Ad Placeholder Image

Mielitis Transversa: Kenali dan Atasi Peradangan Saraf

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Mielitis Transversa: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Mielitis Transversa: Kenali dan Atasi Peradangan SarafMielitis Transversa: Kenali dan Atasi Peradangan Saraf

Mielitis Transversa: Memahami Peradangan Langka Sumsum Tulang Belakang

Mielitis transversa adalah kondisi neurologis langka yang melibatkan peradangan pada satu segmen sumsum tulang belakang. Peradangan ini merusak mielin, yaitu selubung pelindung di sekitar serabut saraf. Akibatnya, sinyal saraf antara otak dan bagian tubuh lainnya dapat terganggu secara signifikan.

Kerusakan ini bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari nyeri, kelemahan otot, hingga kelumpuhan. Masalah pada fungsi kandung kemih dan usus juga seringkali menjadi gejala. Kondisi ini sering kali dipicu oleh infeksi atau gangguan autoimun, namun dengan terapi yang tepat seperti steroid dan rehabilitasi, sebagian pasien dapat mengalami perbaikan.

Gejala Mielitis Transversa yang Perlu Diwaspadai

Gejala mielitis transversa umumnya muncul dengan cepat, seringkali dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Tingkat keparahan dan jenis gejala dapat bervariasi, tergantung pada lokasi dan luasnya peradangan pada sumsum tulang belakang.

Salah satu gejala awal yang umum adalah nyeri. Nyeri ini bisa terasa tiba-tiba dan menusuk, terutama di area punggung atau leher. Gejala lain yang mungkin timbul meliputi:

  • Kelemahan pada lengan atau kaki, terkadang menyebabkan kelumpuhan sebagian atau total.
  • Sensasi abnormal seperti mati rasa, kesemutan, atau rasa terbakar.
  • Sensitivitas ekstrem terhadap sentuhan, panas, atau dingin.
  • Masalah pada fungsi kandung kemih, seperti sering buang air kecil, kesulitan memulai buang air kecil, atau inkontinensia.
  • Masalah pada fungsi usus, seperti sembelit atau hilangnya kontrol usus.

Penyebab Mielitis Transversa dan Faktor Risikonya

Penyebab mielitis transversa seringkali sulit ditentukan, dan dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Namun, beberapa kondisi diketahui dapat memicu peradangan sumsum tulang belakang ini.

Memahami penyebab potensial dapat membantu dalam diagnosis dan penanganan yang tepat.

Infeksi

Infeksi virus atau bakteri seringkali mendahului timbulnya mielitis transversa. Virus-virus seperti virus herpes, virus influenza, atau virus zika dapat menjadi pemicu. Infeksi bakteri tertentu juga berpotensi menyebabkan kondisi ini.

Reaksi imun tubuh terhadap infeksi tersebut diduga menjadi salah satu mekanisme kerusakan mielin.

Gangguan Autoimun

Pada kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit, justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Beberapa gangguan autoimun yang terkait dengan mielitis transversa meliputi:

  • Multiple Sclerosis (MS): Penyakit kronis yang menyerang selubung mielin di otak dan sumsum tulang belakang.
  • Neuromyelitis Optica (NMO): Kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada saraf optik dan sumsum tulang belakang.
  • Lupus eritematosus sistemik dan sindrom Sjögren juga merupakan penyakit autoimun yang dapat memicu kondisi ini.

Penyebab Lain

Selain infeksi dan gangguan autoimun, ada beberapa penyebab lain yang mungkin memicu mielitis transversa. Vaksinasi tertentu, meskipun jarang, pernah dilaporkan sebagai pemicu. Penyakit vaskular sumsum tulang belakang, seperti stroke yang memengaruhi aliran darah ke sumsum tulang belakang, juga bisa menjadi penyebab.

Dalam banyak kasus, tidak ada penyebab pasti yang dapat diidentifikasi, kondisi ini disebut mielitis transversa idiopatik.

Diagnosis dan Pengobatan Mielitis Transversa

Diagnosis mielitis transversa melibatkan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) pada sumsum tulang belakang. Analisis cairan serebrospinal melalui pungsi lumbal juga dapat membantu mengidentifikasi peradangan atau infeksi.

Tujuan utama pengobatan adalah menghentikan peradangan dan meredakan gejala. Terapi yang umum meliputi:

  • Kortikosteroid: Obat ini diberikan secara intravena dosis tinggi untuk mengurangi peradangan pada sumsum tulang belakang.
  • Terapi plasmaferesis: Prosedur ini dapat dilakukan jika kortikosteroid tidak efektif, untuk membersihkan antibodi yang merusak dari darah.
  • Obat imunosupresan: Untuk kasus yang terkait dengan gangguan autoimun, obat yang menekan sistem kekebalan tubuh mungkin diresepkan.
  • Manajemen gejala: Obat pereda nyeri, relaksan otot, dan obat untuk masalah kandung kemih atau usus.
  • Rehabilitasi: Fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara (jika diperlukan) sangat penting untuk membantu pasien memulihkan kekuatan, koordinasi, dan fungsi sehari-hari. Rehabilitasi dapat membantu sebagian pasien untuk mendapatkan kembali fungsi tubuh yang hilang.

Pencegahan Mielitis Transversa

Mengingat banyak kasus mielitis transversa bersifat idiopatik atau terkait dengan kondisi yang tidak dapat sepenuhnya dicegah, pencegahan langsung seringkali sulit dilakukan. Namun, mengelola kondisi kesehatan yang mendasari dapat membantu mengurangi risiko.

Bagi individu dengan penyakit autoimun seperti Multiple Sclerosis atau Neuromyelitis Optica, mengikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan dokter sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mengontrol aktivitas penyakit dan mengurangi kemungkinan kambuhnya peradangan sumsum tulang belakang.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Mielitis transversa adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Jika mengalami nyeri punggung atau leher yang tiba-tiba, kelemahan mendadak pada lengan atau kaki, mati rasa, atau kesulitan mengontrol kandung kemih atau usus, penting untuk segera mencari bantuan medis.

Diagnosis dini dan pengobatan yang cepat dapat secara signifikan memengaruhi hasil jangka panjang. Konsultasi dengan dokter atau ahli saraf melalui Halodoc dapat memberikan panduan diagnosis dan rencana perawatan yang sesuai.