




Captopril 25 mg 10 Tablet
Rp3.700
Strip
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Captopril 25 mg 10 Tablet mengandung Captopril 25 mg dalam sediaan tablet yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) dan membantu menangani gagal jantung.
Informasi terkait kandungan obat:
Captopril bekerja dengan menghambat enzim ACE (Angiotensin Converting Enzyme) yang berperan mengubah Angiotensin I menjadi Angiotensin II, hormon yang menyempitkan pembuluh darah dan memicu pelepasan Aldosteron; dengan menghambat pembentukan Angiotensin II, pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun, sekaligus mengurangi beban kerja jantung. Captopril tergolong golongan ACE inhibitor generasi pertama dan merupakan ACE inhibitor pertama yang ditemukan; obat ini bekerja relatif cepat (efek penurun tekanan darah mulai terasa dalam 1-1,5 jam) namun berdurasi kerja lebih singkat dibanding ACE inhibitor generasi berikutnya, sehingga umumnya perlu diminum 2-3 kali sehari.
Absorpsi: Diserap cukup baik dari saluran cerna, namun penyerapannya dapat berkurang bila diminum bersama makanan (sebaiknya diminum saat perut kosong); efek penurun tekanan darah mulai terasa dalam 1-1,5 jam setelah pemberian oral.
Distribusi: Ikatan protein plasma rendah, sekitar 25-30%.
Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati; sebagian besar dosis diekskresikan dalam bentuk utuh.
Ekskresi: Terutama melalui urine; waktu paruh eliminasi sekitar 1,9 jam pada individu dengan fungsi ginjal dan jantung normal (memanjang menjadi sekitar 2 jam pada gagal jantung, dan hingga 20-40 jam pada gangguan ginjal berat/anuria).
Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.

Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
1 tablet (25 mg), 2-3 kali sehari, diminum saat perut kosong (1 jam sebelum makan), dosis disesuaikan bertahap oleh dokter sesuai respons tekanan darah.
Dosis lazim Captopril pada dewasa: Hipertensi - dosis awal 12,5-25 mg dua kali sehari, dapat dinaikkan bertahap dengan jarak minimal 2 minggu hingga maksimal 150 mg per hari terbagi 2 dosis (lansia: dosis awal 6,25 mg dua kali sehari dengan titrasi serupa). Gagal jantung - dosis awal 6,25-12,5 mg, 2-3 kali sehari di bawah pengawasan dokter, dinaikkan bertahap hingga maksimal 150 mg per hari terbagi beberapa dosis. Pasca infark miokard (dalam 24 jam, pasien stabil) - dosis awal 6,25 mg, dilanjutkan 12,5 mg setelah 2 jam, lalu 25 mg setelah 12 jam, dinaikkan bila dapat ditoleransi hingga 50 mg dua kali sehari selama 4 minggu. Nefropati diabetik (diabetes tipe 1) - 75-100 mg per hari terbagi beberapa dosis.
Dosis perlu diturunkan pada gangguan fungsi ginjal sesuai tingkat keparahan; dosis awal harian maksimal berkisar 6,25-50 mg tergantung derajat gangguan ginjal, sesuai penilaian dokter.
Aturan Pakai
Diminum saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum makan, karena makanan dapat mengurangi penyerapan obat.
Telan tablet utuh dengan segelas air; dosis pertama sebaiknya diminum menjelang tidur malam untuk mengantisipasi efek penurunan tekanan darah yang berlebihan (efek hipotensi dosis pertama).
Minum pada jam yang kurang lebih sama setiap hari agar tekanan darah terkendali secara stabil.
Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak tanpa anjuran dokter.

Kategori Kehamilan:
Obat ini berisiko tinggi untuk ibu hamil dan janin. Hanya gunakan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya, dengan pengawasan ketat dokter.
Perhatian
Dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis (hipotensi) terutama setelah dosis pertama, khususnya pada pasien yang sudah menggunakan diuretik dosis tinggi, mengalami dehidrasi, atau gagal jantung berat - dosis pertama sebaiknya diberikan dengan pengawasan dan sebaiknya menjelang tidur malam.
Dapat meningkatkan kadar kalium darah (hiperkalemia), terutama pada gangguan fungsi ginjal, diabetes, lansia, atau penggunaan bersama suplemen kalium/diuretik hemat kalium - pemantauan kadar kalium dianjurkan, terutama pada awal terapi.
Dapat menyebabkan batuk kering yang menetap sebagai efek khas golongan ACE inhibitor - bila mengganggu, konsultasikan ke dokter untuk pertimbangan penggantian obat.
Jarang namun serius, dapat menyebabkan angioedema (bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan yang dapat mengancam jiwa) - segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis darurat bila muncul gejala ini.
Pemeriksaan fungsi ginjal dan elektrolit dianjurkan sebelum memulai terapi dan dipantau secara berkala selama pengobatan, terutama pada gangguan fungsi ginjal.
Kehamilan: Captopril dikontraindikasikan pada kehamilan karena dapat membahayakan janin (memengaruhi tekanan darah dan fungsi ginjal janin/bayi baru lahir, kelainan tulang tengkorak, serta kekurangan cairan ketuban) - segera hentikan dan konsultasikan ke dokter bila mengetahui sedang hamil.
Menyusui: Hindari penggunaan pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan terutama pada bayi prematur (risiko hipotensi berat pada bayi); dapat digunakan pada ibu menyusui bayi yang lebih besar bila benar-benar diperlukan, dengan pemantauan tekanan darah bayi.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Captopril atau golongan ACE inhibitor lain (termasuk riwayat angioedema akibat ACE inhibitor). Kehamilan. Riwayat angioedema herediter atau idiopatik.
Efek Samping
Umum:
Insomnia (sulit tidur), gangguan pada lambung (termasuk tukak lambung), dan batuk kering.
Tidak umum:
Nafsu makan menurun, rasa kemerahan pada wajah (flushing), lemas (malaise), pucat, fenomena Raynaud (jari tangan/kaki memucat dan kebas saat terpapar dingin), nyeri sendi, kebingungan, disfungsi ereksi, demam, dan gangguan pernapasan.
Jarang:
Anemia (termasuk anemia aplastik), gangguan autoimun, henti jantung, syok kardiogenik, gangguan pembuluh darah otak, depresi, pembesaran payudara pada pria (ginekomastia), gangguan fungsi hati, kadar gula darah rendah (hipoglikemia), proteinuria, penglihatan kabur, agranulositosis, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, sindrom Stevens-Johnson, dan trombositopenia.
Sangat jarang namun serius:
Angioedema (bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan yang dapat mengancam jiwa) dan reaksi hipersensitivitas berat, terutama bila dikombinasikan dengan Allopurinol.
Interaksi Obat
NSAIDs (ibuprofen, indometasin, naproksen, celecoxib, dll) : Menurunkan efek antihipertensi captopril; meningkatkan risiko nefrotoksisitas. Diuretik hemat kalium (spironolakton, amilorid, triamteren) : Risiko hiperkalemia berat (dapat menyebabkan aritmia). Suplemen kalium / pengganti garam tinggi kalium : Meningkatkan risiko hiperkalemia. Obat diabetes (insulin, sulfonilurea: gliclazide, dll) : Risiko hipoglikemia terutama awal terapi. Lithium : Peningkatan kadar lithium dalam darah berpotensi risiko toksisitas lithium (tremor, kejang, gagal ginjal). Imunosupresan mTOR inhibitor (sirolimus, temsirolimus, everolimus) : Risiko tinggi angioedema. Obat injeksi emas (sodium aurothiomalate) : Bisa memicu reaksi nitritoid (flushing, hipotensi, mual, muntah). Procainamide, allopurinol : Kombinasi dengan ACE inhibitor dapat meningkatkan risiko leukopenia / neutropenia. Obat gout (probenesid, allopurinol) : Risiko toksisitas darah lebih tinggi. Obat psikiatri (amitriptilin, risperidone, clozapine) : Risiko efek samping hematologi (penekanan sumsum tulang), hipotensi ortostatik.

Indikasi Umum
Hipertensi (tekanan darah tinggi); gagal jantung kongestif (biasanya sebagai terapi tambahan bersama diuretik dan/atau digoksin); terapi jangka pendek pasca serangan jantung (infark miokard) pada pasien yang stabil secara klinis; pencegahan gagal jantung simtomatik pasca infark miokard pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri tanpa gejala; nefropati diabetik pada penderita diabetes tipe 1.
Komposisi
Captopril 25 mg.
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Generic Manufacturer
Kemasan
Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
No. Registrasi
BPOM: GKL0408511410C1*
*) Obat ini merupakan obat Generik. Nomor Registrasi dapat berbeda sesuai dengan ketersediaan stock Apotek.
Nomor Sertifikasi Halal:
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/captopril)
British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Monograf Captopril, p.183.
Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Captopril, p.1167-1174 (mengikuti penomoran halaman file yang tersedia; edisi ini adalah konversi digital dari database Lexi-Drugs Online).
Preston CL (ed). Stockley's Drug Interactions Pocket Companion 2015. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2015. ACE inhibitors + Allopurinol p.1; ACE inhibitors + Aspirin p.3; ACE inhibitors + Diuretics p.5; ACE inhibitors + Lithium p.7.Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 06 Okt 2026

Amlodipine 5 mg 10 Tablet
Rp4.700 - Rp12.400

Amlodipine 10 mg 10 Tablet
Rp7.700 - Rp17.800

Candesartan 8 mg 10 Tablet
Rp9.000 - Rp51.100

Spironolactone 25 mg 10 Tablet
Rp7.400 - Rp7.400

