14 October 2018

Masuk Angin dan Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Masuk Angin dan Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta – Banyak orang yang menganggap remeh bila sedang mengalami masuk angin. Istilah masuk angin biasanya digunakan bila seseorang mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, serta berkeringat dingin yang disertai sendawa. Untuk menghilangkan masuk angin, biasanya orang-orang lebih memilih mengonsumsi obat-obatan yang memiliki khasiat mengurangi pegal-pegal atau melakukan kerokan.

Memang cara-cara tersebut bisa membantu meredakan masuk angin. Hanya saja, masuk angin perlu juga diwaspadai sebagai tanda awal serangan jantung. Bagaimana cara membedakan masuk angin dan serangan jantung? Ini Jawabannya.

Masuk Angin

Masuk angin sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan” akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi akibat terlalu lama di ruangan berpendingin udara, terlalu banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, serta hujan-hujanan. Meski banyak yang menganggap masuk angin sebagai penyakit sungguhan, sebenarnya, belum ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut.

Masuk angin umumnya ditandai dengan munculnya pusing, mual, muntah, dan badan terasa pegal-pegal. Kondisi tersebut wajar terjadi, namun perlu diwaspadai jika disertai dengan sesak napas, nyeri dada, hingga jantung berdebar-debar. Sebab bisa jadi, tanda-tanda tersebut menunjukkan kondisi medis yang serius, seperti serangan jantung. Segeralah berbicara dengan dokter, terlebih jika kamu memiliki riwayat diabetes, kolesterol yang tinggi, memiliki kebiasaan merokok, dan jarang berolahraga, serta memiliki riwayat keluarga serangan jantung.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi saat pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Dalam dunia medis, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard. Ini adalah kondisi medis darurat yang disebabkan oleh penumpukkan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya, serta penggumpalan darah.

Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluhkan keadaan yang mirip dengan masuk angin, seperti pusing, mual atau muntah, berkeringat dingin, hingga jantung berdebar-debar. Gejala lain yang menyertainya, yakni nyeri dada spesifik yang mengarah ke serangan jantung disertai gejala rasa tidak nyaman di dada, terasa terbakar di dada (burning), terasa terikat kuat di dada (tightness), terasa seperti tertekan (pressure), atau terasa berat (heaviness). Lokasi nyeri dada biasanya dirasakan di bagian tengah atau kiri bisa ke rahang, lengan, bahu dan ulu hati.

Muntah yang terjadi juga bisa disebabkan oleh sakit dada, yakni mengalami nyeri yang hebat sampai tidak bisa menjalankan aktivitas akibat nyeri dan disertai mual dan muntah yang bisa membasahi baju. Nyeri dada ini biasanya berlangsung beberapa menit, yakni kurang dari beberapa menit dan jarang lebih dari 5 – 10 menit. Tapi, ada juga beberapa kasus di mana nyeri dada spesifik terjadi lebih dari 10 menit. Selain itu, tidak mengalami perubahan meski menarik nafas atau saat terjadi pergerakan dinding dada.

Itulah cara membedakan masuk angin dan serangan jantung yang perlu kamu ketahui. Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam terkait cara membedakan masuk angin dan serangan jantung, kamu bisa tanyakan pada dokter yang ada di aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/ Video Call. Untuk menggunakan aplikasi Halodoc, kamu perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play. Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga.

Baca juga: