Nafsu Makan Meningkat, Patuhi Aturan Ini Saat Lebaran

Lebaran Sehat, lebaran 2019

Halodoc, Jakarta - Tidak terasa bulan puasa sudah terlewati. Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, hal yang paling ditunggu-tunggu biasanya adalah hidangan khas Hari Raya. Ya, makanan di hari lebaran selalu identik dengan makanan berlemak dan bersantan, seperti opor, rendang, dan gulai. Tanpa kamu sadari, kamu bisa menyantap hidangan tersebut secara berlebihan, lho.

Atur Pola Makan Saat Lebaran

Kamu perlu waspada, bisa-bisa setelah lebaran malah mengalami gangguan kesehatan akibat berlebihan dalam mengonsumsi santapan lebaran. Kira-kira bagaimana ya mengatur pola makan saat lebaran tanpa menjauhi makanan-makanan lezat di hari lebaran? Yuk, simak penjelasan berikut!

Baca Juga: 5 Tips Lebaran Sehat

  1. Jangan Lapar Mata

Mungkin kamu sudah memiliki niat untuk tidak berlebihan dalam menyantap hidangan lebaran. Namun, niat tersebut biasanya sirna setelah melihat semua hidangan lezat ada di atas meja makan. Akhirnya, lapar mata pun tidak bisa dikendalikan.

Sebenarnya, kamu bisa menyiasati hal tersebut dengan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama keluarga atau teman saat silaturahmi lebaran. Makan saat Hari Raya hanyalah pelengkap. Jadikan silaturahmi sebagai tujuan utama kamu berkumpul. Jangan langsung menuju meja makan atau mengambil kue-kue kering.

  1. Berhenti Sesudah Kenyang

Kamu akan cenderung makan berlebih, karena saat kamu selesai makan, perbincangan di meja makan masih berlanjut dan kamu pun menambah porsi makan kamu. Selain itu, mungkin kamu secara tidak sadar mengambil berbagai camilan yang disediakan di hadapan kamu.

Untuk itu, sebelum makan cobalah untuk mengisi piring kamu dengan makanan yang benar-benar ingin kamu makan dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan kamu. Kemudian, makanlah dengan perlahan. Saat kamu sudah selesai, jauhkan piring kosong dari hadapan kamu untuk mencegah kamu mengambil makanan lagi.

Baca Juga: Kadar Kolesterol Baik di Dalam Tubuh Rendah, Apa Bahayanya?

  1. Utamakan Menu Sayuran

Saat mengambil makanan, penuhilah piring kamu dengan sayuran. Sayur-mayur akan membantu kamu cepat kenyang dengan kandungan seratnya yang tinggi. Dengan begitu, kamu pun akan tercegah untuk makan berlebih.

Pilihlah jenis sayur yang tidak bersantan. Namun, jika tidak ada, kamu bisa tetap mengonsumsi sayuran bersantan. Hanya saja, kurangi jumlah kuah santan yang kamu konsumsi. Santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

  1. Hindari Daging Berlemak

Makanan olahan daging menjadi yang paling digemari saat Hari Raya, baik daging sapi, kambing, maupun ayam. Terutama daging merah, cenderung tinggi akan lemak jenuh. Meski konsumsi daging tidak sepenuhnya dilarang, kamu dapat menyiasati lemak yang ada pada daging.

Misalnya, jika kamu makan ayam, kamu dapat memilih bagian dada dibanding paha atau sayap, karena bagian dada cenderung lebih sedikit kandungan lemaknya. Di samping itu, sebisa mungkin hindari memakan bagian kulit, karena lemak yang dimiliki unggas biasanya tersimpan di kulit.

  1. Batasil Minuman Mengandung Gula

Sirup dan soda menjadi jenis minuman yang paling banyak disajikan saat lebaran. Tentu sebaiknya kamu tidak terlalu banyak mengonsumsi jenis minuman tersebut, karena biasanya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Dalam satu sendok makan sirup terdapat 53 kalori yang hampir seluruhnya berasal dari karbohidrat. Selain itu, di dalam satu sendok makan sirup juga mengandung 10 gram gula pasir.

Soda pun tidak jauh berbeda, setiap gelasnya mengandung pemanis, apalagi soda diet yang biasanya mengandung pemanis buatan sebagai pengganti gula. Batasi konsumsi minuman tersebut untuk mencegah kamu menimbun kalori tanpa kamu sadari.

Baca Juga: Puasa Menurunkan Kolesterol Tubuh, Benarkah?

Itulah aturan makan saat lebaran yang sebaiknya kamu patuhi. Jika kamu menjalaninya, dijamin kamu akan sehat setelah lebaran. Namun, jika kamu mengalami masalah kesehatan saat lebaran berlangsung, jangan ragu untuk segera mengomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google.