• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri saat Mengunyah bisa Jadi Gejala Periodontitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri saat Mengunyah bisa Jadi Gejala Periodontitis

Nyeri saat Mengunyah bisa Jadi Gejala Periodontitis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Maret 2022

"Salah satu periodontitis adalah muncul rasa nyeri, terutama saat mengunyah makanan. Penyakit ini terjadi karena ada bakteri yang menumpuk dan menjadi plak pada pangkal gigi, sehingga akan merusak jaringan di sekitar gigi dan menimbulkan abses gigi."

Nyeri saat Mengunyah bisa Jadi Gejala Periodontitis

Halodoc, Jakarta – Saat seseorang tengah mengidap periodontitis, bakteri akan menumpuk dan menjadi plak pada pangkal gigi, sehingga akan merusak jaringan di sekitar gigi dan menimbulkan abses gigi. Kondisi ini bahkan berisiko menyebabkan kerusakan tulang. Yuk, ketahui penjelasan selengkapnya di sini.

Periodontitis, Infeksi, dan Peradangan pada Gusi

Periodontitis merupakan infeksi dan peradangan yang terjadi pada gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga pada gigi. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi, bahkan dapat mengakibatkan kerontokan pada gigi. Kondisi ini banyak dialami oleh remaja.

Periodontitis merupakan suatu kondisi yang sering terjadi, tetapi sebagian besar kasusnya dapat dicegah. Periodontitis dapat terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk. Saat kondisi ini terjadi, bakteri menumpuk sebagai plak pada pangkal gigi, sehingga merusak jaringan di sekitar gigi dan mengakibatkan abses gigi. Bahkan, kondisi ini bisa berisiko menyebabkan kerusakan pada tulang.

Sering Nyeri Saat Mengunyah Makanan, Hati-Hati Terkena Periodontitis

Jika kamu sering merasa nyeri saat sedang mengunyah makanan, bisa jadi kamu sedang mengidap penyakit ini. Pada pengidap periodontitis, gejala yang muncul meliputi:

  • Gigi goyah dan tanggal.
  • Gusi terasa lunak ketika disentuh.
  • Adanya penumpukan plak dan karang gigi.
  • Mulut terasa tidak nyaman dan bau pada mulut.
  • Gusi bengkak dan berwarna merah atau keunguan.
  • Nanah yang keluar dari daerah antara gigi dan gusi.
  • Jarak antara satu gigi dengan yang lainnya terasa renggang.
  • Terbentuk kantung atau ruang yang berkembang di antara gigi dan gusi.
  • Adanya penyusutan pada gusi, sehingga ukuran gigi terlihat lebih tinggi dari ukuran biasanya.

Ini yang Jadi Penyebab Periodontitis

Periodontitis disebabkan oleh radang gusi yang tidak terobati yang diawali dengan adanya plak. Plak merupakan penumpukan bakteri saat seseorang tidak menyikat gigi. Plak juga dapat memburuk ketika seseorang makan makanan manis dan mengandung pati. Menyikat gigi sendiri harus dilakukan secara rutin, minimal sehari 2 kali. Mengapa? Karena plak cepat sekali terbentuk kembali, biasanya dalam waktu 24 jam.

Penyebab lainnya adalah karang gigi. Ya, karang gigi merupakan plak yang mengeras pada gigi. Karang gigi lebih sulit dihilangkan dan dapat mengiritasi gusi. Semakin lama plak dan karang gigi berada di gigi seseorang, semakin besar kerusakan yang dapat terjadi. Peradangan dapat menyebabkan tumbuhnya kantung-kantung berisi plak, karang gigi, serta bakteri di antara gusi dan gigi. Faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya periodontitis adalah faktor keturunan, kebiasaan merokok, seseorang yang lanjut usia, gizi yang buruk, kebiasaan merawat gigi yang buruk, penyalahgunaan obat-obatan tertentu, perubahan hormon karena kehamilan maupun menopause, dan sistem imun yang menurun.

Periodontitis bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan gigi, agar terbebas dari bakteri yang menyebabkannya. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan supaya terhindar dari penyakit periodontitis, antara lain:

  • Sikat gigi 2 kali sehari, atau lebih baik lagi setiap setelah makan.
  • Lakukan pembersihan gigi secara rutin, dengan jadwal yang direkomendasi oleh dokter gigi.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut dan ganti setiap 3-4 bulan.
  • Gunakan obat kumur untuk membantu mengurangi plak di antara gigi.

Punya keluhan dengan masalah kesehatan? Lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Lebih mudah dan terpercaya, kan? Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Periodontitis.
Healthline. Diakses pada 2022. Periodontitis.