21 May 2018

Melatih Anak untuk Menahan Emosi Selama Berpuasa

Melatih Anak untuk Menahan Emosi Selama Berpuasa

 

Halodoc, Jakarta - Mengajarkan anak berpuasa tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatihnya untuk menahan emosi. Menahan emosi nyatanya memang bukan hal yang mudah dilakukan saat berpuasa. Bahkan, bagi orang dewasa pun menahan emosi menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, melatih anak menahan emosi saat berpuasa diperlukan kesabaran ekstra dari orangtua.

Berikut ini adalah tips melatih anak menahan emosi saat berpuasa yang bisa dilakukan oleh orangtua:

(Baca juga: Tips Agar Anak Tak Rewel saat Buka Puasa di Luar Rumah)

Berikan Contoh

Salah satu cara untuk mengajarkan anak supaya dapat bersikap baik adalah dengan mencontohkannya. Dalam pertumbuhannya, anak-anak akan meniru perbuatan orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Jika orangtua bersikap buruk terhadap suatu hal, ketika Si Kecil dihadapkan dengan hal yang serupa, dia akan cenderung bersikap sama dengan orang tuanya.

Begitu pun dengan menahan emosi, Si Kecil akan meniru orangtuanya. Oleh karena itu, usahakan orangtua dan keluarga yang ada di sekitar Si Kecil untuk memberikan contoh yang baik dalam berbagai hal, termasuk menahan emosi.

Kamu bisa memberi contoh, misalnya, ketika mengajak anak untuk berbelanja di pasar. Meskipun cuacanya panas dan melelahkan, orangtua bisa menunjukkan pada Si Kecil untuk terus semangat dan tidak terpancing emosi. Dengan begitu, Si Kecil akan belajar untuk tidak bersikap reaktif dalam keadaan sulit.

Tetap Tenang

Rasa lapar dan dahaga memang bisa membuat emosi makin mudah terpancing. Begitu pun dengan Si Kecil. Selama berpuasa, dia akan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, sehingga ketika dia menemukan suatu masalah, emosinya akan lebih mudah terpancing. Sebagai orangtua, sebaiknya kamu tidak ikut kesal ketika melihat anak marah. Jika hal itu terjadi, tetaplah tenang dan ingatkan anak baik-baik.

Jika selalu tenang, orangtua dapat membantu persoalan emosi anak ketika berpuasa. Lain halnya jika orangtua menyikapi emosi anak dengan luapan emosi juga. Alih-alih masalah terselesaikan, justru masalah baru akan muncul dan hal tersebut juga akan berdampak buruk pada tumbuh kembang emosional anak. Oleh karena itu, orangtua perlu untuk selalu tenang dan sabar ketika melatih anak menahan emosi selama berpuasa.

(Baca juga: Kiat Menyikapi Anak Yang Malas Puasa)

Tunjukkan Kasih Sayang

Ramadan adalah momen yang pas untuk menunjukkan kasih sayang. Begitu pun ketika menghadapi anak yang sedang emosional ketika menjalankan ibadah puasa. Ketika mereka mengalami perubahan suasana hati, untuk menghadapinya sebaiknya orangtua menyikapinya dengan kasih sayang.

Misalnya, ketika Si Kecil merasa kesal karena perut mulai terasa lapar di siang atau sore hari, orangtua bisa memberikannya pengertian puasa sambil memeluknya. Dengan begitu, kasih sayang yang orangtua tunjukkan akan meredam kekesalannya dan dapat membantunya untuk menahan emosi selama berpuasa.

Bersikap Tegas

Meskipun orangtua harus tenang, sabar, dan menunjukkan kasih sayang dalam melatih anak menahan emosi saat berpuasa, tetapi orangtua juga harus menunjukkan sisi tegas. Sisi tegas yang dimaksud adalah bukan mengajarkan anak dengan cara yang kasar dan keras.

Misalnya jika kamu mengetahui bahwa si kecil berbohong saat puasa, kamu tetap perlu bersikap tegas dan memberi tahu bahwa berbohong bukanlah hal yang baik, tanpa perlu memarahinya.

Ajarkan untuk Berbuat Baik pada Orang Lain

Ramadan adalah momen yang pas untuk berbuat baik. Orangtua dapat mengajak Si Kecil untuk berbagi dengan orang yang kurang beruntung. Misalkan, ajak Si Kecil untuk membagikan takjil untuk berbuka puasa di sekitar masjid atau ajak untuk membagikan makanan buka puasa bagi orang-orang yang kurang beruntung.

Pengalaman seperti ini bisa langsung mengajarkan Si Kecil tentang mengasihi sesama manusia dan untuk selalu bersyukur. Dengan selalu mengasihi dan bersyukur dapat melatih Si Kecil untuk dapat menahan emosi dengan lebih baik selama berpuasa.

Selama berpuasa, kamu harus selalu menjaga kesehatan. Sehat lebih mudah dengan Halodoc. Dengan aplikasi ini, kamu dengan mudah bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Chat,Voice Call, atau Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan suplemen di Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Pesanan kamu akan sampai dalam waktu satu jam. Bahkan, kamu juga bisa memesan lab service tanpa harus keluar rumah. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

(Baca juga: Kapan Si Kecil Boleh Puasa?)