Mengenal Sindrom Asperger Lebih Dekat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengenal Sindrom Asperger Lebih Dekat

Halodoc, Jakarta – Setiap orang autis berbeda. Beberapa orang memiliki kesulitan ringan dengan komunikasi dan bahasa, sedangkan yang lain memiliki masalah yang lebih jelas. Orang dengan sindrom Asperger dapat memiliki minat obsesif pada objek atau topik tertentu, meskipun tidak semua orang mengalami hal ini.

Mereka dapat mempelajari segala hal tentang suatu objek atau topik dan memiliki sedikit minat dalam mengejar atau mendiskusikan hal lain. Untuk mendiagnosis sindrom Asperger, dokter akan mengamati anak-anak dan mengambil riwayat pribadi dan medis yang lengkap. Cari tahu selengkapnya di sini!

Diagnosis Sindrom Asperger

Dokter dapat melakukan tes untuk mencari kesulitan dengan belajar, pemrosesan sensorik, atau keterampilan motorik. Ini termasuk tes verbal, visual, pendengaran, dan fisik. Tes-tes ini dapat menyingkirkan atau mendiagnosis kondisi lain.

Baca juga: Mengidap Sindrom Asperger Bukan Berarti Tidak Bisa Sukses

Secara historis, sulit buat profesional kesehatan mengidentifikasi sindrom Asperger karena anak-anak yang mengidap ini tidak mengalami keterlambatan intelektual atau bahasa. Tanda-tanda bentuk autisme ini mungkin tidak akan muncul sampai seorang anak memasuki lingkungan sosial yang lebih menantang, seperti sekolah.

Baca juga: Kenali 3 Terapi untuk Atasi Sindrom Asperger

Sebagian besar ahli sepakat bahwa tidak ada obat untuk sindrom Asperger. Hal yang perlu dilakukan adalah terapi untuk meningkatkan kondisi kesehatan yang mereka asosiasikan dengan sindrom Asperger serta mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kesulitan akibat sindrom ini di keseharian.

Dalam banyak kasus, semakin cepat seseorang didiagnosis sindrom Asperger, semakin besar juga peluang mereka untuk mengurangi masalah dengan sekolah, pekerjaan, dan hubungan interpersonal.

Beberapa orang menggunakan terapi berikut, dengan berbagai tingkat keberhasilan, untuk mengelola sindrom Asperger, yaitu:

  1. Analisis perilaku.

  2. Terapi berbicara.

  3. Kelas pelatihan keterampilan sosial.

  4. Terapi fisik.

  5. Terapi integrasi sensori atau diet sensorik.

  6. Obat-obatan untuk membantu mengelola kecemasan, depresi, dan kondisi lain yang ada.

  7. Rutinitas sekolah yang disesuaikan.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai penanganan sindrom Asperger, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Keahlian bahasa verbal yang kuat dan kemampuan intelektual membedakan sindrom Asperger dari jenis autisme lainnya. Ini umumnya melibatkan:

  1. Kesulitan dengan interaksi sosial.

  2. Minat terbatas.

  3. Keinginan untuk melakukan segala sesuatu selalu sama dan intens.

  4. Kemampuan yang khas.

Pengidap sindrom Asperger memiliki kelebihan, yaitu fokus dan kegigihan yang luar biasa, bakat untuk mengenali pola, dan perhatian terhadap detail. Sementara itu, tantangannya dapat mencakup:

  1. Hipersensitif (terhadap cahaya, suara, selera, dan lain-lain).

  2. Kesulitan dengan memberi dan menerima percakapan.

  3. Kesulitan dengan keterampilan percakapan nonverbal (jarak, kenyaringan, nada, dan lain-lain).

  4. Gerakan yang tidak terkoordinasi atau kecanggungan.

  5. Kecemasan dan depresi.

Kecenderungan yang dijelaskan di atas sangat bervariasi di antara orang-orang. Banyak yang belajar untuk mengatasi tantangan mereka dengan membangun kekuatan. Saat ini, tidak ada tes khusus yang dapat mendiagnosis sindrom Asperger pada orang dewasa. Tidak ada kriteria diagnostik saat ini untuk sindrom Asperger pada orang dewasa juga.

Gangguan spektrum autisme biasanya didiagnosis pada anak usia dini dan sangat jarang ketika sudah mencapai dewasa. Pada usia dewasa, obat resep dapat digunakan untuk mengobati gejala individu, seperti kecemasan atau hiperaktif.

Beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin juga meresepkan obat-obatan untuk mengurangi gejalanya. Obat-obatan ini termasuk stimulan, antipsikotik, dan inhibitor reuptake serotonin (SSRI).

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome.
National Autistic Society. Diakses pada 2019. Asperger Syndrome.