Ad Placeholder Image

Newborn Sering BAB: Normal Kok, Jangan Khawatir!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Newborn Sering BAB? Santai, Ini Tanda Bayi Sehat

Newborn Sering BAB: Normal Kok, Jangan Khawatir!Newborn Sering BAB: Normal Kok, Jangan Khawatir!

Newborn Sering BAB: Normal atau Perlu Khawatir?

Banyak orang tua baru merasa khawatir saat melihat frekuensi buang air besar (BAB) bayi baru lahir yang sangat sering. Padahal, kondisi newborn sering BAB merupakan hal yang sangat normal dan menjadi indikator sistem pencernaan bayi bekerja dengan baik. Terutama bayi yang mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif, frekuensi BAB bisa mencapai 3 hingga 10 kali sehari, atau bahkan setiap selesai menyusu.

Kondisi ini disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang masih beradaptasi dan adanya refleks gastrokolik yang kuat. Feses bayi cenderung cair, berwarna kuning kehijauan, serta memiliki bau yang sedikit asam. Selama berat badan bayi naik secara optimal dan bayi tampak aktif serta sehat, orang tua tidak perlu merasa khawatir.

Mengapa Newborn Sering BAB adalah Normal?

Sistem pencernaan bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan dan adaptasi dengan lingkungan luar rahim. Tubuhnya sedang belajar memproses nutrisi dari ASI atau susu formula. Kondisi ini membuat proses pencernaan berlangsung lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Refleks gastrokolik, yaitu respons alami tubuh untuk mengosongkan usus setelah menerima asupan makanan, juga sangat kuat pada bayi. Setiap kali bayi menyusu, refleks ini terpicu, sehingga memicu keinginan untuk BAB.

Penyebab Bayi Baru Lahir Sering BAB

Frekuensi BAB yang tinggi pada newborn bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini:

  • Refleks Gastrokolik yang Kuat

    Ini adalah refleks alami yang membuat usus besar berkontraksi setelah lambung terisi makanan. Pada bayi, refleks ini bekerja sangat efisien, menyebabkan mereka sering BAB segera setelah atau selama menyusu.

  • Sistem Pencernaan Belum Matang

    Saluran pencernaan bayi belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat makanan bergerak lebih cepat melalui usus. Akibatnya, waktu transit feses menjadi lebih singkat.

  • Asupan ASI Eksklusif

    ASI memiliki efek laksatif alami, yang berarti dapat melancarkan BAB. ASI sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi, sehingga menghasilkan lebih sedikit sisa padat. Bayi yang diberi ASI eksklusif cenderung BAB lebih sering dan fesesnya lebih cair.

  • Ukuran Perut yang Kecil

    Lambung bayi baru lahir berukuran sangat kecil. Mereka membutuhkan asupan makanan secara sering dan dalam porsi kecil. Setiap kali menyusu, sistem pencernaan langsung bekerja memproses ASI, memicu pengosongan usus.

  • Metabolisme Tubuh yang Cepat

    Bayi memiliki metabolisme yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya yang pesat. Proses metabolisme yang cepat ini berkontribusi pada seringnya pengosongan usus.

Ciri-ciri BAB Newborn yang Normal

Penting bagi orang tua untuk mengenali karakteristik feses bayi yang normal. Ciri-ciri BAB newborn yang sehat adalah:

  • Warna

    Kuning cerah, kuning mustard, atau kuning kehijauan. Pada beberapa hari pertama, feses bisa berwarna hitam kehijauan (mekonium) yang kemudian berubah.

  • Konsistensi

    Cair atau sangat lembek, terkadang seperti ada butiran-butiran kecil. Konsistensi ini wajar, terutama untuk bayi yang disusui.

  • Bau

    Berbau asam ringan, tidak terlalu menyengat seperti feses orang dewasa.

  • Frekuensi

    Bisa 3-10 kali sehari, bahkan setiap selesai menyusu. Frekuensi ini umumnya akan berkurang setelah bayi berusia 1-2 bulan.

Kapan Harus Khawatir Jika Newborn Sering BAB?

Meskipun sering BAB adalah normal, ada beberapa tanda yang mengindikasikan bayi mungkin membutuhkan perhatian medis. Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Feses sangat cair, disertai demam, rewel, atau kurangnya nafsu makan (tanda diare).
  • Terdapat darah atau lendir berlebihan dalam feses.
  • Feses berwarna putih pucat atau abu-abu.
  • Bayi tampak lemas, lesu, atau menunjukkan tanda dehidrasi (bibir kering, mata cekung, ubun-ubun cekung, kurang buang air kecil).
  • Berat badan bayi tidak naik sesuai grafik pertumbuhan yang seharusnya.

Kesimpulan

Frekuensi BAB yang tinggi pada bayi baru lahir merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang dan adaptasi sistem pencernaannya. Fokus utama yang perlu diperhatikan adalah kondisi umum bayi: apakah berat badan naik dengan baik, bayi tampak aktif, dan tidak ada tanda-tanda sakit. Jika ada kekhawatiran mengenai pola BAB atau kesehatan bayi secara keseluruhan, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi dan penanganan yang tepat. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter terpercaya yang dapat membantu menjawab pertanyaan orang tua.