Ad Placeholder Image

Mata Berkunang-kunang Saat Hamil: Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Mata Berkunang Kunang Saat Hamil: Wajar atau Bahaya?

Mata Berkunang-kunang Saat Hamil: Normal atau Bahaya?Mata Berkunang-kunang Saat Hamil: Normal atau Bahaya?

Mata berkunang-kunang saat hamil merupakan keluhan yang umum terjadi dan seringkali disebabkan oleh perubahan fisiologis tubuh. Fenomena ini muncul akibat adaptasi tubuh terhadap kehamilan, seperti fluktuasi tekanan darah, anemia ringan, dehidrasi, atau gula darah rendah. Meskipun seringkali tidak berbahaya, penting untuk memahami penyebab dan cara penanganannya agar kehamilan tetap berjalan lancar. Dalam beberapa kasus, mata berkunang-kunang juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, sehingga deteksi dini dan konsultasi medis sangat diperlukan.

Apa Itu Mata Berkunang-kunang Saat Hamil?

Mata berkunang-kunang saat hamil adalah sensasi melihat kilatan cahaya atau bintik-bintik bergerak di area pandangan. Kondisi ini seringkali disertai dengan pusing, lemas, atau sensasi melayang. Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan signifikan, termasuk peningkatan volume darah dan perubahan hormon yang memengaruhi sistem peredaran darah serta metabolisme. Adaptasi inilah yang sering menjadi pemicu mata berkunang-kunang.

Penyebab Umum Mata Berkunang-kunang Saat Hamil

Keluhan mata berkunang-kunang pada ibu hamil umumnya bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang mendasari kondisi ini, sebagian besar berkaitan dengan penyesuaian tubuh terhadap kehamilan. Memahami penyebabnya dapat membantu penanganan yang tepat.

  • Perubahan Tekanan Darah: Fluktuasi tekanan darah, baik rendah (hipotensi) maupun tinggi (hipertensi), dapat menyebabkan mata berkunang-kunang. Hipotensi lebih sering terjadi di awal kehamilan karena pembuluh darah melebar untuk mengakomodasi peningkatan volume darah.
  • Anemia (Kurang Zat Besi): Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup, padahal hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak dan mata. Ini sangat umum terjadi pada ibu hamil karena kebutuhan zat besi meningkat.
  • Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan dapat menurunkan volume darah, yang kemudian memengaruhi aliran darah ke otak dan mata, memicu sensasi berkunang-kunang.
  • Hipoglikemia (Gula Darah Rendah): Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan energi, termasuk sel otak dan retina mata. Ini sering terjadi jika ibu hamil terlambat makan atau melewatkan waktu makan.
  • Hormon Kehamilan dan Peningkatan Volume Darah: Perubahan hormon dan peningkatan volume darah secara keseluruhan dapat memengaruhi regulasi peredaran darah, terkadang menyebabkan tekanan darah menjadi tidak stabil.

Cara Mengatasi Mata Berkunang-kunang Saat Hamil

Saat mengalami mata berkunang-kunang, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala. Tindakan-tindakan ini berfokus pada pemulihan aliran darah dan kadar energi tubuh.

  • Duduk atau Berbaring Sejenak: Segera cari tempat untuk duduk atau berbaring. Mengangkat kaki sedikit lebih tinggi dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak.
  • Minum Air Cukup: Pastikan asupan cairan terpenuhi. Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi.
  • Makan Bergizi: Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi kecil namun sering. Prioritaskan makanan kaya zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, atau suplemen zat besi sesuai anjuran dokter.
  • Bangun Perlahan: Hindari perubahan posisi yang mendadak, terutama saat bangun dari duduk atau berbaring. Gerakan perlahan memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan tekanan darah.

Kapan Harus ke Dokter: Pentingnya Deteksi Dini

Meskipun seringkali ringan, mata berkunang-kunang saat hamil tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai gejala tertentu. Segera periksa ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Sakit Kepala Hebat: Nyeri kepala yang parah dan tidak mereda.
  • Gangguan Penglihatan Parah: Penglihatan menjadi kabur, berbayang, atau terdapat bintik-bintik yang tidak hilang.
  • Bengkak pada Wajah, Tangan, atau Kaki: Pembengkakan yang signifikan dan mendadak.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda preeklampsia, suatu kondisi serius pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ. Preeklampsia memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi berbahaya bagi ibu dan bayi.

Pencegahan Mata Berkunang-kunang Selama Kehamilan

Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko mata berkunang-kunang saat hamil. Beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh ibu hamil.

  • Pola Makan Teratur dan Bergizi: Jangan melewatkan waktu makan. Konsumsi makanan kaya zat besi, protein, dan vitamin secara rutin.
  • Hidrasi Optimal: Minum minimal 8-10 gelas air putih setiap hari.
  • Istirahat Cukup: Pastikan waktu tidur yang cukup dan hindari aktivitas berlebihan.
  • Hindari Berdiri Terlalu Lama: Jika harus berdiri, sering-seringlah menggerakkan kaki atau beristirahat.
  • Periksa Kehamilan Rutin: Pemeriksaan rutin memungkinkan deteksi dini terhadap anemia, tekanan darah tidak normal, atau masalah gula darah, sehingga dapat segera ditangani.

Mata berkunang-kunang saat hamil adalah keluhan umum yang seringkali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana. Namun, kesadaran terhadap gejala yang lebih serius sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Jika mengalami mata berkunang-kunang yang sering, parah, atau disertai gejala berbahaya seperti sakit kepala hebat atau pembengkakan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan medis yang akurat dan tepat waktu.