24 August 2018

Mulai MPASI, Pilih Bubur Bayi Olahan atau Homemade

mpasi, menu mpasi bayi, mpasi instan

Halodoc, Jakarta – Saat ini pilihan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sudah semakin beragam. Mulai dari bubur instan, biskuit, dan jenis makanan lunak lain. Baik MPASI yang dijual atau berbentuk olahan, hingga MPASI homemade yang dibuat sendiri di rumah.

Semakin beragam dan banyak pilihan membuat ibu-ibu mungkin bingung harus memilih MPASI olahan atau yang dibuat sendiri di rumah. Sebenarnya, kedua jenis makanan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Membeli MPASI olahan mungkin akan meninggalkan perasaan khawatir, terutama terkait dengan masalah kebersihan makanan dan kandungan zat pengawet atau penyedap rasa tambahan.

Sementara, bagi sebagian ibu mungkin merasa kurang bisa untuk menyiapkan bubur atau MPASI sendiri di rumah. Salah-salah, membuat MPASI sendiri di rumah malah bisa menyebabkan makanan yang disajikan kehilangan kandungan nutrisi karena cara pengolahan yang kurang tepat.

Pilihan untuk memberi MPASI olahan atau yang dibuat sendiri sepenuhnya ada di tangan orangtua. Tentu saja kondisi bayi dan pengalaman ibu harus dijadikan pertimbangan dalam memilih jenis makanan.

Menyiapkan MPASI Pertama untuk Si Kecil

Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, ibu harus segera menyiapkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan energi sang buah hati. Salah satu istilah penting yang harus diketahui dalam menyiapkan MPASI adalah "Menu 4 bintang" yang wajib ada pada makanan pertama bayi. Sebenarnya, menyiapkan MPASI pertama untuk Si Kecil merupakan hal yang susah-susah gampang. Sebab dari segi bentuk makanan, variasi, hingga jenis nutrisi harus disesuaikan dengan usia Si Kecil.

Dalam satu hingga dua minggu awal pemberian MPASI bayi, jenis makanan yang disajikan harus berbentuk lumatan atau makanan yang disaring. Selain itu, anak juga dianjurkan untuk diberi satu jenis makanan saja pada masa awal ini. Misalnya, pada hari pertama bayi diberi nasi yang sudah disaring, baru pada hari berikutnya, ganti nasi menjadi kentang atau makanan lain.

Sebaiknya beri jeda waktu setidaknya tiga hari sebelum mengganti menu MPASI. Tujuannya untuk melihat adakah reaksi alergi anak terhadap makanan tertentu. Setelah dua minggu, ibu bisa mencoba mencampur makanan untuk memenuhi menu 4 bintang. Yaitu, sajian MPASI harus mengandung nasi atau karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, serta sayur dan buah.

Kemudian, saat bayi memasuki usia sembilan hingga dua belas bulan, bentuk makanan MPASI harus mulai diubah. Bayi membutuhkan makanan yang memiliki tekstur lebih kasar dari makanan yang disaring. Jenis sajian ini dikenal dengan istilah "makanan tim". Sebab pada usia tersebut, tujuan pemberian MPASI adalah merangsang pertumbuhan gigi pada Si Kecil. Maka penyesuaian tekstur makanan yang masuk ke mulut pun harus disesuaikan.

Tekstur makanan kembali harus diubah saat anak memasuki usia 12 bulan. Pada usia tersebut, anak harus dibiasakan untuk mengonsumsi makanan keluarga yang disajikan dengan cara dicincang. Jadi, jika ibu makan nasi, ikan lele, dan bayam, makanan itu juga yang diberikan pada bayi. Namun, disajikan dengan cara dicincang.

Selain jenis makanan dan variasinya, ibu juga harus memastikan Si Kecil mendapat asupan MPASI sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Bayi berusia 6 bulan, dianjurkan untuk diberi MPASI sekitar setengah sampai sepertiga mangkuk makan. Tujuannya untuk menghindari anak terlalu kenyang dan menolak minum ASI.

Selanjutnya, jumlah asupan makanan yang dibutuhkan akan berubah dan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Selain usia, berat badan serta panjang bayi ternyata juga memengaruhi jumlah kalori yang dibutuhkan. Maka dari itu, sangat penting bagi para orang tua untuk melakukan konsultasi agar mengetahui kebutuhan makan pada bayi.

Tanyakan seputar pemberian MPASI pertama bayi pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips sehat memberi MPASI dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!