09 June 2017

Mengenal Meningitis yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Mengenal Meningitis yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta - Meningitis merupakan infeksi pada selaput pelindung (meningen) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Saat meradang, meningen membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa mengalami kerusakan pada beberapa kasus. Ada 3 gejala awal meningitis yang harus diwaspadai yakni demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku.

Secara umum, terdapat 5 jenis meningitis yakni:


1.  Meningitis Bakterialis
Meningitis jenis ini ditularkan oleh bakteri dan menyebar lewat kontak jarak dekat. Bila tidak ditangani, bisa menimbulkan dampak kerusakan otak parah, kehilangan indera pendengaran, dan menimbulkan infeksi pada darah (septikimia).

Pengidap meningitis bakterialis terbanyak merupakan bayi berusia di bawah usia 1 tahun. Gejala meningitis pada jenis ini diantaranya yaitu bayi akan terus menerus menangis tanpa alasan, rewel dan tidak mau digendong, muntah-muntah, kehilangan selera makan, pucat dan muncul bintik-bintik merah.

2.  Meningitis Virus
Meningitis virus disebabkan karena virus yang menyebar lewat batuk, bersin, dan lingkungan yang tidak bersih. Meningitis jenis ini mirip seperti flu. Anak berusia di bawah 5 tahun dan seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah bisa berisiko tertular meningitis virus. Gejala meningitis seperti flu ringan, demam, dan sakit kepala adalah beberapa gejala yang sering muncul pada anak-anak, remaja, atau dewasa. Sementara gejala lain meningitis virus pada bayi selain gejala di atas adalah hilangnya nafsu makan, mengantuk dan kesulitan untuk bangun tidur, lesu, serta rewel.

3.  Meningitis Jamur
Untuk meningitis jamur, biasanya disebabkan dari hasil menyebarnya jamur di sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Seseorang yang mengidap HIV dan kanker memiliki risiko yang besar untuk terkena meningitis jamur karena sistem kekebalan tubuhnya terganggu. Beberapa gejala meningitis jamur yakni demam, sakit kepala, mual-mual, muntah, leher kaku, sensitif terhadap cahaya dan kebingungan.

4.  Meningitis Parasit
Meningitis parasit disebabkan oleh parasit yang masuk ke dalam tubuh lewat hidung. Amuba yang melatarbelakangi meningitis parasit umumnya adalah Naegleria fowleri. Amuba ini bisa ditemukan di sungai air tawar yang bersuhu hangat atau danau. Beberapa gejala meningitis parasit yakni berkurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar, gangguan keseimbangan, halusinasi, dan kejang-kejang.

5.  Meningitis Non-Infeksi
Penyebab meningitis non-infeksi bisa lebih dari satu faktor. Jenis ini tidak menular dan memiliki gejala meningitis yang sama dengan jenis meningitis lainnya.

Penyakit Meningitis di Indonesia
Sebenarnya data pengidap penyakit meningitis di seluruh Indonesia belum ada yang tepat. Hal ini disebabkan kasus meningitis sering kali dikenali sebagai penyakit atau infeksi lain. Berdasarkan data terbaru pengidap meningitis di Indonesia yang berasal dari kedokteran anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dalam satu tahun (pada Oktober 2003 sampai Oktober 2004) jumlah bayi pengidap meningitis bakterialis berjumlah 18 jiwa dari total 3289 kelahiran dengan masuk kriteria positif pada pemeriksaan yang diambil dari cairan sumsum tulang belakang dan gambaran pleiositosis (peningkatan jumlah sel darah putih pada cairan sumsum tulang belakang).

Dimulai dari tahun 2002, sudah menjadi keharusan bagi orang yang ingin menunaikan ibadah haji untuk menerima vaksinasi meningitis. Hal ini diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencegah terkena penyakit mengitis di antara para calon haji.

Bisa saja tidak semua orang akan mengalami semua gejala meningitis di atas. Sebaiknya cari bantuan medis secepatnya jika Anda melihat atau merasakan beberapa gejala meningitis terjadi pada diri Anda atau keluarga. Karena kasus meningitis dianggap sebagai kondisi medis darurat bahkan bisa menyebabkan septikimia dan ini bisa berujung hilangnya nyawa seseorang.

Cara mudah untuk memeriksakan diri dengan dokter adalah menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi ini sangat bisa diandalkan bagi siapa pun untuk melakukan diskusi dengan dokter yang terdaftar dan terpercaya. Pengguna bisa menanyakan masalah kesehatan apapun yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc lewat menu Contact Doctor dan membeli obat melalui smartphone lewat menu pharmacy delivery.  Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

BACA JUGA : Cari Tahu 7 Cara Mudah Hindari Flu