16 March 2019

Mitos atau Fakta, Cuci Hidung dengan Rutin Bisa Cegah Polip Hidung

Mitos atau Fakta, Cuci Hidung dengan Rutin Bisa Cegah Polip Hidung

Halodoc, Jakarta – Bagi sebagian orang, cuci hidung mungkin masih terdengar asing dan tidak biasa dilakukan. Padahal, sama seperti cuci tangan dan cuci muka, ini penting untuk dilakukan secara rutin, lho!

Nyatanya, rutin cuci hidung bisa membantu menghindari gangguan pada indera penciuman tersebut. Hidung menjadi salah satu bagian tubuh yang harus dilindungi dan dijaga kebersihannya. Sebab, hidung menjadi bagian pertama yang berfungsi sebagai “penerima” udara yang masuk ke dalam tubuh. Sebelum memasuki paru-paru, udara yang dihirup akan terlebih dahulu disaring oleh hidung.

Proses penyaringan udara dan partikel yang masuk ke dalam tubuh menjadi tugas bulu hidung alias silia. Agar udara yang masuk ke paru-paru bersih, hidung menyaring dan memisahkan kotoran. Hal itu menyebabkan kotoran akhirnya terperangkap dan menumpuk di silia. Jika dibiarkan tanpa pernah dibersihkan, ini bisa memicu masalah hidung yang salah satunya polip hidung.

Baca juga: Pentingnya Cuci Hidung untuk Kesehatan

Polip hidung adalah kondisi yang terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan pada dinding saluran pernapasan hidung atau pada sinus. Jaringan yang tumbuh bersifat lembut, tidak terasa sakit, dan bukan kanker. Meski begitu, polip sama sekali bukan gangguan yang bisa dianggap sepele.

Pada dasarnya, polip memiliki ukuran yang beragam dengan warna serupa. Tapi pada beberapa kasus, polip bisa berukuran besar dan menyumbat saluran hidung. Jika ini yang terjadi, biasanya akan muncul gejala berupa hidung tersumbat, hidung berair, kesulitan bernapas, hingga penurunan kemampuan indera penciuman.

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya polip pada hidung. Tapi, pertumbuhan polip diduga berkaitan dengan inflamasi akibat alergi, infeksi, asma, atau kelainan sistem kekebalan tubuh. Nah, salah satu cara untuk mencegah faktor-faktor penyebab polip tersebut adalah dengan rutin cuci hidung.

Baca juga: 7 Gangguan Hidung yang Perlu Kamu Ketahui

Bagaimana Cara Melakukan Cuci Hidung?

Cuci hidung dilakukan dengan menggunakan cairan untuk menghilangkan kotoran yang ada pada bagian tersebut. Tapi perlu diingat, cairan yang digunakan untuk membersihkan hidung tidak boleh sembarang. Membersihkan hidung tidak dianjurkan menggunakan air keran atau air kamar mandi. Sebab, air tersebut belum tentu bebas bakteri dan malah bisa menimbulkan risiko pada hidung.

Pilihan terbaik untuk membersihkan hidung adalah dengan semprotan dan cairan khusus yang mengandung garam isotonik steril, sehingga aman untuk digunakan. Selain efektif membersihkan hidung, cairan ini juga bisa membantu menjaga silia hidung tetap sehat, sehingga selalu maksimal dalam menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh.

Jika tidak memiliki cairan garam isotonik, kamu bisa mencoba membuat larutan cuci hidung sendiri di rumah. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah garam non-yodium, baking soda, jarum suntik, botol atau wadah plastik, dan neti pot. Untuk membuatnya, campurkanlah tiga sendok teh garam non-yodium dengan satu sendok teh soda kue, lalu simpan dalam wadah plastik yang bersih.

Saat akan cuci hidung, campur satu sendok teh ramuan tersebut dengan secangkir air yang bersih yang sudah direbus. Diamkan selama beberapa saat hingga air memiliki suhu normal. Masukkan cairan ke dalam neti pot, kemudian mulai cuci hidung secara perlahan. Cuci hidung sebaiknya dilakukan satu kali dalam sehari.

Baca juga: Tindakan Medis yang Tepat untuk Mengatasi Polip

Kamu bisa membeli cairan untuk membersihkan hidung atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Gratis ongkos kirim, lho. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!