Ad Placeholder Image

Mengenal ROP, Ancaman Mata Bayi Prematur yang Wajib Tahu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Maret 2026

ROP adalah: Cegah Kebutaan pada Bayi Prematur!

Mengenal ROP, Ancaman Mata Bayi Prematur yang Wajib TahuMengenal ROP, Ancaman Mata Bayi Prematur yang Wajib Tahu

ROP Adalah: Mengenal Retinopathy of Prematurity, Penyakit Mata Serius pada Bayi Prematur

Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah kondisi mata serius yang menyerang bayi yang lahir secara prematur. Penyakit ini terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah retina yang tidak normal, berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan apabila tidak terdeteksi dan tertangani sejak dini. Pemahaman mendalam tentang ROP sangat penting bagi orang tua dan tenaga medis untuk memastikan penanganan yang tepat dan hasil penglihatan yang optimal bagi bayi.

Apa Itu Retinopathy of Prematurity (ROP)?

ROP adalah penyakit mata yang berkembang pada bayi prematur, umumnya terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 30-34 minggu atau dengan berat badan lahir kurang dari 1.500 gram. Pada bayi yang lahir sangat awal, pembuluh darah di retina, lapisan sensitif cahaya di bagian belakang mata, belum sepenuhnya berkembang. Kondisi ini membuat pembuluh darah berisiko tumbuh secara tidak normal. Pertumbuhan abnormal ini dapat menyebabkan jaringan parut atau bahkan menarik retina dari posisi normalnya, sebuah kondisi yang disebut ablasi retina.

Penyebab Retinopathy of Prematurity (ROP)

Penyebab utama ROP adalah kelahiran prematur, di mana pembuluh darah retina bayi belum selesai berkembang sempurna. Perkembangan retina yang normal seharusnya terjadi sepenuhnya saat bayi berada di dalam kandungan pada akhir masa kehamilan. Ketika bayi lahir terlalu cepat, proses ini terganggu.

Faktor risiko lain yang signifikan meliputi:

  • Kelahiran Prematur Ekstrem: Semakin awal bayi lahir dan semakin rendah berat badannya, semakin tinggi risiko ROP.
  • Terapi Oksigen Jangka Panjang: Penggunaan oksigen tambahan dalam jangka waktu lama untuk mendukung pernapasan bayi prematur dapat memengaruhi pertumbuhan pembuluh darah retina yang sensitif.
  • Berat Badan Lahir Rendah: Bayi dengan berat lahir sangat rendah (<1.500 gram) memiliki risiko lebih tinggi.
  • Faktor Medis Lain: Kondisi medis lain yang sering menyertai prematuritas, seperti infeksi, perdarahan otak, atau masalah jantung, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya ROP.

Kombinasi faktor-faktor ini berperan dalam memicu pertumbuhan pembuluh darah retina yang tidak teratur, yang merupakan karakteristik ROP.

Gejala ROP dan Pentingnya Skrining

Salah satu tantangan utama ROP adalah bahwa kondisi ini jarang menunjukkan gejala luar yang dapat dikenali secara kasat mata. Bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri atau ketidaknyamanan yang jelas, dan orang tua sulit mendeteksi masalah pada mata bayi hanya dengan melihat. Oleh karena itu, skrining mata secara rutin oleh dokter mata spesialis anak menjadi sangat krusial.

Skrining ini bertujuan untuk:

  • Mendeteksi adanya pertumbuhan pembuluh darah abnormal.
  • Menentukan stadium penyakit ROP.
  • Memantau perkembangan ROP dari waktu ke waktu.

Deteksi dini melalui skrining adalah satu-satunya cara untuk mengidentifikasi ROP pada tahap awal. Ini memungkinkan intervensi medis sebelum kondisi berkembang menjadi lebih parah dan menyebabkan kerusakan penglihatan permanen.

Klasifikasi dan Stadium ROP

ROP diklasifikasikan menjadi lima stadium berdasarkan tingkat keparahan pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan komplikasinya:

  • Stadium 1: Terjadi garis demarkasi halus antara retina vaskular (dengan pembuluh darah) dan avaskular (tanpa pembuluh darah). Umumnya ringan dan sering sembuh sendiri.
  • Stadium 2: Garis demarkasi berubah menjadi punggung bukit (ridge) yang jelas dan menonjol. Perlu pemantauan lebih ketat.
  • Stadium 3: Pembuluh darah abnormal mulai tumbuh ke dalam vitreous (gel mata), seringkali disertai perdarahan. Pada stadium ini, risiko ablasi retina mulai meningkat.
  • Stadium 4: Terjadi ablasi retina parsial, yaitu retina mulai terlepas sebagian dari dinding belakang mata. Penglihatan bayi sudah terganggu secara signifikan.
  • Stadium 5: Ablasi retina total, di mana seluruh retina terlepas. Kondisi ini sering kali menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani segera dan secara agresif.

Selain stadium, ROP juga diklasifikasikan berdasarkan zona (lokasi di retina) dan keberadaan penyakit “plus” (pelebaran dan kekeruhan pembuluh darah yang menunjukkan penyakit agresif).

Pilihan Penanganan Retinopathy of Prematurity

Pendekatan penanganan ROP sangat bergantung pada stadium penyakit dan keparahannya:

  • Observasi (Watchful Waiting): Banyak kasus ROP stadium 1 dan 2 yang ringan dapat sembuh sendiri tanpa intervensi. Dokter akan memantau kondisi mata bayi secara berkala.
  • Terapi Laser (Fotokoagulasi Laser): Ini adalah penanganan paling umum untuk ROP yang signifikan (biasanya stadium 3). Sinar laser digunakan untuk menghancurkan area retina yang tidak memiliki pembuluh darah, menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal, dan mencegah ablasi retina.
  • Injeksi Anti-VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor): Obat-obatan tertentu dapat disuntikkan langsung ke mata untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Ini sering digunakan sebagai alternatif atau tambahan terapi laser.
  • Krioterapi (Pembekuan): Metode ini melibatkan pembekuan area retina yang tidak memiliki pembuluh darah untuk mencapai efek serupa dengan laser, meskipun saat ini kurang umum dibandingkan laser.
  • Pembedahan (Vitrectomy atau Scleral Buckle): Untuk kasus ROP yang lebih parah, seperti stadium 4 atau 5 dengan ablasi retina, operasi mungkin diperlukan. Vitrectomy mengangkat jaringan parut dari vitreous, sementara scleral buckle melibatkan penempatan pita silikon di sekitar bola mata untuk mendorong dinding mata ke arah retina yang terlepas.

Keputusan mengenai penanganan akan didasarkan pada evaluasi komprehensif oleh dokter mata spesialis anak.

Jadwal dan Kriteria Skrining ROP

Di Indonesia, skrining ROP merupakan prosedur wajib bagi bayi prematur dengan kriteria tertentu. Pedoman merekomendasikan skrining untuk:

  • Bayi dengan berat lahir kurang dari 1.500 gram.
  • Bayi dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu.

Waktu skrining pertama kali biasanya dilakukan pada usia 4-6 minggu setelah lahir, atau 31 minggu usia post-menstrual (usia kehamilan ditambah usia kronologis) mana pun yang tercapai lebih dulu. Skrining kemudian akan dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi dokter mata hingga risiko ROP hilang atau kondisi stabil. Kepatuhan terhadap jadwal skrining ini sangat penting untuk mendeteksi ROP pada waktu yang tepat dan mencegah komplikasi serius.

Pencegahan Retinopathy of Prematurity

Pencegahan ROP terutama berfokus pada manajemen kehamilan dan perawatan neonatal yang optimal. Meskipun kelahiran prematur tidak selalu dapat dicegah, upaya untuk meminimalkan risiko meliputi:

  • Perawatan Prenatal yang Komprehensif: Memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang baik untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.
  • Manajemen Oksigen yang Cermat: Pada bayi prematur yang membutuhkan dukungan pernapasan, kadar oksigen harus dipantau dan diatur dengan sangat hati-hati untuk menjaga keseimbangan yang tepat.
  • Nutrisi yang Adekuat: Memastikan bayi prematur mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan organ, termasuk mata.
  • Pengelolaan Komplikasi: Mengidentifikasi dan menangani komplikasi lain yang sering terjadi pada bayi prematur, seperti infeksi, secara efektif.

Melalui kombinasi upaya ini, risiko ROP dapat diminimalkan, dan jika terjadi, deteksi dini melalui skrining rutin menjadi kunci untuk penanganan yang berhasil.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah ancaman serius bagi penglihatan bayi prematur, namun dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, hasilnya dapat jauh lebih baik. Memahami bahwa ROP adalah kondisi tanpa gejala eksternal yang jelas menekankan pentingnya skrining rutin oleh dokter mata spesialis anak. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan melakukan skrining sesuai jadwal yang direkomendasikan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ROP, konsultasi dengan dokter spesialis, atau membuat janji skrining mata bagi bayi, dapatkan kemudahan akses melalui Halodoc. Platform Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang praktis dan terpercaya, membantu orang tua dalam memahami dan mengelola kondisi kesehatan bayi secara optimal.