• Home
  • /
  • Mengenal 3 Jenis Tes Corona yang Digunakan di Indonesia

Mengenal 3 Jenis Tes Corona yang Digunakan di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal 3 Jenis Tes Corona yang Digunakan di Indonesia

  Halodoc, Jakarta – Cara untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak, terdapat beberapa jenis tes yang bisa dilakukan. Hampir semua negara kini memiliki caranya masing-masing untuk melakukan tes ini dan beberapa tes banyak yang tengah dikembangkan produsen komersial.

Sebelum melakukan tes, penting untuk mengetahui bahwa tiap negara juga memiliki prioritas sendiri untuk orang-orang yang bisa melakukan tes. Sebab menurut banyak pihak, tidak semua orang perlu diuji untuk COVID-19. Seperti pada kebijakan beberapa negara, mereka yang tidak perlu melakukannya misalnya orang-orang yang tidak memiliki gejala sama sekali atau hanya menunjukkan gejala yang ringan dan bisa pulih di rumah.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Tes Diagnosis Virus Corona di Indonesia

Di Indonesia sendiri, pemerintah dalam waktu dekat akan menambah jenis tes pemeriksaan virus corona COVID-19. Pemerintah akan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), yakni jenis tes yang sebelumya biasa digunakan untuk pasien penyakit tuberkulosis (TB). Tes ini menambah pemeriksaan yang selama ini sudah digunakan, yaitu polymerase chain reaction (PCR) dan tapid test.

Juru bicara untuk penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto juga telah mengonfirmasi hal ini dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Rabu (1/4). Dalam waktu dekat ini, mesin pemeriksaan TCM segera digunakan yang mana selama ini sudah tergelar di lebih 132 rumah sakit. Kemudian di beberapa puskesmas yang terpilih, akan diusahakan untuk dikonversi agar mampu melaksanakan pemeriksaan COVID-19. 

Baca juga: Kapan Vaksin Corona akan Tersedia?

TCM, PCR, dan Rapid Test

Jadi sejauh ini pemerintah sudah memiliki tiga jenis pemeriksaan, yakni tes cepat molekuler (TCM), polymerase chain reaction (PCR), dan rapid test. Kenali perbedaan ketiganya berikut:

  1. Tes Cepat Molekuler (TCM)

Sebelumnya tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode pemeriksaan COVID-19 ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Virus SARS-CoV-2 diidentifikasi pada RNA-nya yang menggunakan cartridge khusus. Hasil tes ini terbilang cukup cepat, karena bisa diketahui hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam. Kamu bisa melakukan pemeriksaan TCM ini di 132 rumah sakit dan beberapa puskesmas yang ditunjuk. 

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Jenis pemeriksaan untuk mendeteksi COVID-19 ini akan menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Dua lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus akan menggandakan dirinya. Namun, beberapa sampel seperti sampel cairan dari saluran pernapasan bawah; atau mengambil sampel tinja juga bisa jadi pilihan untuk tes ini. Virus yang aktif akan memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA.

Nah, pada virus corona, material genetik tersebut adalah RNA. Material ini yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi. Berbeda dengan TCM, metode pemeriksaan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya karena melalui dua kali proses yaitu, ekstraksi dan amplifikasi.

  1. Rapid Test

Berbeda dengan dua jenis pemeriksaan di atas, pemeriksaan rapid test menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Rapid test bisa dilakukan di mana saja dan waktu untuk melakukannya juga singkat, yakni hanya 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

Namun, tes ini memiliki kelemahan, karena bisa menghasilkan 'false negative' atau kondisi saat hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Biasanya, hal ini terjadi saat tes dilakukan kurang dari 7 hari setelah infeksi.

Baca juga:  Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Itulah beberapa jenis tes untuk mendeteksi COVID-19 yang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia. Nah, jika suatu hari kamu mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau radang tenggorokan, segera pastikan bahwa sakitmu ini bukan karena COVID-19.

Jika kamu mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap COVID-19, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter.  Kamu bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu tidak perlu ke rumah sakit dan meminimalkan risiko terjangkit berbagai virus dan penyakit. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Testing for COVID-19.
Detik. Diakses pada 2020. Perbedaan 3 Jenis Tes Corona di Indonesia: PCR, Rapid Test, dan TCM.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2020. Dalam Waktu Dekat Pemerintah Akan Lakukan Tes Corona Massal. 
Tirto. Diakses pada 2020. Apa Itu Rapid Test Coronavirus Deteksi Cepat COVID-19 di Indonesia