02 May 2018

Ngidam Makanan Asin? Mungkin Ini Sebabnya

Ngidam Makanan Asin? Mungkin Ini Sebabnya

Halodoc, Jakarta – Bagi sebagian orang, makanan asin atau gurih lebih “menggoda”. Itu sebabnya, mereka lebih memilih untuk mengonsumsi makanan asin dibandingkan makanan lainnya. Tapi, kenapa ya? Apakah makanan asin memang bikin kecanduan? Cari tahu faktanya di sini, yuk!

(Baca juga: Anak Lebih Baik Makan Manis atau Asin?)

Makanan Asin Bikin Ketagihan, Benarkah?

Pada makanan asin, efek “candu” datang dari penyedap rasa yang digunakan saat mengolah makanan (monosodium glutamate/MSG). Kandungan tersebut akan mengaktifkan bagian otak yang memicu rasa puas saat mengonsumsi makanan asin. Itu sebabnya, semakin sering kamu mengonsumsi makanan asin, maka semakin hambar cita rasa di mulut saat kamu mengonsumsi makanan dengan cita rasa lain. Studi tahun 2011 di Australia juga menunjukkan bahwa otak merespon natrium/sodium yang dikonsumsi sama seperti ketika otak merespon nikotin. Itulah kenapa beberapa orang susah menghindari makanan asin. Jadi, jangan heran jika ada orang yang ketagihan makanan asin atau merasa belum lengkap jika belum mengonsumsi makanan asin.

4 Penyebab Ngidam Makanan Asin

Ada beberapa faktor yang membuat kamu ngidam makanan asing. Apa saja ya?

1. Faktor Stres

Ngidam makanan tertentu saat stres merupakan respon alami tubuh untuk mengurangi tekanan psikis yang dirasakan. Pilihan makanannya juga beragam, ada yang memilih makanan manis dan ada pula yang memilih makanan asin. Jadi, kalau kamu sedang stres dan tiba-tiba ngidam makanan asin, sah-sah saja kok. Sebab, studi dari Universitas Florida juga menyebutkan bahwa asupan garam yang diperoleh dari makanan asin dapat mengurangi jumlah hormon penyebab stres (kortisol) dan meningkatkan hormon pencipta rasa bahagia (oksitoksin).

2. Kurang Tidur

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menyebutkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung menyantap makanan asin dibandingkan yang tidur cukup. Ini karena saat kamu kurang tidur, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin lebih banyak sehingga meningkatkan nafsu makan. Alhasil, otak akan memerintahkan tubuh untuk mencari makanan yang cenderung manis, asin, dan gurih demi memenuhi kepuasaan tersendiri.

(Baca juga: 6 Bahaya Sering Mengonsumsi Makanan Asin)

3. Dehidrasi

Saat kamu dehidrasi, tubuh membutuhkan lebih banyak garam untuk menstabilkan elektrolit di dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan asin. Sebab, makanan asin dipercaya dapat mengembalikan keseimbangan cairan tubuh karena kandungan natrium di dalamnya.

4. Penyakit Addison

Ngidam makanan asin juga bisa menjadi gejala penyakit addison. Sebab, kondisi ini membuat kelenjar adrenal gagal memerintahkan ginjal untuk menyimpan sejumlah sodium di dalam tubuh. Alhasil, tubuh akan terus-menerus berusaha memenuhi kebutuhan sodium yang gagal disimpan dengan mengonsumsi makanan asin.

Sesuka apa pun kamu dengan makanan asin, kamu tetap perlu membatasi asupan garam harian. Idealnya, asupan garam harian adalah 5 gram atau setara 1 sendok teh sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Nah, agar kesehatan kamu tetap terjaga, kamu perlu memantau kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain secara rutin. Karena tanpa kontrol yang baik, kadar kolestrol, gula darah, dan lain yang tinggi bisa memengaruhi kesehatan kamu.

Kabar baiknya, sekarang kamu sudah bisa melakukan pengecekan kesehatan di rumah. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Lab Service untuk memillih jenis pengecekan yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu bisa menentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi, yuk gunakan Halodoc sekarang juga!