02 March 2018

Mulai Kerepotan, Ini 5 Cara Hadapi Anak Malas Belajar

Mulai Kerepotan, Ini 5 Cara Hadapi Anak Malas Belajar

Halodoc, Jakarta – Seiring perkembangan zaman dimana hiburan semakin bervariasi dan arus teknologi informasi semakin susah untuk dibatasi, tantangan orangtua zaman sekarang adalah menghadapi anak yang malas belajar. Salah satu trik yang dilakukan orangtua supaya anak mau belajar adalah memberikan kompensasi misalnya memberikan uang, hadiah atau mainan.

Penelitian yang dilakukan Harvard University, “sogokan” semacam ini memang berhasil untuk menghadapi anak yang malas belajar tapi tidak memberikan pemahaman kalau belajar itu memang penting. Ini tidak akan membantu mereka bertahan saat dewasa kelak.  Bukan berarti orangtua tidak disarankan untuk memberikan reward, ya. Namun, lebih baik kalau orangtua menjelaskan alasan kenapa anak harus belajar. Untuk lebih lengkapnya, coba intip trik menghadapi anak malas belajar berikut ini:

  1. Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Berikan pemahaman kepada anak kalau belajar memang sesuatu yang menguntungkan untuk dirinya bukan prestasi orangtua. Tanyakan bagaimana pelajarannya di sekolah, bidang studi apa saja yang jadi favorit, bagaimana hubungannya dengan teman-teman dan para guru. Orangtua juga tidak boleh membandingkan prestasi anak dengan teman-temannya. Ini bukan cara yang tepat menghadapi anak yang malas belajar.

  1. Libatkan Anak untuk Proses Belajar yang Menyenangkan

Mulailah untuk memberi keleluasaan kepada anak untuk menentukan kapan  dan bagaimana belajar yang menyenangkan tersebut. Apakah dia memilih untuk belajar di kamar, di ruang tamu atau di teras. Meja yang lucu, buku tulis dengan gambar tokoh kartun idolanya juga bisa jadi motivasi anak belajar. Tetapkan juga kapan waktu istirahat serta aturan-aturan lainnya. Keleluasaan bukan berarti orangtua tidak memegang kendali, pastikan aturan yang dibuat harus ditepati juga.

  1. Pahami Kelemahan dan Kekuatan Anak

Setiap anak punya ketertarikannya sendiri akan suatu bidang pelajaran. Anak yang satu bisa suka dengan Matematika sedang anak yang lain lebih tertarik dengan Ilmu Alam. Dukung anak untuk sesuatu yang disukainya tapi yakinkan dia untuk tetap mempelajari pelajaran-pelajaran yang kurang disenanginya.

  1. Bantu tapi Jangan Mengambil Alih

Satu kesalahan sederhana yang sering dilakukan orangtua adalah mengambil alih pekerjaan rumah anak atau mengajukan pertanyaan tapi karena tak sabar menunggu anak mengerjakan jadinya dijawab sendiri deh. Bimbing anak untuk menyelesaikan tugasnya, tanyakan apa yang menjadi kesulitan, jelaskan baik-baik kemudian berikan waktu kepada anak untuk menyelesaikan soal-soal tersebut.  

  1. Jadilah Panutan yang Baik untuk Anak

Anak cenderung meniru tingkah-polah orang-orang dewasa di sekitarnya. Ini yang perlu orangtua garis-bawahi. Ketika orangtua meminta anak untuk melakukan sesuatu, menjelaskan mengenai suatu hal dan memberikan aturan dengan alasan itu untuk kebaikan tetapi orangtua tidak melakukannya, bisa jadi semua yang orangtua katakan bisa “mental”.

Contoh sederhanya, orangtua mengatakn supaya anak jangan mudah mengeluh, tetapi anak melihat orangtua suka mengeluh dengan pekerjaannya. Jangan sering-sering menggunakan gadget tapi orangtua sendiri tidak pernah lepas dari gadget, nah lho!

Kalau anak sampai kecanduan gadget banget dan orangtua butuh solusi atau sekadar bertukar pikiran dengan orang yang kompeten di bidangnya bisa kontak Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

  1. Cari Tahu Penyebab Anak Malas Belajar

Bisa jadi anak mengalami pengalaman tidak menyenangkan di sekolah, mendapat perlakuan tidak enak dari teman-teman sebaya atau orangtua memang tidak disiplin. Salah satu contoh, tidak ada batasan menonton televisi, tidak diajarin tanggung-jawab, gampang mengiyakan gertakan anak demi kenyamanan sementara. Bersikap tegas terhadap aturan yang sudah dibuat adalah salah satu cara menghadapi anak yang malas bel