• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masuk Angin, Angin Duduk, dan Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Masuk Angin, Angin Duduk, dan Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, apa bedanya gejala dari ketiga keluhan kesehatan pada judul di atas? Hmm, sebenarnya “sebelas-duabelas”, alias hampir mirip. Ketiga-tiganya bisa menyebabkan nyeri ulu hati atau dada yang menjalar ke leher hingga punggung, keringat dingin, pusing, gangguan pencernaan seperti mual atau sakit perut, hingga lemas.

Lantas, apa sih perbedaan dari ketiga masalah medis di atas?

Tidak Mengenal Masuk Angin

Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala serangan jantung, gegera mirip dengan masuk angin. Faktanya, masuk angin sebenarnya bukan sebuah penyakit.

Baca juga: 5 Cara Ampuh untuk Atasi Masuk Angin

Di belahan bumi Barat sana tidak mengenal istilah masuk angin di dalam dunia medis. Namun di negara kita, masuk angin sering digunakan untuk menggambarkan masalah kurang enak badan, buang angin, sendawa, perut kembung, dan pegal-pegal, dll. Ringkas kata, keluhan ini mirip dengan keluhan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Banyak yang mengira penyebabnya karena terlalu banyak angin masuk ke dalam tubuh, terutama saat musim hujan. Padahal, GERD disebabkan akibat melemahnya otot bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES). Ketika LES melemah, asam lambung dan isi lambung bisa naik ke kerongkongan.

Faktor pendorong GERD beragam, mulai dari obesitas, usia lanjut, kehamilan, gastroparesis atau skleroderma. Beberapa gejala umumnya seperti mual dan muntah, maag, sesak napas, hingga sering bersendawa.

Angin Duduk Bisa Berbahaya

Meski sama-sama menyandang kata “angin”, angin duduk jauh lebih serius ketimbang masuk angin. Sayangnya, sebagian orang beranggapan angin duduk serupa dengan masuk angin. Parahnya lagi, banyak pula yang menyepelekan kondisi kesehatan ini.

Di dalam dunia medis, angin duduk disebut angina atau angina pektoris. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada dada, akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Pasokan darah yang kurang ini disebabkan oleh penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Hal yang perlu ditegaskan, angin duduk atau angina ini bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba.

Gejala angina pektoris umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada dada. Pengidap angina bisa mengalami nyeri dada sampai menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Di samping itu, ada juga gejala lainnya, seperti:

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

  • Sesak napas;

  • Gelisah;

  • Mudah lelah;

  • Merasa nyeri seperti gejala GERD;

  • Pusing dan mual;

  • Keringat berlebih.

Nah, andaikan mengalami gejala-gejala di atas, segera temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Selanjutnya, bagaimana dengan serangan jantung?

Bisa Berujung Gagal Jantung

Penyakit jantung koroner merupakan biang keladi serangan jantung. Namun, mau tahu lagi faktor pemicu lainnya? Sebut saja kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, jarang berolahraga, hipertensi, diabetes, obesitas, hingga stres. Singkat kata, faktor-faktor tersebut mengakibatkan terganggunya pasokan darah ke otot jantung, sehingga memicu serangan jantung.

Menurut jurnal Harvard Health Publishing, setiap arteri koroner memasok darah ke bagian tertentu di jantung. Adanya penyumbatan darah bisa merusak bagian tersebut. Penyumbatan ini nantinya dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah. Nah, kondisi inilah yang berpotensi mematikan. 

Ingat, serangan jantung adalah kondisi gawat darurat medis yang harus segera ditangani. Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluhkan keadaan yang mirip dengan masuk angin atau angin duduk.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?

Contohnya pusing, mual atau muntah, berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, dada terasa terbakar, tertekan atau, atau terasa berat. Selain itu, bisa juga muncul rasa nyeri pada dada dan menyebar ke daerah leher, rahang, hingga punggung.

Jangan sekali-kali menyepelekan serangan jantung kalau tidak mau berujung pada maut. Alasannya, komplikasi dari serangan jantung dapat memicu gagal jantung. Kondisi ini membuat jantung tidak efektif memompa darah ke seluruh tubuh. Segera bawa ke rumah sakit terdekat apabila kamu mengalami gejala yang menunjukkan serangan jantung.

Masuk angin, angin duduk, dan serangan jantung tidaklah serupa. Meski memiliki gejala yang hampir sama, ketiga penyakit ini merupakan kondisi medis yang berbeda, baik dari penyebab dan faktor pemicunya.

Jika kamu memiliki keluhan seputar jantung atau keluhan lainnya, tanya langsung saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada November 2019. Health A-Z. Heart Attack.
Healthline. Diakses pada November 2019. Stable Angina.
Mayo Clinic. Diakses pada November 2019. Diseases and Conditions. Heart Attack.
Mayo Clinic. Diakses pada November 2019. Diseases & Conditions. Angina.
Mayo Clinic. Diakses pada November 2019. Disease and Conditions. Gastroesophageal Reflux Disease
Harvard Health Publishing. Diakses pada November 2019. Hearth Attaack.