• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mr P Juga Bisa Berjamur, Ketahui Gejalanya

Mr P Juga Bisa Berjamur, Ketahui Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
 Mr P Juga Bisa Berjamur, Ketahui Gejalanya

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya vagina, penis juga bisa berjamur. Biasanya, kondisi tersebut ditandai dengan aroma tak sedap. Kenapa penis bisa terkena gangguan jamur? Sama seperti pada vagina juga, infeksi jamur pada penis disebabkan oleh jamur yang disebut kandida. 

Kandida dalam jumlah kecil adalah sesuatu yang normal. Namun, kalau pertumbuhannya berlebihan bisa mengembangkan infeksi jamur. Kondisi lembap di area kelamin, aktivitas seksual yang tidak bersih, atau melakukan hubungan seks dengan pasangan yang mengalami infeksi jamur bisa memicu penis berjamur. Lantas, apa saja gejalanya? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Pria dan Wanita, Ini Tips Jaga Kebersihan Kelamin

Ruam Merah dan Bercak Putih, Gejala Awal Jamur pada Mr P

Gejala awal infeksi jamur pada Mr P sering kali berupa ruam merah dan terkadang bercak putih berkilau pada penis. Kalau kamu mengalami jamur pada penis biasanya juga ditandai dengan kulit penis yang lembap serta putih-putih pada area bawah kulup atau lipatan kulit penis lainnya. Kamu juga bisa jadi mengalami gatal-gatal dan sensasi terbakar pada Mr P. 

Kemerahan yang disertai gatal dan nyeri pada penis bisa menjadi tanda dari kondisi jamur pada penis yang bisa jadi serius. Kalau kamu mengalami kombinasi gejala ini, bisa jadi kamu juga terkena penyakit kelamin.

Selain berhubungan seks dengan pasangan yang mengalami infeksi jamur, beberapa faktor risiko lain dapat meningkatkan kemungkinan terkena jamur pada penis. Tidak disunat merupakan faktor risiko utama, karena area di bawah kulup dapat menjadi tempat berkembang biak kandida. Jika kamu jarang mandi atau tidak membersihkan alat kelamin dengan benar, kamu juga berisiko mengalami jamur pada Mr P.

Baca juga: 5 Penyakit Kelamin Berbahaya yang Perlu Diketahui

Faktor risiko lainnya termasuk penggunaan antibiotik dalam waktu lama, serta mengidap diabetes atau obesitas. Jika kamu memiliki sistem kekebalan yang terganggu karena pengobatan kanker, HIV, atau alasan lain, kamu mungkin juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur pada penis.

Satu-satunya cara mencegah jamur pada penis adalah dengan menghindari faktor risikonya, termasuk membersihkan penis dengan benar. Biasanya, laki-laki kurang sigap dan anggap sepele soal kebersihan sehabis buang air kecil.

Padahal, penting untuk membasuh penis dengan air sehabis berkemih dan mengeringkannya supaya tidak lembap. Punya masalah seputar kesehatan penis dan bingung mau ngobrol dengan siapa? Yuk, ngobrol langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Kalau kamu butuh membeli obat, kamu juga bisa membelinya di Toko Kesehatan Halodoc

Kalau Tidak Diobati Bisa Memicu Komplikasi Lain

Jamur pada penis yang tidak diobati bisa memicu komplikasi lain yang lebih berbahaya. Sebaiknya, kalau kamu sudah mengalami gejala yang disebutkan tersebut, segera diobati. Kalau tidak, infeksi jamur yang serius dan tidak diobati dapat berpotensi menyebabkan prostatitis kronis. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita

Balanitis kronis juga dapat menyebabkan penyempitan atau pengetatan kulup (phimosis), penyempitan bukaan uretra (meatus), atau perubahan lain pada kulit (balanitis xerotica). Penting juga untuk menemui dokter ketika infeksi tidak sembuh walau sudah diobati, karena bisa jadi kamu punya gangguan kesehatan lain sehingga memicu pertumbuhan jamur. 

Jika infeksi jamur sudah parah, akan dilakukan pemeriksaan swab untuk mengambil sampel di sekitar bagian atas penis atau kulup. Kemudian sampel dikirim ke laboratorium sebagai pengujian atau mungkin juga dengan biopsi. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. The Causes and Symptoms of a Male Yeast Infection.
Healthline. Diakses pada 2021. Penile Yeast Infection: Symptoms, Treatment, and More.
Healthline. Diakses pada 2021. What’s Going On Down There? Recognizing Penis Problems.