Musim Hujan Datang, Antioksidan Bisa Cegah Flu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
musim-hujan-datang-antioksidan-bisa-cegah-flu-halodoc

Halodoc, Jakarta - Ketika memasuki musim hujan, berbagai macam penyakit rentan menyerang tubuh. Salah satunya adalah flu. Selain selalu menyiapkan payung atau jas hujan, kamu juga perlu menyiapkan antioksidan yang dapat mencegah kemunculan flu di musim hujan.

Flu termasuk salah satu penyakit yang menyebalkan dan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Ketika terserang flu, kamu pun jadi selalu mengeluarkan ingus, sehingga menghambat aktivitas harian. Belum lagi rekan kerja akan merasa terganggu atau menghindar karena takut tertular.

Antioksidan Penangkal Flu

Beberapa antioksidan dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, seperti beta karoten serta vitamin C dan E. Nutrisi penting yang terdapat dalam antioksidan tersebut dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, antioksidan bekerja dengan membantu melindungi tubuh dari dalam. Salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan menargetkan “radikal bebas”, yang merupakan molekul yang dapat membahayakan tubuh termasuk membran sel.

Baca juga: Sering Tertukar, Inilah Bedanya Pilek dan Flu

Cara terbaik untuk memasukkan antioksidan dalam diet kamu adalah dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Ketika memasak sayur-sayuran yang kaya antioksidan, gunakan cairan sesedikit mungkin untuk menjaga nutrisi dalam makanan. Direkomendasikan makan lima hingga sembilan porsi buah dan sayuran setiap harinya. Misalnya, seperempat blewah memberi hampir setengah beta karoten yang kamu butuhkan dalam sehari, dan juga menjadi sumber vitamin C. Sedangkan bayam dapat menjadi sumber beta karoten, vitamin C, asam folat, dan magnesium.

Makanan yang kaya akan beta karoten dan karoten lainnya termasuk aprikot, asparagus, hati sapi, bit, brokoli, blewah, wortel, jagung, jambu biji, kangkung, mangga, sawi, nektarin, persik, labu, ubi jalar, jeruk keprok, tomat, dan semangka. Sementara itu, makanan yang kaya vitamin C meliputi brokoli, blewah, kembang kol, kangkung, kiwi, jus jeruk, pepaya, paprika, ubi jalar, stroberi, dan tomat. Makanan yang kaya akan vitamin E di antaranya almond, minyak jagung, minyak ikan kod, hazelnut, lobster, selai kacang, salmon, dan biji bunga matahari.

Baca juga: 4 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Flu

Antioksidan Lengkap dalam Astria

Selain terkandung dalam makanan sehat yang disebutkan sebelumnya, kamu juga dapat menemukan antioksidan dalam satu suplemen Astria. Suplemen ini mampu menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari flu. Astria memiliki kemampuan antioksidan alami 110 kali lipat lebih besar dari vitamin E, dan 6.000 kali lipat lebih besar dari vitamin C. Kandungan yang ada dalam Astria berasal dari bahan-bahan alami yang tidak menyebabkan efek samping apapun, dan lebih praktis dibanding mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin lainnya.

Astria terdiri dari kandungan astaxanthin, yaitu jenis karotenoid yang merupakan pigmen warna merah alami yang umumnya ditemukan dalam sayuran, salmon, dan alga merah. Astaxanthin memiliki kandungan antioksidan 10 kali lipat lebih kuat dibandingkan beta-karoten di dalam kandungan wortel.

Manfaat lainnya dari suplemen Astria yaitu antioksidan tersebut tidak menghasilkan pro-oksidan atau radikal bebas yang baru. Di samping itu, suplemen Astria adalah satu-satunya suplemen antioksidan dengan kemurnian 10 persen lebih merah dalam bentuk oil. Karena semakin merah sebuah suplemen antioksidan, berarti semakin murni. Selain itu, Astria mempunyai keunggulan dapat melawan berbagai jenis radikal bebas yang dapat menyerang tubuh.

Baca juga: Usia 50an Harus Vaksin Flu, Ini 4 Alasannya

Nah, untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari flu, selain mengonsumsi makanan-makanan sehat bervitamin, olahraga rutin, dan tidak merokok, hal lainnya yang perlu kamu lakukan adalah mengonsumsi antioksidan. Kamu dapat dengan mudah membeli suplemen Astria melalui aplikasi Halodoc dalam layanan Beli Obat. Tidak hanya Astria Astaxanthin, kamu juga bisa membeli bermacam suplemen atau obat hanya menggunakan satu aplikasi. Ayo, download aplikasinya segera, ya!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Starve a Cold, Feed a Fever?