Ad Placeholder Image

Mata Pusing Kenapa? Kenali 7 Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Maret 2026

Mata Pusing Kenapa? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya

Mata Pusing Kenapa? Kenali 7 Penyebab dan SolusinyaMata Pusing Kenapa? Kenali 7 Penyebab dan Solusinya

Apa Penyebab Mata Pusing? Ketahui Fakta Medisnya

Mata pusing merupakan keluhan umum yang sering membuat aktivitas terganggu. Kondisi ini bisa terasa seperti penglihatan kabur, sensasi berputar, atau ketidakseimbangan yang berasal dari area mata atau terkait erat dengan fungsi visual. Berbagai faktor dapat memicu mata pusing, mulai dari kebiasaan sehari-hari yang sepele hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus. Memahami penyebabnya penting untuk menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Penyebab Umum Mata Pusing

Mata pusing seringkali berkaitan dengan gaya hidup atau faktor lingkungan yang membebani kerja mata. Berikut adalah beberapa penyebab yang sering ditemui:

  • Mata Lelah (Astenopia): Kondisi ini terjadi akibat penggunaan mata secara berlebihan, seperti menatap layar gadget atau komputer terlalu lama, atau membaca tanpa istirahat. Otot-otot mata menjadi tegang, memicu rasa nyeri atau pusing di sekitar mata dan dahi.
  • Dehidrasi: Kekurangan asupan cairan dapat mengurangi volume darah di dalam tubuh, termasuk pasokan darah dan oksigen ke otak. Hal ini bisa menyebabkan sensasi pusing dan mata terasa berat.
  • Kurang Tidur dan Stres: Kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur atau tingkat stres yang tinggi dapat memicu ketegangan otot. Ketegangan ini tidak hanya terjadi pada area tubuh lain, tetapi juga di sekitar mata dan dahi, yang berujung pada pusing.
  • Kacamata Tidak Cocok: Penggunaan kacamata dengan ukuran minus, plus, atau silinder yang tidak sesuai dengan kebutuhan penglihatan akan memaksa mata bekerja ekstra keras. Usaha adaptasi ini dapat menimbulkan mata lelah dan pusing.
  • Paparan Layar Berlebihan: Sinar biru yang dipancarkan oleh layar digital dapat menyebabkan mata kering, perih, dan memicu ketegangan mata. Paparan yang terus-menerus tanpa jeda dapat berujung pada keluhan pusing.

Penyebab Lain yang Mungkin Terjadi

Selain faktor umum, mata pusing juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan lebih lanjut:

  • Migrain: Jenis sakit kepala parah ini terkadang disertai dengan gejala lain seperti pusing hebat, pandangan buram, mual, atau sensitivitas mata terhadap cahaya terang.
  • Sinusitis: Peradangan pada rongga sinus dapat menimbulkan tekanan dan nyeri di area wajah, termasuk dahi hingga sekitar mata. Tekanan ini seringkali memicu rasa pusing.
  • Gula Darah Rendah (Hipoglikemia): Kondisi ini bisa terjadi saat tubuh kekurangan asupan makanan, misalnya saat terlambat makan atau berpuasa. Gejalanya bisa berupa mata kunang-kunang, pusing, lemas, dan keringat dingin.
  • Perubahan Posisi Mendadak: Pusing bisa muncul saat seseorang berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring, dikenal sebagai hipotensi ortostatik. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang tiba-tiba menurun.
  • Faktor Pemicu Lain: Beberapa individu mungkin mengalami pusing yang dipicu oleh aroma kuat seperti parfum, perubahan cuaca ekstrem, atau konsumsi makanan tertentu yang menjadi alergen.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Penting untuk mengenali kapan mata pusing membutuhkan evaluasi medis profesional. Segera periksakan diri ke dokter jika mata pusing:

  • Terjadi secara sering atau terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti mual, muntah, pandangan sangat kabur, pandangan ganda.
  • Menyebabkan hilang kesadaran atau kesulitan berjalan.
  • Muncul setelah cedera kepala.

Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mengidentifikasi masalah refraksi seperti minus, plus, atau silinder yang tidak terdeteksi, atau kondisi mata lainnya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Mata Pusing

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk meredakan dan mencegah mata pusing:

  • Istirahatkan Mata Secara Teratur: Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini membantu mengendurkan otot mata.
  • Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh: Pastikan minum air putih yang cukup sepanjang hari untuk menghindari dehidrasi.
  • Tidur Cukup dan Kelola Stres: Ciptakan rutinitas tidur yang teratur dan berkualitas. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengurangi tingkat stres.
  • Atur Pencahayaan Ruangan: Pastikan pencahayaan di area kerja atau membaca tidak terlalu redup atau terlalu terang dibandingkan cahaya dari layar gadget. Hindari silau langsung ke mata.
  • Periksa Mata Rutin: Jika keluhan mata pusing sering terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Pemeriksaan ini dapat mengevaluasi kondisi refraksi mata dan mendeteksi potensi masalah mata lainnya.
  • Hindari Pemicu: Kenali dan sebisa mungkin hindari faktor-faktor yang diketahui memicu pusing, seperti aroma kuat atau jenis makanan tertentu.

Kesimpulan

Mata pusing adalah keluhan yang memiliki beragam penyebab, mulai dari kelelahan mata hingga kondisi medis serius. Penting untuk memahami pemicu pribadi dan mengambil langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang sesuai. Jika mata pusing terus berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kualitas hidup dapat kembali membaik. Untuk konsultasi lebih lanjut atau pemeriksaan mata, dapat segera membuat janji dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc.