Mengenal Lebih Dekat Mikrobiologi Klinik

Mengenal Lebih Dekat Mikrobiologi Klinik

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang belum tahu istilah medis yang berkaitan dengan ilmu mikrobiologi klinik. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Sederhananya, ilmu medis ini berkaitan dengan penyakit yang disebabkan karena mikroorganisme. Supaya lebih tahu, yuk mengenal lebih dekat ilmu medis satu ini!

Mengenal Mikrobiologi Klinik

Untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyakit yang berkaitan dengan mikroorganisme, maka muncul ilmu medis yang disebut mikrobiologi klinik. Ilmu ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan tindakan yang bertujuan untuk pencegahan, penanggulangan, dan penyebarannya. 

Selanjutnya, mikrobiologi kedokteran yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan di klinik disebut dengan mikrobiologi klinik. Ilmu ini berperan dalam semua tahapan kesehatan, mulai dari tahap hipotesis atau pengkajian, analisis, diagnosis klinis, menyusun rancangan intervensi sekaligus penerapannya, hingga evaluasi dan tindakan yang harus diambil selanjutnya. 

Baca juga: Ketahui Jenis Bakteri yang Bisa Diidentifikasi Bakteriologi

Secara definisinya, mikrobiologi klinik adalah cabang ilmu kedokteran medis dengan kompetensi dari Mikrobiologi Kedokteran dan Kedokteran Umum untuk melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan infeksi akibat mikroorganisme pada manusia juga lingkungan yang berkaitan dengan medis, seperti rumah sakit atau klinis. 

Bidang pekerjaan mikrobiologi klinik ini meliputi identifikasi dan penyelesaian masalah kesehatan yang berkaitan dengan infeksi, bakteriologi, mikologi, virologi, maupun imunologi. Ini mengacu pada diagnosis dan pilihan terapi antibiotik yang digunakan nantinya. 

Berdasarkan aturan pemerintah yang diturunkan melalui Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan HK. 02. 04/1966/I/1966/11 mengenai Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU), menyebutkan bahwa salah satu tenaga medis spesialis yang termasuk di dalam tim ICU berasal dari ahli mikrobiologi klinik. 

Baca juga: 4 Jenis Tes Mikrobiologi Sesuai dengan Penyakitnya

Keputusan ini mengacu pada Infectious Diseases Society of America atau IDSA dan American Society for Microbiology atau ASM mengenai peranan dokter ahli mikrobiologi klinik yang tidak hanya di lingkup laboratorium, tetapi juga pada lingkup klinik dengan tugas mengonfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium dan kondisi klinik pengidap.

Apa Saja Kompetensi dari Mikrobiologi Klinik?

Sesuai dengan Kolegium Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (PAMKI), ahli mikrobiologi klinik memiliki kompetensi dalam pengambilan sampel atau spesimen, pengujian, hingga pelaporan hasil uji yang dilakukan. Mereka juga harus mampu melakukan analisis secara menyeluruh terhadap suara spesimen, meliputi pemeriksaan secara mikroskopis hingga uji kepekaan mikroba. 

Seorang ahli mikrobiologi klinis harus menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi dengan bidang pendidikan dokter spesialis mikrobiologi klinik. Para ahli juga harus mampu bekerja sama dengan praktisi atau ahli kesehatan lain yang berhubungan dengan menangani, mengendalikan, dan antisipasi penyakit karena infeksi baik di rumah sakit maupun langsung kepada masyarakatnya.

Baca juga: Begini Hasil Tes Pemeriksaan dari Tes Mikrobiologi

Nah, itu tadi informasi terkait mikrobiologi klinik yang perlu kamu ketahui, termasuk kompetensi dan persyaratan yang dibutuhkan seorang dokter ahli bidang tersebut. Jika kamu kurang jelas atau memiliki masalah terkait infeksi mikroorganisme, dokter ahli ini adalah pilihan tepat. Kamu bisa membuat janji dengan dokter ahli mikrobiologi klinik ini lebih mudah dengan memilih rumah sakit sesuai dengan keinginan kamu, kapan saja. Caranya simak di sini

Kalau belum sempat, kamu manfaatkan saja aplikasi Halodoc, kamu bisa download aplikasinya di ponsel kamu. Melalui aplikasi ini, kamu bisa bertanya pada dokter melalui fitur Tanya Dokter, membeli obat di fitur Beli Obat, dan melakukan cek kesehatan rutin di fitur Cek Lab.