• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mirip Flu, Ini Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mirip Flu, Ini Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 yang Perlu Diwaspadai

Mirip Flu, Ini Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 November 2022

“Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 sebenarnya hampir mirip dengan gejala flu. Namun, keduanya mungkin bisa dibedakan dari jenis batuk yang dialami.”

Mirip Flu, Ini Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 yang Perlu DiwaspadaiMirip Flu, Ini Gejala COVID-19 Subvarian BN. 1 yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Virus corona varian omicron terus bermutasi dan memunculkan subvarian-subvarian baru. Saat ini, subvarian COVID-19 yang sedang mendominasi jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia adalah XBB, tapi ada satu lagi subvarian yang juga perlu diwaspadai yaitu BN. 1. 

Subvarian baru dari COVID-19 Omicron tersebut sudah menyebabkan lonjakan angka infeksi COVID-19 di Amerika Serikat. Meski belum ada laporan kasus subvarian BN 1 di Indonesia, antisipasi tetap harus dilakukan mengingat kasus COVID-19 terus meningkat belakangan ini. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala COVID-19 subvarian BN. 1 agar kamu bisa mewaspadainya.

Gejala COVID-19 subvarian BN. 1

Omicron BN. 1 pertama kali diidentifikasi pada akhir bulan Juli 2022 dan sudah ditemukan di beberapa negara. Mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Austria hingga India. Setiap negara diperkirakan menyumbang sekitar 15 persen dari hampir 4.000 kasus yang teridentifikasi di seluruh dunia.

Secara umum, gejala COVID-19 subvarian BN. 1 sebenarnya tidak berbeda dengan subvarian Omicron lainnya. Subvarian ini memicu gejala yang ringan hingga sedang.  Gejala COVID-19 subvarian BN. 1, antara lain:

  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.
  • Pilek.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri sendi atau otot.
  • Demam.

Gejala-gejala yang disebutkan di atas sebenarnya hampir mirip dengan gejala flu biasa. Namun, perbedaan antara COVID-19 dengan flu biasa terletak pada jenis batuk yang muncul. Pada kasus flu biasa, umumnya batuk cenderung berdahak. Sementara COVID-19 biasanya menyebabkan batuk kering, walaupun ada juga beberapa produksi lendir.

Mengingat gejala COVID-19 subvarian BN. 1 mirip dengan flu, kamu dianjurkan untuk melakukan uji swab antigen atau PCR bila mengalaminya. Tujuannya untuk memastikan ada tidaknya infeksi COVID-19 dalam tubuh, sehingga pengobatan dapat dilakukan dan penularan bisa dicegah.

Pentingnya untuk Mewaspadai Omicron BN. 1

Seperti banyak subvarian baru Omicron lainnya, penyebaran subvarian Omicron BN. 1 masih belum diketahui. Namun, menurut Cornelius Roemer, seorang ahli biologi komputasi di University of Basel di Swiss, subvarian ini memiliki potensi tinggi untuk menghindari dari sistem imun yang terbentuk dari infeksi dan vaksinasi sebelumnya. 

Menurut sebuah artikel jurnal yang diterbitkan di Cureus Journal of Medical Science dari para peneliti di India, subvarian Omicron BN. 1 juga memiliki kemampuan untuk bersaing dengan garis keturunan lain yang beredar.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai subvarian omicron baru ini, terutama bagi kelompok orang yang lebih rentan mengalami sakit parah akibat COVID-19. Misalnya seperti orang lanjut usia, anak-anak, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan orang penyakit bawaan.

Kombinasi vaksinasi dan protokol kesehatan masih menjadi cara terbaik untuk mencegah infeksi virus corona penyebab COVID-19. Meskipun semakin banyak varian dan subvarian baru bermunculan, vaksinasi COVID-19 tetap efektif untuk mencegah keparahan penyakit tersebut, dan juga mampu menurunkan risiko kematian. 

Segera dapatkan juga vaksin booster yang mampu memberi perlindungan terhadap subvarian COVID-19 Omicron. Selain itu, jangan bosan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan. Semua protokol kesehatan tersebut bisa membantu menurunkan risiko kamu dari tertular COVID-19 subvarian apa pun.

Terakhir, bila kamu memiliki penyakit bawaan, berusahalah untuk mengontrol penyakit tersebut dengan minum obat dari dokter secara teratur dan mengunjungi dokter secara berkala. Kamu bisa berobat ke dokter dengan buat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Fortune Well. Diakses pada 2022. What is BN.1? Meet the newest Omicron spawn being tracked by the CDC.
CNN. Diakses pada 2022. Gejala Omicron Subvarian BN.1, Awas Mirip dengan Flu
National Institute of Health. Diakses pada 2022. Booster Shots of COVID-19 Vaccines Effective Against Omicron Subvariant.