22 February 2018

Mitos Kesehatan Anak yang Harus Berhenti Dipercaya

Mitos Kesehatan Anak yang Harus Berhenti Dipercaya

Halodoc, Jakarta – Menyaksikan buah hati tumbuh dan berkembang dalam keadaan sehat adalah dambaan kebanyakan orangtua. Hal itu kemudian mendorong para orangtua untuk selalu melakukan yang terbaik, termasuk saat anak sedang sakit. Segala cara akan dicoba orangtua untuk memulihkan kesehatan anak.

Sayangnya, saat ini banyak beredar informasi yang kurang tepat, terutama seputar masalah kesehatan pada anak. Alih-alih mengurangi sakit, salah memberikan pertolongan pertama malah bisa memperburuk masalah, lho. Yuk, cari tahu apa saja mitos seputar kesehatan anak yang harus berhenti dipercaya oleh para orangtua!

  1. Kopi untuk Kejang

Pernah dengar anjuran untuk memberi secangkir kopi pada anak yang sedang kejang? Apakah hal itu benar-benar bisa menghentikan atau mencegah serangan? Jawabannya adalah tidak.

Faktanya kejang yang terjadi pada anak merupakan kondisi yang  disebabkan oleh beberapa faktor. Kejang biasa terjadi di usia 6 bulan sampai 5 tahun, penyebabnya bisa karena virus tertentu atau kondisi kesehatan anak, seperti demam tinggi.

Dan memberi kopi saat anak kerjang nyatanya sama sekali tidak membantu. Malahan, memberi kopi pada anak bisa mengacaukan metabolisme tubuh yang masih belum sempurna.

  1. Penanganan Mimisan

Mimisan merupakan kondisi yang memiliki gejala keluarnya darah dari hidung. Banyak yang percaya bahwa penyebab mimisan pada anak adalah karena kelelahan. Padahal tidak hanya itu, ada banyak penyebab lain seperti truma, infeksi, alergi hingga tanda penyakit tertentu.

Penanganan mimisan yang telah lama dikenal adalah dengan cara mendongakan kepala dan menyumbat hidung. Ada orang tua yang memilih menyumbat hidung anak dengan daun sirih, atau kapas untuk menghentikan perdarahan. Namun, ternyata hal itu justru harus dihindari.

Cara terbaik untuk menghentikan keluarnya darah adalah dengan menekan salah satu lubang hidung dalam beberapa saat. Pastikan anak –atau orang yang mengalami mimisan- duduk dalam keadaan tegak. Artinya, tidak perlu mendongakan kepala ke atas.

Pasalnya melakukan hal itu malah bisa membuat darah yang seharusnya keluar malah masuk ke saluran pernapasan. Yang paling parah kebiasaan ini juga bisa menyebabkan darah masuk ke pencernaan atau saluran organ lain dan menyebabkan penyakit.

  1. Menurunkan Demam

Saat anak demam, biasanya orang tua akan refleks mengompres keningnya dengan air dingin, bahkan air es. Tujuannya adalah untuk menurunkan suhu tubuh anak yang naik alias panas. Ternyata hal itu kurang tepat, lho. Pasalnya,  mengompres anak dengan air dingin malah bisa membuat suhu tubuh dan membuat demam semakin tinggi. Mengompres dengan air dingin malah bisa menutup pori-pori dan menghambat perpindahan suhu tubuh.

Yang terbaik adalah dengan mengompres dengan air hangat, letakkan kain kompresan di sejumlah bagian lipatan tubuh, seperti ketiak. Selain itu, hindari memakaikan si kecil selimut atau baju yang terlalu tebal selama demam. Agar demam cepat turun, yang paling penting adalah membuat anak merasa nyaman.

  1. Larangan Mandi Saat Cacar Air

Nyatanya tidak ada larangan mandi saat anak terkena cacar air. Mandi  dengan air mengalir dan sabun justru dianjurkan untuk menjadi kebersihan tubuh. Namun tentu harus disesuaikan dan memperhatikan kondisi anak.

Namun, usahakan agar anak tidak menggaruk bagian kulit agar cacar tidak menimbulkan bekas. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Namun penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak dengan vitamin. Biar lebih praktis, beli vitamin di Halodoc saja!

  1. Demam Berarti Tumbuh Gigi

Hal ini mungkin ada benarnya. Namun, biasanya suhu tubuh anak yang akan tumbuh gigi tak akan lebih dari 38 derajat celcius. Jika demam terus naik, apalagi disertai gejala lain maka ibu harus segera membawa Si Kecil untuk mendapat pertolongan pertama. Sebab bisa jadi demam terjadi karena infeksi atau penyakit lain.

Untuk menjaga kesehatan Si Kecil, selalu sedia obat-obatan dan vitamin di rumah. Beli obat lebih hemat di Official Store Halodoc Hemat. Yuk, download aplikasinya di App Store dan Google Play!