22 January 2018

Musim Banjir Tiba! Waspadai 3 Penyakit Ini

Musim Banjir Tiba! Waspadai 3 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta – Curah hujan yang memiliki intensitas tinggi dapat menyebabkan terjadinya banjir. Banyaknya genangan air, hawa dingin, serta sering melakukan kontak atau berkumpul di dalam ruangan dengan orang atau benda yang telah terkontaminasi virus dapat membuat kamu tertular penyakit tertentu di musim banjir seperti sekarang ini.

Dengan mengenali berbagai penyakit umum yang biasa terjadi di musim banjir akan membuat kamu lebih waspada dan lebih siap dalam menanganinya serta mencegahnya. Apalagi jika lingkungan tempat tinggal atau yang sering kamu lewati berisiko terkena banjir, maka waspadai kemungkinan terjadinya beberapa penyakit seperti berikut:

  1. Leptospirosis

Penyakit musim banjir seperti Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira yang biasanya disebarkan oleh hewan seperti tikus, sapi, babi dan anjing. Di antara hewan penyebar tersebut, tikus adalah hewan penyebab paling umum dan harus lebih diwaspadai. Kamu lebih berisiko terkenal penyakit ini jika bersentuhan langsung dengan aliran atau kubangan air.

 

Adapun gejala terjadinya penyakit leptospirosis yaitu flu ringan, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah dan terdapat ruam pada kulit. Jika infeksi dibiarkan hingga menjadi lebih parah, maka bisa mengakibatkan pendarahan di dalam tubuh dan terjadinya gagal organ (otak, ginjal, paru-paru, hati) hingga mengancam keselamatan jiwa.

 

  1. Kolera

Kolera adalah salah satu penyakit musim banjir lainnya yang dapat diidap para korban banjir. Penyakit ini disebabkan oleh seseorang yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Vibrio colerae masuk ke dalam tubuh manusia lalu mengeluarkan racun di dalam usus dan menyebabkan si pengidap terkena diare serta muntah-muntah hingga dehidrasi dan bahkan kehilangan nyawa.

 

Adapun tanda dehidrasi pada seseorang dapat dilihat dari makin cepatnya denyut jantung, hilangnya kekenyalan kulit, sering merasa haus, kram otot dan tekanan darah rendah. Selain itu, mulut, tenggorokan, hidung dan kelopak mata menjadi kering.

 

Air banjir berisiko membawa berbagai kotoran yang membuat sumber air minum terkontaminasi bakteri penyebab kolera. Bakteri kolera bisa juga menempel pada sayuran yang ditanam di daerah yang pengairannya terkontaminasi oleh kotoran manusia. Atau juga melalui konsumsi ikan atau seafood yang berasal dari perairan yang tercemar dan dimasak kurang matang.

 

  1. Demam Tifoid (Tifus)

Sanitasi yang buruk dapat membuat penyakit musim banjir seperti tifus ini dialami oleh seseorang dengan gejala penyakit yang dialami seperti sakit perut, sembelit, diare dan juga sakit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang mencemari makanan dan juga minuman.

 

Gejala lainnya yang umum ditemukan yaitu tubuh terasa lelah, nyeri otot, keluar keringat berlebih, batuk kering, muncul ruam pada kulit, kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan secara drastis.

 

Selain 3 penyakit musim banjir yang umum terjadi disaat seperti ini, kamu juga perlu mewaspadai munculnya penyakit seperti demam berdarah, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), penyakit kulit, dan penyakit saluran pencernaan.

 

Sebelum penyakit musim banjir menyerang kamu, cegahlah dengan membiasakan diri untuk menerapkan perilaku sehat, menghindari makanan dan minuman dari hewan-hewan yang dapat berpotensi menularkan penyakit, mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas, menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan ketika bekerja di tempat kotor atau pada saat banjir.

 

Periksakan kesehatan kamu dengan melakukan diskusi bersama ke berbagai dokter ahli terpercaya yang ada di Halodoc. Halodoc menghubungkan kamu untuk bebas berbicara dengan dokter melalui Chat, Video/Voice Call di mana saja dan kapan saja. Layanan Pharmacy Delivery di Halodoc juga memberikan kamu kemudahan untuk mendapatkan obat atau vitamin yang hanya sampai ke tujuan dalam waktu satu jam saja. Download terlebih dahulu aplikasinya di App Store dan Google Play sebelum menggunakannya.

BACA JUGA: Tips Cegah Sakit Saat Kehujanan