Meski Indoor Kulit Tetap Kena Ancaman Radikal Bebas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
meski-indoor-kulit-tetap-kena-ancaman-radikal-bebas-halodoc

Halodoc, Jakarta – Serangan radikal bebas pada tubuh selalu diidentikkan dengan aktivitas di luar ruangan, misalnya akibat paparan polusi udara, asap rokok, hingga sinar matahari. Namun tahukah kamu, meski indoor alias berada di dalam ruangan, ancaman radikal bebas tetap ada. Radikal bebas merupakan istilah untuk sel-sel tubuh yang rusak. Sumber radikal bebas sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu dari dalam tubuh dan dari luar tubuh.

Pemicu radikal bebas bisa dengan mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Saat tubuh menggunakan oksigen, setidaknya ada 1–2 persen sel tubuh yang mengalami kerusakan dan akan berubah menjadi radikal bebas. Saat sel-sel mengalami kerusakan, ada risiko munculnya kondisi negatif pada tubuh. Hal itu bisa mengganggu kondisi tubuh dan membuat kamu tidak all out dalam bekerja.

Mengatasi Radikal Bebas dengan Mudah

Serangan radikal bebas sama sekali tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Keberadaan sel-sel yang rusak akibat radikal bebas bisa memicu kondisi negatif dan mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu cara untuk mencegah atau mengatasi radikal bebas adalah dengan mengonsumsi cukup antioksidan. Asupan antioksidan yang baik bisa membantu tubuh lebih all out dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Serangan radikal bebas bisa dicegah dengan mencukupi asupan antioksidan pada tubuh. Antioksidan merupakan bahan yang bisa membantu melindungi sel-sel tubuh. Zat ini berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk akibat radikal bebas. Meski tidak banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, ternyata risiko serangan radikal bebas tetap ada. Dalam hal ini, radikal bebas berasal dari dalam tubuh.

Radikal bebas bisa terbentuk di dalam tubuh, misalnya dari proses pencernaan makanan. Meski begitu, sangat penting untuk mencegah terjadinya penumpukan radikal bebas. Pasalnya, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit kronis menyerang, seperti penyakit kanker dan serangan jantung. Risiko penyakit meningkat saat tubuh tidak bisa lagi menangani radikal bebas, meskipun hanya radikal bebas yang berasal dari tubuh.

Meski lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, nyatanya tubuh tetap harus mendapatkan asupan antioksidan yang cukup. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko penyakit akibat radikal bebas yang dihasilkan secara alami oleh tubuh. Sayangnya, tubuh tidak dapat memproduksi antioksidan secara alami. Maka dari itu, dibutuhkan asupan makanan tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan zat ini. 

Ada beberapa jenis makanan yang tinggi kandungan antioksidan, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Selain itu, antioksidan juga banyak ditemukan pada jenis makanan, misalnya cokelat, teh, dan kopi tanpa bahan tambahan. Ada beragam antioksidan dengan cara perlindungan yang berbeda-beda pula. Kamu bisa mendapat asupan antioksidan dari makanan yang kaya akan vitamin C dan vitamin E.

Selain dari konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, kamu juga bisa mendapat asupan zat ini dari suplemen dengan astaxanthin alami. Salah satu produk suplemen yang bisa dicoba adalah suplemen Astria. Kandungan antioksidan alami dalam suplemen Astria memiliki jumlah 110 kali lipat lebih besar dari vitamin E, dan 6.000 kali lipat lebih kuat dari vitamin C. Meski lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan alias indoor, nyatanya asupan antioksidan tetap dibutuhkan.

Rutin mengonsumsi suplemen Astria 1 kapsul sehari bila perlu untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Suplemen ini juga bisa membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas karena memiliki kandungan astaxanthin  sebagai sumber antioksidan alami yang bisa membantu menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Biar lebih mudah, suplemen Astria bisa dibeli melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat memperoleh suplemen Astria Astaxanthin dengan mudah melalui aplikasi Halodoc. Tanpa repot, pesanan kamu akan diantara sampai ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasinya segera, ya!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Super Foods for Optimal Health.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Add antioxidants to your diet.