• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Insomnia Ibu Bisa Menular ke Anak

Mitos atau Fakta, Insomnia Ibu Bisa Menular ke Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta, Insomnia Ibu Bisa Menular ke Anak

“Insomnia atau sulit tidur memang identik dengan orang dewasa. Namun, ternyata kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Lalu, benarkah kondisi ini bisa didapatkan atau menular dari ibu?”

Halodoc, Jakarta – Insomnia atau kesulitan tidur merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mengawali tidur atau mempertahankan tidur untuk waktu yang lama. Jika dikaitkan pada anak, penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk efek dari mengonsumsi makanan tertentu, sedang mengalami kecemasan berlebihan atau stres, lingkungan yang tidak mendukung, hingga efek dari konsumsi obat. Selain itu, kondisi medis tertentu juga bisa mengakibatkan anak mengalami insomnia. Namun, benarkah kondisi ini berkaitan dengan insomnia yang terjadi pada ibu? 

Insomnia pada Ibu Bisa Memengaruhi Kualitas Tidur Anak

Ternyata, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine berhasil membuktikan bahwa insomnia yang terjadi pada ibu memiliki korelasi dengan kualitas tidur yang lebih buruk pada anak-anak. Secara khusus, anak dengan ibu yang mengidap insomnia akan mengalami kesulitan tidur, kurang tidur setiap malamnya, dan menghabiskan lebih banyak waktu pada fase REM, dibandingkan dengan anak dengan ibu tanpa insomnia. 

Tak hanya itu, anak-anak dengan kondisi ini juga cenderung akan bangun tidur lebih awal di pagi hari, padahal jam tidur malamnya pun bisa dibilang lebih larut. Salah satu peneliti, Dr. Lemola, mengatakan, studi ini tentunya sangat penting dilakukan karena tidur pada masa anak-anak sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya di masa mendatang. 

Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia yang Dialami oleh Anak

Namun, karena ini adalah studi yang sifatnya observasional, tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik tentang mekanisme kausal di balik temuan tersebut. Meski begitu, para peneliti tetap mencoba menarik beberapa temuan penting. Pertama, anak-anak dapat memperoleh kebiasaan tidur dari orangtua mereka. Sementara di sisi lain, pertengkaran rumah tangga dapat mendukung kualitas tidur orang tua dan anak-anak yang buruk.

Selanjutnya, para peneliti juga menduga, orangtua yang hidup dengan insomnia mungkin memiliki fokus yang tidak sehat dalam mengontrol dan memantau tidur pada diri sendiri dan anak-anak. Genetika juga mungkin berperan. Akan tetapi, para peneliti mengakui fakta bahwa anak-anak di negara Swiss menghabiskan lebih banyak waktu dengan ibu mereka, daripada dengan ayah mereka dapat menjelaskan korelasi tersebut.

Dampak Insomnia pada Anak

Kurang tidur pada anak tentu akan memberikan dampak negatif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Beberapa di antaranya, yaitu: 

  • Pertumbuhan Menjadi Tak Maksimal

Tahukah ibu kalau hormon pertumbuhan akan melakukan tugasnya dengan maksimal ketika sang buah hati sedang tertidur malam? Biasanya, hormon ini akan mulai bekerja mulai pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari. Jadi, agar Si Kecil tumbuh maksimal, tentu tubuhnya perlu mendapatkan cukup hormon ini. Tentunya, insomnia pada anak bisa mengakibatkan tubuhnya tidak mendapat cukup hormon pertumbuhan. Dampaknya tentu saja pertumbuhannya menjadi terganggu. 

  • Terganggunya Metabolisme Tubuh

Efek lainnya yang bisa terjadi adalah terganggunya metabolisme tubuh anak. Ini berkaitan dengan risiko terjadinya peningkatan berat badan yang berujung pada obesitas ketika sang buah hati mengalami insomnia dan kurang tidur. Saat mengalami kurang tidur, tubuh akan mengalami perubahan hormon lain untuk menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Akibatnya, ini akan membuat kemampuan tubuh untuk membakar kalori ketika tidur pun berkurang. 

Baca juga: Bayi Juga Bisa Insomnia, Benarkah?

  • Lebih Mudah Marah 

Hati-hati, saat anak mengalami insomnia, ia akan menjadi lebih rewel, mudah marah dan tersinggung, bahkan untuk hal yang ibu pikir sepele. Suasana hati anak yang mengalami kurang tidur tentu akan mudah berubah, seperti ibu sendiri saat mengalami insomnia. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya penanganan, waspadai risiko depresi dan gangguan kecemasan berlebihan pada anak di masa mendatang. 

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Ibu, jika Si Kecil mengalami insomnia, coba lakukan beberapa hal berikut ini untuk membantunya lebih mudah mengantuk dan tertidur:

  • Buat Rutinitas Sebelum Waktu Tidur

Coba buat rutinitas menjelang Si Kecil tidur, misalnya menyikat gigi, mengganti pakaian, mencuci tangan dan kaki, dan tak lupa berdoa. Biasakan untuk melakukannya setiap hari 30 sampai 60 menit sebelum jam tidurnya. Ibu juga bisa membacakan buku atau bernyanyi bersama sang buah hati sebelum tidur. 

  • Buat Jadwal Tidur

Jam tidur yang konsisten bisa membantu mengurangi dan mencegah anak mengalami insomnia. Inilah mengapa, ibu harus membuat jadwal tidur dan disiplin menjalankannya, sesuaikan dengan usia anak. Lalu, usahakan supaya Si Kecil tidur dan bangun pada jam yang sama, meski sedang libur. 

  • Buat Suasana Kamar Senyaman Mungkin

Tak kalah pentingnya, buat suasana kamar anak senyaman mungkin, misalnya dengan meletakkan barang kesayangannya supaya ia lebih tenang. Pastikan kamarnya selalu rapi dan bersih, juga hindari meletakkan perangkat elektronik seperti televisi karena justru membuat insomnia anak semakin buruk. 

Baca juga: Anak Tidak Bisa Tidur? Yuk, Kenali Penyebabnya

Jika ibu masih mengalami kesulitan mengatasi insomnia pada sang buah hati, jangan ragu untuk langsung bertanya pada dokter, ya! Jadi, penanganan bisa segera dilakukan. Supaya lebih mudah, ibu bisa pakai aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter atau membuat janji berobat ke rumah sakit terdekat. Segera download aplikasinya, ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2021. Insomnia: Like mother, like child?
Natalie Urfer-Maurer, et al. 2017. Diakses pada 2021. The association of mothers’ and fathers’ insomnia symptoms with school-aged children’s sleep assessed by parent report and in-home sleep-electroencephalography. Sleep Medicine 38: 64-70.
Parents. Diakses pada 2021. Solutions For Kids ‘Sleep Problems.