Mitos atau Fakta, Pedofil Hanya Diidap oleh Laki-Laki

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Fakta pedofil

Halodoc, Jakarta - Seseorang yang mengalami gangguan pedofilia ditandai dengan ketertarikan seksual pada anak kecil. Anak kecil yang dimaksud di sini adalah anak yang belum memasuki pubertas, yaitu berusia di bawah 13 tahun. Walaupun begitu, batasan usia ini masih dianggap kabur, karena jaman sekarang banyak anak yang memasuki pubertas sebelum berusia 13 tahun.

Orang dewasa yang dikategorikan mengalami gangguan ini pun harus berusia minimal 16 tahun dan memiliki jarak usia 5 tahun dengan anak yang disukainya. Maka itu, seseorang dalam rentan perkembangan remaja akhir yang terlibat aktivitas seksual dengan anak berusia 12 atau 13 tahun tidak bisa dikategorikan memiliki gangguan ini.

Sebagian besar bahkan hampir semua pedofil adalah pria, tetapi tidak menutup kemungkinan wanita juga bisa mengidap pedofilia. Pedofilia umumnya hanya bisa dideteksi oleh diri sendiri setelah masa puber. Ketika orientasi seksual seseorang terfokus pada anak-anak, bukan orang dewasa. Ia pun tidak bisa menentukan orientasi seksual mereka, kemudian merasa takut akan diri mereka sendiri.

Baca juga: 3 Cara Agar Anak Terhindar dari Night Terror

Fakta Pedofilia

Sering kali pengidap mengalami diskriminasi sosial, sulit bagi mereka untuk terlibat dalam komunitas dan berhubungan dengan orang lain. Hal ini membuatnya tertarik pada anak-anak, karena mereka tergolong masih polos dan tidak menghakimi seperti orang dewasa. Berikut adalah fakta seseorang merupakan pengidap pedofilia:

  • Memiliki khayalan, dorongan seksual, atau perilaku yang mengarah pada kecenderungan preferensi seksual dengan anak-anak yang belum memasuki pubertas. Umumnya, orang dengan pedofilia tertarik kepada anak-anak berusia di bawah 13 tahun.
  • Memiliki khayalan, dorongan, dan perilaku seksual terhadap anak-anak tersebut dirasakan secara intens dan muncul berulang-ulang selama minimal 6 bulan. Dorongan seksual terhadap anak-anak ini juga dirasakan lebih besar dibandingkan dorongan seksual terhadap orang dewasa.
  • Melakukan tindakan yang berkaitan dengan dorongan seksual tersebut. Apabila belum sampai pada melakukan tindakan, khayalan atau dorongan seksualnya harus menimbulkan masalah interpersonal.

Baca juga: Ciri-Ciri Pengidap Pedofilia yang Perlu Diketahui

  • Seseorang yang mengalami gejala-gejala tersebut harus berusia minimal 16 tahun dan paling tidak memiliki perbedaan usia 5 tahun dengan anak yang disukainya.
  • Seseorang yang sedang dalam perkembangan remaja akhir dan terlibat aktivitas seksual dengan anak usia 12 atau 13 tahun tidak dapat dikategorikan ke dalam gangguan ini.
  • Terdapat jenis orang dengan gangguan pedofilia yang hanya tertarik dengan anak pra-pubertas (exclusive type). Namun, ada juga orang yang mengalami pedofilia yang bisa tertarik juga pada orang dewasa (non-exclusive type).

Pengidap terkadang menyadari bahwa gairah mereka salah dan ilegal untuk dipenuhi. Maka dari itu, mereka selalu mengontrol diri mereka sendiri dan mencari cara aman untuk memuaskan diri sendiri. Beberapa kasus kekerasan pada anak-anak sering melibatkan penyakit kejiwaan yang lain seperti skizofrenia dan distorsi-distorsi kognitif.

Di lain sisi, beberapa kasus kriminal pada anak yang terjadi bisa jadi bukan merupakan kasus pedofilia. Pengidap bisa mengalami penyakit kejiwaan lain seperti kecemasan, depresi parah, gangguan suasana hati, dan penggunaan stimulan yang berlebihan.

Baca juga: Orang Tua Wajib Waspada, Pedofilia Mengincar Anak

Nah, itulah fakta dan informasi mengenai pedofilia. Jika kamu mengamati ada rekan atau keluarga yang mengalami ciri-ciri yang tertulis di atas, sebaiknya ajak ia untuk mengkomunikasikannya pada dokter, psikolog, atau psikiater. Diskusi bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.