• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Baby Blues Syndrome pada Ayah

Mengenal Lebih Dekat Baby Blues Syndrome pada Ayah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Lebih Dekat Baby Blues Syndrome pada Ayah

Halodoc, Jakarta - Banyak ibu yang mengalami gangguan suasana hati setelah melahirkan. Gangguan ini disebut juga baby blues syndrome. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang yang mengidapnya menjadi lebih mudah untuk sedih, emosi yang tidak terkontrol, menangis tanpa ada alasan yang jelas, hingga tubuh yang cepat lelah.

Namun, tahukah ayah jika sindrom ini dapat terjadi pada sang ayah? Gejala yang sama dapat terjadi pada pria yang mendampingi istrinya setelah melahirkan. Baby blues syndrome ini bahkan dapat terjadi dalam waktu 3 hingga 6 bulan setelahnya. Untuk lebih jelasnya, ayah dapat membaca pembahasan lebih lengkapnya di sini!

Baca juga: Ibu Baru Bisa Alami Baby Blues Syndrome, Ini Cara Mengatasinya

Baby Blues Syndrome pada Ayah

Faktanya, seorang pria sebenarnya tidak dapat mengalami baby blues syndrome, tetapi lebih ke arah depresi pasca kelahiran bayi. Sindrom tersebut sebenarnya hanya dialami oleh wanita dan terjadi karena perubahan hormon setelah melahirkan. Meski begitu, sudah menjadi hal yang umum jika kebanyakan orang menganggap jika sindrom tersebut juga terjadi pada sang ayah walaupun berbeda.

Disebutkan jika satu dari 10 ayah dapat mengalami depresi pasca kelahiran bayi atau postnatal depression. Gangguan ini dapat menyebabkan ayah baru tersebut membutuhkan dukungan dan dorongan untuk bisa melewati perasaan khawatir yang dirasakannya.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perasaan depresi tersebut, yaitu:

  • Rasa takut menjadi ayah. Pria dapat mengalami baby blues syndrome disebabkan oleh perasaan khawatir terkait tanggung jawab baru. Mereka merasa takut karena peran baru sebagai ayah mempunyai tanggungan baru dan perasaan kehilangan kebebasan.
  • Kekhawatiran terkait keuangan. Sang ayah juga bisa mengalami perasaan khawatir, sehingga menyebabkan baby blues syndrome yang berhubungan dengan masalah finansial saat menjadi satu keluarga dan terkait pengelolaan dari seluruh pendapatan.

Baca juga: Inilah Cara Jitu Mengusir Baby Blues

Perasaan takut terhadap peran baru. Seseorang juga dapat mengalami ketakutan apakah dapat menjadi ayah yang baik atau tidak. Hal ini terjadi saat memiliki kenangan yang buruk dari masa kecil dan pria tersebut berusaha untuk menjadi orangtua yang berbeda dari ayahnya. Maka dari itu, baby blues syndrome dapat terjadi karena hal tersebut.

Selain itu, hal yang dapat membuat masalah semakin rumit adalah seorang pria terbilang sulit untuk membicarakan perasaannya atau berbagi rasa takutnya karena merasa harus menghadapinya sendiri.

Dengan memendam emosi atau mencoba mengalihkan diri dengan konsumsi alkohol serta pekerjaan, justru dapat meningkatkan stres. Maka dari itu, ada baiknya untuk membicarakan masalah yang ada dengan pasangan.

Cobalah untuk selalu membicarakan kepada pasangan mengenai rasa khawatir terkait baby blues syndrome tersebut sehingga perubahan yang positif dapat terjadi dan cara untuk saling mendukung.

Jika tidak bisa membicarakan pada semua anggota keluarga, paling tidak pada pasangan sendiri. Ayah mungkin perlu mendapatkan pandangan yang berbeda dan dukungan untuk merasa lebih baik. Dengan begitu, masalah tersebut dapat diatasi segera.

Itulah pembahasan mengenai baby blues syndrome yang dapat terjadi pada sang ayah. Jika ayah merasakan gejala yang terkait masalah ini, ada baiknya untuk membicarakan dengan pasangan serta menemui psikolog atau psikiater agar penanganannya lebih teratur.

Baca juga: Kenali Gejala Awal Baby Blues Syndrome pada Saat Nifas

Selain itu, ayah juga dapat bertanya pada psikolog atau psikiater dari Halodoc terkait gangguan baby blues syndrome yang menyerang sang ayah. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan!

Referensi:
Baby Centre. Diakses pada 2020. Can dads get the baby blues?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Men Get Baby Blues, too.
WebMD. Diakses pada 2021. New Dads Can Get the Baby Blues, Too
Parents. Diakses pada 2021. Why We Need to Talk More About Male Postpartum Depression