• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masih Usia 20an, Benarkah Bisa Terkena Asam Urat?

Masih Usia 20an, Benarkah Bisa Terkena Asam Urat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Asam urat merupakan bentuk radang sendi yang umum dan kompleks yang dapat menyerang siapa saja. Ini ditandai dengan serangan rasa sakit yang timbul tiba-tiba dan parah, pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada sendi. Kondisi ini juga sering kali terjadi pada sendi pangkal ibu jari. 

Asam urat dapat terjadi pada siapa saja, di umur berapa saja. Gangguan ini dapat membuat seseorang terbangun di tengah malam dengan sensasi jempol kaki terasa terbakar. Sendi yang terasa panas, bengkak dan begitu lunak, serta tidak tertahankan tasa sakitnya. Gejala-gejala asam urat mungkin datang dan pergi, tetapi ada cara untuk mengelola dan mencegahnya. 

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Penanganan Asam Urat di Rumah

Asam Urat Bisa Menyerang Seseorang yang Lebih Muda

Penyakit asam urat sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Memang pada awalnya begitu. Namun, seiring berjalannya waktu, peluang seseorang mengalami asam urat semakin dini. Kondisi ini dapat memengaruhi segala usia, bahkan di usia 20-an. Beberapa orang muda dewasa yang didiagnosis asam urat membuat mereka merasa lebih tua dan malu karena merasa ia memiliki masalah kesehatan yang sama dengan orang tua. 

Alasan orang yang lebih muda lebih mungkin mengalami asam urat di dalam tubuh dipicu oleh beberapa faktor berikut:

  • Diet. Seseorang yang menjalani diet terlalu ketat atau diet yang salah berpotensi mengalami asam urat di usia muda. Mengonsumsi makanan yang kaya akan daging dan makanan laut dan minum-minuman yang dimaniskan dengan gula buah (fruktosa) dapat meningkatkan kadar asam urat, yang meningkatkan risiko asam urat. Konsumsi alkohol, terutama bir, juga meningkatkan risiko asam urat. 

  • Obesitas. Jika kamu mengalami kelebihan berat badan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat dan ginjal menjadi lebih sulit mengendalikan asam urat. 

  • Kondisi medis. Penyakit dan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko asam urat. Kondisi tersebut termasuk tekanan darah tinggi yang tidak diobati dan kondisi kronis seperti diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit jantung dan ginjal. 

  • Obat-obatan tertentu. Penggunaan diuretik thiazide, biasanya digunakan untuk mengobati hipertensi dan aspirin dosis rendah juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Begitu juga penggunaan obat antibiotik yang diresepkan untuk orang yang telah menjalani transplantasi organ.

  • Riwayat keluarga. Jika anggota keluarga kamu ada yang mengalami asam urat, kamu lebih mungkin mengalami penyakit ini. 

  • Pasca operasi atau trauma. Mengalami operasi atau trauma yang terjadi baru-baru ini dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan serangan asam urat. 

Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah Penyebab Utama Asam Urat 

Asam urat terjadi saat kristal urat menumpuk di sendi, menyebabkan peradangan dan nyeri hebat akibat asam urat. Kristal urat dapat terbentuk ketika kamu memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Tubuh akan menghasilkan asam urat ketika memecah purin, zat yang ditemukan secara alami di tubuh. 

Purin juga ditemukan dalam makanan tertentu, seperti steak, daging organ dan makanan laut. Makanan lain juga meningkatkan kadar asam urat, seperti minuman beralkohol, terutama bir, dan minuman yang dimaniskan dengan buah (fruktosa).

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke dalam urine. Namun, terkadang tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal mengeluarkan sedikit asam urat. Ketika ini terjadi, asam urat dapat menumpuk, membentuk kristal urat yang tajam, seperti jarum di dalam sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan. 

Mencegah Asam Urat Datang Lebih Awal

Sebagai orang yang masih muda tentu kamu tidak ingin mengalami penyakit asam urat ini. Untuk itu, sebaiknya lakukan pencegahan berikut:

Baca juga: Cegah Asam Urat Kambuh, Konsumsi 4 Makanan Ini

  • Minum banyak cairan. Tetap terhidrasi dengan baik, termasuk banyak air. Batasi berapa banyak minuman manis yang kamu minum, terutama yang dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi. 

  • Batasi atau hindari alkohol. Bicarakan dengan dokter tentang apakah jumlah atau jenis alkohol apapun aman untuk kamu. 

  • Dapatkan protein dari produk susu rendah lemak. Produk susu rendah lemak sebenarnya memiliki efek perlindungan terhadap asam urat.

  • Batasi asupan daging, ikan, dan unggas. Porsi kecil mungkin dapat ditoleransi, tetapi perhatikan baik-baik apa saja jenis dan berapa banyaknya. 

  • Pertahankan berat badan. Pilih porsi yang memungkinkan kamu mempertahankan berat badan yang sehat. Kehilangan berat badan dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Namun, hindari puasa atau penurunan berat badan yang drastis, karena itu hanya akan meningkatkan kadar asam urat. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gout Symptom and Causes.