Ad Placeholder Image

Mata Terasa Perih dan Berair: Kenali dan Atasi Segera

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Mata Terasa Perih dan Berair? Ini Solusinya!

Mata Terasa Perih dan Berair: Kenali dan Atasi SegeraMata Terasa Perih dan Berair: Kenali dan Atasi Segera

Mata terasa perih dan berair adalah keluhan mata yang sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun seringkali bukan kondisi serius, penting untuk memahami penyebabnya agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Keluhan ini umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap iritasi atau peradangan pada mata. Air mata diproduksi secara berlebihan sebagai upaya untuk membersihkan mata dari zat asing atau meredakan iritasi.

Apa Itu Mata Terasa Perih dan Berair?

Mata terasa perih adalah sensasi nyeri seperti terbakar atau tersengat pada area mata. Sementara itu, mata berair mengacu pada produksi air mata yang berlebihan, bahkan ketika tidak sedang menangis. Kombinasi kedua gejala ini seringkali menandakan adanya gangguan pada permukaan mata atau sistem produksi air mata.

Mata secara alami menghasilkan air mata untuk menjaga kelembapan dan membersihkan partikel kecil. Namun, ketika ada pemicu, produksi air mata dapat meningkat drastis sebagai mekanisme pertahanan. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau persisten, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Mata Terasa Perih dan Berair

Ada berbagai faktor yang dapat memicu mata terasa perih dan berair. Memahami penyebabnya membantu dalam menentukan langkah penanganan yang efektif.

Iritasi Akibat Lingkungan

Paparan terhadap iritan di lingkungan adalah penyebab umum mata perih dan berair. Partikel seperti debu, asap rokok, polusi udara, serta bahan kimia dari produk pembersih dapat menyebabkan mata meradang dan memicu respons ini. Paparan angin kencang atau pendingin ruangan yang berlebihan juga bisa membuat mata kering dan kemudian bereaksi dengan memproduksi air mata berlebih.

Alergi (Konjungtivitis Alergi)

Reaksi alergi adalah salah satu penyebab paling sering dari mata terasa perih dan berair. Kondisi ini dikenal sebagai konjungtivitis alergi. Pemicu umum alergi mata meliputi serbuk sari, bulu hewan peliharaan, tungau debu, dan spora jamur. Ketika mata terpapar alergen, sistem imun bereaksi dengan melepaskan histamin, yang menyebabkan mata merah, gatal, perih, dan berair.

Infeksi Mata

Infeksi pada mata, terutama konjungtivitis (mata merah) yang disebabkan oleh virus atau bakteri, sering menimbulkan gejala perih dan berair. Konjungtivitis virus umumnya disertai gejala seperti flu dan mata berair bening, sedangkan konjungtivitis bakteri dapat menyebabkan keluarnya kotoran mata berwarna kuning atau hijau dan mata lengket.

Mata Kering

Paradoksnya, mata kering dapat menyebabkan mata terasa perih dan berair. Ketika mata tidak memiliki cukup lapisan air mata yang stabil, permukaannya menjadi teriritasi. Sebagai respons terhadap iritasi ini, mata memproduksi air mata refleks secara berlebihan, yang sayangnya tidak selalu memiliki komposisi yang tepat untuk melumasi mata secara efektif.

Penggunaan Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab. Hal ini bisa terjadi jika lensa kontak tidak dibersihkan dengan benar, dipakai terlalu lama, atau tidak cocok dengan mata. Reaksi terhadap larutan lensa kontak tertentu juga bisa memicu iritasi.

Benda Asing

Masuknya benda asing ke dalam mata, seperti sehelai bulu mata, butiran pasir, atau serpihan kecil, dapat menyebabkan iritasi parah, rasa perih, dan produksi air mata yang intens sebagai upaya alami mata untuk mengeluarkan benda tersebut.

Penanganan Awal untuk Mata Perih dan Berair

Beberapa langkah penanganan awal dapat dilakukan untuk meredakan gejala mata terasa perih dan berair:

  • Kompres hangat pada mata dapat membantu meredakan iritasi dan memperlancar aliran kelenjar mata.
  • Hindari pemicu yang diketahui menyebabkan alergi atau iritasi, seperti debu, asap, dan alergen tertentu.
  • Istirahatkan mata, terutama dari penggunaan layar digital dalam waktu lama.
  • Gunakan obat tetes mata pelumas (air mata buatan) tanpa pengawet untuk mengatasi mata kering. Untuk alergi, obat tetes mata antihistamin dapat digunakan sesuai anjuran.
  • Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh atau menggosok mata untuk mencegah infeksi.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Jika gejala mata terasa perih dan berair tidak membaik setelah beberapa hari dengan penanganan awal, atau jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke dokter mata. Gejala yang memerlukan perhatian medis segera antara lain:

  • Nyeri mata yang parah.
  • Perubahan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya.
  • Mata sangat merah atau bengkak.
  • Keluarnya cairan kental atau nanah dari mata.
  • Demam atau gejala lain yang menyertai.
  • Kecurigaan adanya benda asing yang tidak bisa dikeluarkan.

Pencegahan Mata Terasa Perih dan Berair

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata terasa perih dan berair:

  • Rutin mencuci tangan, terutama sebelum menyentuh wajah atau mata.
  • Hindari menggosok mata terlalu sering atau keras.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan atau di lingkungan berdebu.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah dari debu dan alergen.
  • Batasi penggunaan lensa kontak dan patuhi petunjuk pemakaian serta perawatannya.
  • Berikan istirahat yang cukup pada mata, terutama setelah menatap layar digital dalam waktu lama.

Kesimpulan

Mata terasa perih dan berair adalah keluhan umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis tertentu. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan melakukan penanganan yang tepat. Jika gejala tidak membaik atau disertai tanda-tanda yang mengkhawatirkan, konsultasi dengan dokter mata sangat dianjurkan untuk diagnosis dan penanganan yang akurat. Dokter dapat memberikan rekomendasi obat tetes mata, pengobatan infeksi, atau tindakan lain yang sesuai.

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai keluhan mata, disarankan untuk menggunakan layanan konsultasi medis profesional. Aplikasi Halodoc dapat membantu pengguna terhubung dengan dokter mata ahli untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan terpercaya sesuai dengan kondisi yang dialami.