28 June 2018

Muka Merah setelah Minum Alkohol, Hati-Hati Alcohol Flush Reaction

muka merah setelah minum alkohol, Alcohol Flush Reaction, Asian Flush Syndrome

Halodoc, Jakarta – Sebagai bagian dari gaya hidup perkotaan, rokok dan minuman beralkohol mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat urban. Setelah penat bekerja dari senin hingga Jumat, mampir ke bar bersama teman-teman terdekat untuk mencicip nikmatnya minuman beralkohol ialah suatu hal yang sudah lumrah dilakukan oleh penduduk kota besar.

Asalkan minuman beralkohol yang dikonsumsi tetap pada batas wajar dan kamu tetap menjalankan gaya hidup sehat setelahnya, kiranya hal ini tidak akan memberikan efek yang buruk bagi tubuh. Sebab, beberapa penelitian menyebutkan bahwa minuman beralkohol semisal wine ternyata bermanfaat untuk mencegah pembekuan dan mengurangi peradangan pembuluh darah, yang keduanya ini berkaitan dengan penyakit jantung.

Baca juga: Kecanduan Media Sosial atau Alkohol, Mana yang Lebih Berbahaya?

Namun jika kamu mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak, penyakit yang akan mengintai tubuhmu antara lain gangguan otak, penyakit hati, dan kanker termasuk diantaranya kanker mulut, hati, tenggorokan, usus, tumor pada perut, dan payudara.

Nah, saat kamu mengonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol, beberapa orang akan mengalami reaksi yang menandakan bahwa kamu memang seharusnya berhenti meminum alkohol saat itu juga. Tandanya yang muncul yakni muka merah setelah minum alkohol atau biasa disebut Alcohol Flush Reaction.

Apa itu Alcohol Flush Reaction?

Muka merah setelah minum alkohol bukanlah tanda bahwa tubuhmu memiliki sirkulasi darah yang baik, melainkan ini merupakan tanda bahwa tubuhmu tidak dapat memetabolisme alkohol dengan baik. Fenomena ini seringkali terjadi pada orang-orang keturunan Asia Timur. Maka dari itu, hal ini juga biasa disebut Asian Flush Syndrome.

Menurut Dr. Tan Ek Khoon, Seorang Dokter di Singapore General Hospital menyatakan bahwa mereka yang memiliki reaksi seperti ini terhadap alkohol akan memiliki risiko lebih tinggi terkena lambung atau kanker tukak lambung karena ketidakmampuan genetik untuk secara efisien memproses acetaldehyde, yakni produk sampingan dari metabolisme alkohol.

Apa Penyebabnya?

Mereka yang mengalami muka merah setelah minum alkohol tidak dapat secara efisien memproses alkohol karena ketidakmampuan memproses enzim dehidrogenase aldehid (ALDH2). Ketidakmampuan ini membuat hati tidak mampu memecah acetaldehyde dalam alkohol, yang menyebabkan akumulasi zat beracun. Hasilnya? Detak jantungmu akan semakin cepat, terasa mual, sakit kepala, atau  wajah yang semakin merah.

Seorang peneliti asal Inggris percaya bahwa orang-orang dengan wajah memerah setelah minum alkohol ini akan menderita lebih banyak kerusakan DNA dari yang diperkirakan sebelumnya. Saat menguji efek alkohol pada tikus laboratorium, para peneliti di Universitas Cambridge juga menemukan fakta bahwa tikus dengan gen yang memiliki Alcohol Flush Reaction ini memiliki empat kali lebih besar kemungkinan mengalami kerusakan DNA setelah meminum alkohol.

Namun, Daryl L. Davies, seorang ahli farmasi klinis yang sedang mempelajari tentang alkoholisme, mengemukakan pendapat yang berbeda. Karena baginya, para peneliti belum sepenuhnya yakin bahwa kanker tertentu disebabkan oleh konsumsi alkohol, sebab memang hanya pada beberapa organ yang lebih rentan terhadap kanker daripada yang lain. Saat ditanya apakah orang yang memiliki Alcohol Flush Reaction harus berhenti meminum alkohol sama sekali, ia mengatakan bahwa hal tersebut adalah pilihan pribadi. Namun, ia tetap memperingatkan bahwa mengabaikan efek alkohol yang diterima orang dengan Alcohol Flush Reaction ini adalah hal yang berbahaya. Jadi asalkan masih dalam batas aman, tubuh masih dapat menoleransinya.

Baca juga: 5 Pemain Sepak Bola Ini Jauhi Alkohol, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Nah, agar kondisi kesehatanmu tetap terjaga, kamu harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengandalkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Bicarakan seputar masalah kesehatan dan rencana pola hidup yang akan dijalankan. Yuk, download Halodoc sekarang!