
Mengenal Kode Blighted Ovum ICD 10 O02.0 Secara Lengkap
Blighted Ovum ICD 10: Kode, Arti, & Penjelasan Lengkap

Ringkasan: Blighted ovum atau kehamilan kosong adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Kode ICD-10 untuk blighted ovum adalah O02.0. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai definisi, penyebab, diagnosis, dan penanganan blighted ovum.
Definisi Blighted Ovum
Blighted ovum, juga dikenal sebagai kehamilan kosong, terjadi ketika sel telur berhasil dibuahi tetapi gagal berkembang menjadi embrio. Kantung kehamilan tetap terbentuk, namun tidak berisi embrio. Kondisi ini termasuk dalam kategori “Blighted ovum dan mola non-hidatidiform” dengan kode ICD-10 O02.0. Kode ini mencakup kondisi seperti fleshy mole, carneous mole, dan intrauterine mole NOS.
Penyebab Blighted Ovum
Penyebab pasti blighted ovum seringkali sulit ditentukan. Namun, beberapa faktor yang dapat berperan meliputi:
- Abnormalitas kromosom pada sel telur yang dibuahi.
- Kualitas sperma yang buruk.
- Masalah pembelahan sel selama perkembangan awal kehamilan.
Faktor-faktor ini dapat menyebabkan gangguan pada proses perkembangan embrio, sehingga hanya kantung kehamilan yang terbentuk.
Gejala Blighted Ovum
Pada awalnya, wanita dengan blighted ovum mungkin mengalami gejala kehamilan seperti:
- Amenore (tidak datang bulan)
- Mual dan muntah (morning sickness)
- Hasil tes kehamilan positif
Namun, karena embrio tidak berkembang, gejala-gejala ini akan mereda seiring waktu. Pendarahan vagina dan kram perut juga dapat terjadi.
Diagnosis Blighted Ovum
Blighted ovum biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan USG (ultrasonografi). Dokter akan melihat kantung kehamilan tanpa adanya embrio di dalamnya. Diagnosis biasanya ditegakkan jika:
- Kantung kehamilan berukuran besar tetapi tidak ada embrio yang terlihat.
- Tidak ada perkembangan embrio pada pemeriksaan USG lanjutan.
Pemeriksaan kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) juga dapat dilakukan, tetapi hasilnya tidak selalu akurat dalam mendiagnosis blighted ovum.
Penanganan Blighted Ovum
Setelah diagnosis blighted ovum ditegakkan, terdapat beberapa pilihan penanganan:
- Menunggu secara alami (expectant management): Membiarkan tubuh mengeluarkan jaringan kehamilan secara alami.
- Obat-obatan (medical management): Menggunakan obat-obatan seperti misoprostol untuk membantu mengeluarkan jaringan kehamilan.
- Kuretase (surgical management): Prosedur bedah kecil untuk mengangkat jaringan kehamilan dari rahim.
Pilihan penanganan akan tergantung pada preferensi pasien, kondisi medis, dan rekomendasi dokter.
Apakah Blighted Ovum Bisa Dicegah?
Sayangnya, blighted ovum seringkali tidak dapat dicegah, terutama jika disebabkan oleh kelainan kromosom. Namun, menjaga kesehatan secara umum dan menghindari faktor risiko tertentu dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan yang sehat.
Komplikasi Blighted Ovum
Komplikasi dari blighted ovum dapat meliputi:
- Infeksi
- Pendarahan hebat
- Jaringan kehamilan yang tertinggal di dalam rahim
Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala seperti demam, nyeri perut yang parah, atau pendarahan yang berlebihan setelah penanganan blighted ovum.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Blighted ovum adalah kondisi kehamilan yang tidak berkembang dan ditandai dengan kantung kehamilan tanpa embrio. Kode ICD-10 untuk kondisi ini adalah O02.0. Diagnosis ditegakkan melalui USG, dan penanganan dapat berupa menunggu secara alami, obat-obatan, atau kuretase.
Jika Anda mengalami gejala kehamilan dan mencurigai adanya masalah, segera konsultasikan dengan dokter kandungan di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional.


