Ad Placeholder Image

Mitos Makan Telur Muda: Bikin Subur atau Mandul?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Mitos Makan Telur Muda: Bikin Subur atau Mandul?

Mitos Makan Telur Muda: Bikin Subur atau Mandul?Mitos Makan Telur Muda: Bikin Subur atau Mandul?

Menguak Mitos Makan Telur Muda (Uritan) dan Fakta Kesehatannya

Telur muda atau uritan seringkali menjadi perbincangan, terutama di kalangan masyarakat dengan berbagai kepercayaan seputar konsumsinya. Salah satu mitos yang paling populer adalah anggapan bahwa makan telur muda dapat memengaruhi kesuburan, baik itu membuat sulit hamil atau justru meningkatkan peluang kehamilan. Penting untuk diketahui bahwa secara medis, klaim-klaim tersebut belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Artikel ini akan mengupas tuntas mitos seputar makan telur muda dan menyajikan fakta kesehatan yang perlu dipahami.

Apa Itu Telur Muda atau Uritan?

Uritan adalah bakal telur ayam yang belum sempurna dan belum memiliki cangkang. Bagian ini biasanya ditemukan di dalam rongga perut ayam betina yang sudah dipotong. Uritan umumnya memiliki tekstur kenyal dan sering diolah menjadi berbagai hidangan, terutama dalam masakan tradisional.

Dalam dunia kuliner, uritan dihargai karena rasanya yang unik dan teksturnya. Namun, di balik kelezatannya, muncul berbagai spekulasi dan mitos mengenai dampak kesehatannya, khususnya terkait sistem reproduksi dan kesuburan.

Mitos Seputar Telur Muda dan Kesuburan

Mitos mengenai uritan yang bisa memengaruhi kesuburan adalah salah satu yang paling sering didengar. Sebagian masyarakat percaya bahwa konsumsi uritan dapat menyebabkan wanita sulit hamil atau bahkan sebaliknya, meningkatkan kesuburan.

  • Mitos Telur Muda Bikin Susah Hamil: Beberapa kepercayaan lokal menyebutkan bahwa makan uritan dapat menghambat kehamilan. Anggapan ini seringkali dikaitkan dengan makna simbolis atau pamali tertentu.
  • Mitos Telur Muda Bikin Subur: Di sisi lain, ada juga yang meyakini bahwa konsumsi uritan dapat meningkatkan kesuburan atau mempercepat kehamilan. Mitos ini mungkin berakar dari keinginan untuk mencari solusi alami dalam mengatasi masalah kesuburan.

Dari perspektif medis, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kedua klaim tersebut. Kesuburan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor kompleks, seperti kondisi hormon, kesehatan organ reproduksi, gaya hidup, hingga genetik. Tidak ada komponen dalam uritan yang secara spesifik terbukti dapat memengaruhi proses ovulasi atau implantasi embrio.

Fakta Gizi dan Risiko Kesehatan Telur Muda

Meskipun mitos seputar kesuburan tidak terbukti, ada fakta gizi dan potensi risiko kesehatan dari konsumsi telur muda yang perlu diperhatikan. Uritan memang mengandung beberapa nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

  • Kandungan Nutrisi: Telur muda mengandung protein, vitamin, dan mineral esensial. Protein penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sementara vitamin dan mineral berperan dalam berbagai fungsi metabolisme.
  • Tinggi Kolesterol dan Lemak: Namun, perlu dicatat bahwa uritan juga cenderung tinggi kolesterol dan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Peningkatan kolesterol LDL merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Oleh karena itu, meskipun memiliki kandungan gizi, potensi risiko dari tingginya kolesterol dan lemak harus menjadi pertimbangan utama. Konsumsi yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada kesehatan kardiovaskular.

Rekomendasi Konsumsi Telur Muda yang Aman

Mengingat fakta-fakta di atas, telur muda boleh dikonsumsi, namun dengan beberapa catatan penting. Kunci utamanya adalah moderasi dan kebersihan.

  • Konsumsi Secukupnya: Batasi jumlah konsumsi uritan untuk menghindari asupan kolesterol dan lemak jenuh yang berlebihan. Bagi individu dengan riwayat kolesterol tinggi atau masalah jantung, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan.
  • Pastikan Kebersihan dan Pemasakan Sempurna: Uritan berasal dari organ dalam hewan, sehingga penting untuk memastikan kebersihannya sebelum diolah. Cuci bersih uritan dengan air mengalir. Masak uritan hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada.
  • Perhatikan Cara Pengolahan: Hindari metode memasak yang menambah banyak lemak, seperti menggoreng dengan minyak berlebihan. Pilih cara memasak yang lebih sehat, seperti direbus, dikukus, atau ditumis dengan sedikit minyak.

Kesimpulan: Makan Telur Muda Sesuai Fakta Medis

Mitos seputar makan telur muda (uritan) yang memengaruhi kesuburan tidak memiliki dasar medis yang kuat. Fokus utama seharusnya terletak pada fakta gizi dan kesehatan yang sebenarnya. Uritan tinggi akan kolesterol dan lemak, sehingga konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan masalah kesehatan jantung.

Halodoc merekomendasikan untuk mengonsumsi telur muda secara moderat dan memastikan kebersihan serta pemasakan yang sempurna. Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, selalu bijaksana untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Informasi lebih lanjut dan saran medis personal dapat diperoleh melalui aplikasi Halodoc, yang menyediakan akses mudah ke dokter ahli.