Menyerang Usus, Ini Beda Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Menyerang Usus, Ini Beda Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn

Halodoc, Jakarta – Radang usus adalah sekelompok peradangan yang terjadi di usus besar ataupun usus kecil. Ketika ini terjadi, kerja usus menjadi terganggu dan muncul berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan sakit perut, diare, dan penurunan nafsu makan. Salah dua jenis radang usus adalah kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Adakah perbedaan di antara keduanya? Ini faktanya.

Baca Juga: BAB Bercampur Darah Bisa Jadi Tanda Kolitis Ulseratif

Mengenal Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terjadi di usus besar (kolon) dan rektum. Meski bisa terjadi pada siapa saja, kebanyakan kasus kolitis ulseratif menyerang orang berusia kurang dari 30 tahun. Berikut ini hal yang membedakan kolitis ulseratif dengan penyakit Crohn:

  • Gejala: Kolitis ulseratif ditandai dengan diare (biasanya disertai dengan darah, lendir, atau nanah), nyeri atau kram perut, frekuensi buang air besar meningkat, kelelahan, nyeri pada rektum, demam, dan penurunan berat badan. Gejala diawali dengan keluhan buang air besar lebih dari enam kali sehari, detak jantung tidak beraturan, dan napas cepat.
  • Penyebab dan faktor risiko: Faktor keturunan dan usia. Seseorang berisiko tinggi mengidap kolitis ulseratif jika ada anggota keluarga yang mengalami kondisi serupa. Sedangkan faktor usia memengaruhi tingkat keparahan gejala.
  • Diagnosis: Pemeriksaan darah, sampel tinja, rontgen, CT scan, kolonoskopi, dan pemeriksaan sigmoid (sigmoidoskopi).
  • Pengobatan: Tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pengidap. Namun secara umum, kolitis ulseratif diobati dengan konsumsi obat anti-inflamasi dan imunosupresan, serta tindak operasi jika gejalanya memburuk.

Baca Juga: Radang Usus Bisa Sebabkan Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn

Mengenal Penyakit Crohn

Berbeda dengan penyakit kolitis ulseratif yang terjadi di usus besar dan rektum, penyakit Crohn justru menyerang seluruh lapisan dinding sistem pencernaan (mulai dari mulut hingga anus). Pada sebagian besar kasus, penyakit Crohn terjadi di bagian usus kecil (tepatnya ileum) dan usus besar (kolon). Ketahui fakta penyakit Crohn lainnya di sini:

  • Gejala: Kelelahan, sakit perut, diare, penurunan nafsu makan, serta bercampurnya tinja dengan lendir dan darah. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam tinggi, mual, muntah, nyeri  sendi, peradangan pada mata (uveitis), kemerahan pada kulit, dan sariawan.
  • Penyebab dan faktor risiko: Penyebab penyakit Crohn belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini. Di antaranya adalah faktor genetik, gangguan sistem kekebalan tubuh, kebiasaan merokok, dan adanya riwayat infeksi.
  • Diagnosis: Pemeriksaan awal dengan menanyakan tentang gejala yang dialami pengidap, pemeriksaan darah, pemeriksaan tinja, kolonoskopi, kapsul endoskopi nirkabel, CTE (computerised tomography enterography/enteroclysis), dan MRE (computerised tomography enterography/enteroclysis).
  • Pengobatan: Penyakit Crohn memang belum bisa disembuhkan, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala dan mencegah timbulnya komplikasi. Antara lain konsumsi obat anti-inflamasi, imunosupresan, dan antibiotik.

Baca Juga: 6 Hal Ini Meningkatkan Risiko Terkena Crohn's Disease

Itulah beda kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kalau kamu masih punya pertanyaan seputar kedua penyakit tersebut, jangan ragu bertanya dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!