Kesulitan dalam memahami
  7. Tingkah laku yang tidak biasa.
  8. Penurunan kewaspadaan.
  9. Kesulitan berjalan.
  10. Buruknya keseimbangan.

Stroke di usia muda dapat mengubah hidup. Pelajari lebih lanjut mengenai bagaimana mendapatkan pertolongan dan dukungan. Rehabilitasi pasca stroke bisa membantu mencapai hasil terbaik yang dapat mengarah pada kehidupan bahagia, sehat, dan produktif.

Stroke di usia muda dapat dicegah dengan cara olahraga secara teratur, diet sehat, memantau tekanan darah, dan menghentikan gaya hidup tidak sehat (merokok, narkoba, dan alkohol). Jika gejala stroke berlanjut, sebaiknya segera diskusikan kondisimu dengan dokter di Halodoc. Diskusi dengan dokter akan lebih mudah dan praktis dilakukan melalui aplikasi Halodoc, karena komunikasi bisa dilakukan via Chat atau Voice/ Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: