11 July 2018

Masuk Puber, Orangtua Perlu Tahu 5 Tanda Depresi pada Remaja

anak usia remaja, tanda depresi pada remaja, mengatasi depresi pada remaja,puber,depresi pada remaja

Halodoc, Jakarta – Depresi bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja, nyatanya saat memasuki usia pubertas, anak remaja pun rentan mengalami depresi. Remaja yang mengalami depresi biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor lingkungan, faktor keluarga, bahkan pergolakan dalam dirinya sendiri bisa menyebabkan seorang remaja mengalami depresi atau tekanan. Ya, biasanya masa remaja adalah masa ketika banyak sekali pergolakan batin atau masa-masa sulit dalam menentukan suatu pilihan bagi dirinya sendiri.

Baca juga: Pengaruh Sosial Media pada Remaja

Bukan berarti setiap anak mengurung diri di kamar atau menghadapi mood yang berubah artinya anak mengalami depresi. Mood yang sering berubah atau mudah tersinggung sebenarnya merupakan hal yang sering terjadi pada usia remaja. Namun, sebaiknya ibu mengetahui tanda-tanda yang menjadi ciri seorang anak remaja mengalami depresi agar segera diatasi.

  • Kehilangan Minat pada Hal-hal yang Menjadi Kesenangannya

Jika biasanya anak suka bermain bola atau bermain musik, tapi tiba-tiba anak terlihat murung dan mulai bosan dengan apa yang menjadi kesenangannya dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya ibu mencari tahu penyebab anak kehilangan minat pada hal yang menjadi kesenangannya. Sebab, bisa jadi ini merupakan tanda awal dari depresi.

  • Anak Terlihat Lebih Sering Murung

Ibu jangan lupa untuk tetap memperhatikan tingkah laku dan mood anak yang memasuki usia remaja. Mengalami perubahan suasana hati dalam jangka waktu yang cukup jarang mungkin merupakan hal yang wajar dialami oleh seorang remaja. Namun, jika anak remaja terus menerus terlihat murung dan meluapkan emosinya dengan berlebihan, ibu bisa bertanya pada anak apa yang menjadi masalah. Karena, ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa anak remaja mengalami depresi.

  • Menarik Diri dari Orang Lain, Bahkan Keluarga

Selain terlihat murung, perhatikan anak apakah dia masih sering bersosialisasi seperti biasa atau ada perubahan dalam lingkungan. Biasanya, anak yang mengalami gejala depresi akan menarik diri dari orang lain, bahkan dari keluarganya sendiri. Biasanya, depresi yang dirasakan anak remaja juga akan mengubah segala aktivitas yang biasanya dilakukan. Selain menarik diri, biasanya remaja yang mengalami depresi akan malas melakukan aktivitas yang melibatkan orang banyak seperti sekolah dan malas berteman.

  • Tidak Nyaman dengan Dirinya Sendiri

Saat ibu memiliki anak remaja yang merasa bahwa dirinya tidak berharga dan tidak memiliki harapan, sebaiknya dampingi anak agar mendapatkan kembali rasa percaya diri dalam dirinya. Biasanya, anak yang mengalami depresi tidak akan memiliki rasa kepercayaan diri dalam dirinya. Anak akan membicarakan dirinya dengan nada yang sinis dan komentar yang cukup kritis terhadap diri mereka sendiri.

  • Terlibat dalam Kegiatan atau Perilaku yang Beresiko Tinggi

Wajar jika seorang remaja memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap hal-hal tertentu. Namun, jika ibu sudah mengingatkan dan anak melakukan kegiatan dengan risiko yang cukup tinggi untuk masa depannya, sebaiknya dekati anak dan ajak berbicara agar dia merasa diperhatikan dan diperlukan dalam lingkungannya.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Depresi pada Remaja Perempuan

Banyak hal yang harus ibu perhatikan mengenai tumbuh kembang anak, khususnya anak remaja. Jika ibu mendapatkan tanda-tanda di atas pada anak remaja ibu, ibu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan jawaban. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!