04 June 2018

Menstruasi Tidak Teratur, Hati-hati Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Menstruasi Tidak Teratur, Hati-hati Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sering mengalami menstruasi tidak teratur? Jika iya, itu bisa menjadi tanda Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). PCOS adalah penyakit yang berhubungan dengan hormon dan dapat dialami oleh 1 dari 20 wanita berusia subur.

Faktor Risiko Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Hingga saat ini, penyebab PCOS belum diketahui secara pasti. Namun secara umum, berikut adalah beberapa faktor risiko terjadinya PCOS:

 

  • Faktor Keturunan

 

Jika ibu atau salah satu saudara perempuan memiliki riwayat PCOS, maka, kamu berisiko lebih besar untuk mengidap PCOS. Risiko ini juga meningkat jika kamu memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes atau siklus menstruasi yang tidak teratur. Pada penelitian juga didapatkan bahwa PCOS dapat disebabkan oleh gen tertentu.

 

  • Faktor Kelebihan Insulin  

 

Jika kamu mengalami resistensi insulin, kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin menjadi terganggu. Akibatnya, pankreas akan mengeluarkan lebih banyak insulin agar sel-sel tubuh tidak kekurangan glukosa (energi). Insulin yang berlebih ini dapat mempengaruhi indung telur dengan meningkatkan produksi hormon androgen, sehingga menyebabkan gangguan pada indung telur dan siklus ovulasi.

 

  • Faktor Inflamasi

 

Pada penelitian didapatkan bahwa wanita dengan PCOS juga mengalami inflamasi (peradangan) tingkat rendah. Peradangan ini memicu ovarium untuk meningkatkan produksi androgen, yaitu hormon laki-laki yang diproduksi pada tubuh wanita dalam jumlah kecil. Jika hormon androgen ini diproduksi berlebih, maka, hormon ini dapat menyebabkan seorang wanita terkena PCOS.

Tanda dan Gejala Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang dialami oleh pengidap PCOS:

  • Menstruasi tidak teratur.
  • Kulit lebih berminyak dan berjerawat.
  • Tumbuh rambut halus pada wajah dan tubuh.
  • Rambut di kulit kepala lebih tipis, sehingga rentan mengalami kebotakan.
  • Berat badan naik.
  • Kesulitan hamil.
  • Terdapat sejumlah kantung cairan kecil mengelilingi indung telur.
  • Suara lebih berat.
  • Depresi.

Pengobatan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Pengobatan PCOS dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya adalah dengan mengubah gaya hidup, pembedahan (operasi), maupun terapi hormonal. Semakin cepat ditangani, maka hasil pengobatan PCOS akan semakin baik. Namun jika terlambat, PCOS dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, sleep apnea, kanker rahim, depresi, dan kecemasan.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar PCOS, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (obgyn) di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.