
Celebrex 200 mg 10 Kapsul
Rp214.100
Strip
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi & Manfaat
Deskripsi
Informasi ini ditujukan bagi Tenaga Medis dan Kesehatan. Obat ini tergolong Obat Keras, sehingga penggunaan obat harus berdasarkan hasil konsultasi atau resep dokter.
Celebrex 200 mg merupakan obat yang mengandung Celecoxib 200 mg. Celecoxib 200 mg adalah obat golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS), secara spesifik termasuk dalam sub-golongan Penghambat Selektif COX-2. Obat ini digunakan untuk mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit di tubuh.
Informasi umum terkait kandungan:
Berbeda dengan OAINS biasa (seperti Ibuprofen) yang menghambat enzim COX-1 dan COX-2, Celecoxib lebih fokus menghambat enzim COX-2. Enzim ini bertanggung jawab memproduksi prostaglandin yang menyebabkan nyeri dan peradangan. Karena tidak terlalu menghambat COX-1 (yang melindungi lapisan lambung), Celecoxib cenderung lebih ramah di lambung dibandingkan obat pereda nyeri konvensional lainnya.

Dosis & Aturan Pakai
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Dewasa
Osteoarthritis (OA) & Spondilitis ankilosa : 200 mg, 1 kali sehari 1 kapsul atau 100 mg, 2 kali sehari 1 kapsul. Max.400 mg per hari.
Rheumatoid arthritis (RA) : 100-200 mg 2 kali sehari. Max.400 mg per hari.
Maksimal penggunaan 7 hari
Aturan Pakai
Sesudah makan

Informasi Keamanan
Kategori Kehamilan: C Butuh Perhatian
Obat ini memiliki risiko untuk ibu hamil dan janin. Konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan alternatif lain.
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Pasien dengan riwayat komplikasi gastrointestinal (misalnya ulserasi dan perdarahan), hipertensi, diabetes mellitus, hiperlipidemia. Gangguan hati sedang. Anak-anak dan orang tua. Kehamilan (trimester 1-2).
Katagori kehamilan :
Kategori C (sebelum usia kehamilan 30 minggu) : Mungkin berisiko.
Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.
Kategori D (dimulai pada usia kehamilan 30 minggu) : Terbukti berisiko terhadap janin.
Meski demikian, obat masih dapat digunakan jika obat diperlukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa, atau penyakit serius, dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif.
kontraindikasi
Hipersensitivitas (alergi parah) terhadap celecoxib, aspirin, sulfonamida, atau obat NSAID lainnya. Riwayat Reaksi Alergi: Pernah mengalami asma, urtikaria (biduran), rhinitis akut (pilek parah mendadak), polip hidung, angioneurotik edema (pembengkakan di bawah kulit), atau reaksi tipe alergi lainnya setelah minum aspirin atau NSAID lain.Masalah Pencernaan: Sedang mengalami luka lambung (tukak peptik) aktif atau pendarahan saluran cerna.Penyakit Usus: Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease).Kondisi Jantung & Pembuluh Darah:Gagal jantung kongestif (CHF) tingkat sedang hingga berat (NYHA II-IV).Penyakit jantung iskemik yang sudah terdiagnosis.Penyakit serebrovaskular (seperti riwayat stroke).Penyakit arteri perifer.Bedah Jantung: Digunakan dalam lingkup operasi bypass jantung (CABG).Gangguan Organ Berat:Gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin < 30 mL/menit).Gangguan hati berat (Child-Pugh kelas C atau skor $\ge$ 10).Kondisi Khusus: Selama masa kehamilan dan menyusui.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu.
Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis.
Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Pusing, sakit kepala, perut kembung, diare, mual, dan gejala seperti pilek (hidung tersumbat).
Efek samping serius: Risiko Kardiovaskular: Peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Gangguan Ginjal: Penurunan fungsi ginjal atau retensi cairan (kaki bengkak). Reaksi Kulit: Munculnya ruam kulit yang parah (harus segera dihentikan).
Interaksi Obat
Peningkatan risiko ulserasi gastrointestinal atau perdarahan dengan antikoagulan (misalnya warfarin, apixaban), agen antiplatelet (misalnya aspirin), SSRI, kortikosteroid (misalnya glukokortikoid), NSAID lainnya. Dapat mengurangi efek antihipertensi dari ACE inhibitor, antagonis reseptor angiotensin II, diuretik, -blocker dan agen antihipertensi lainnya. Dapat meningkatkan efek nefrotoksik siklosporin dan tacrolimus. Meningkatkan konsentrasi serum lithium, digoxin dan methotrexate. Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP2C9 (misalnya flukonazol). Penurunan konsentrasi plasma dengan penginduksi CYP2C9 (misalnya rifampisin, karbamazepin, barbiturat). Dapat meningkatkan konsentrasi serum dan toksisitas substrat CYP2D6 (misalnya aripiprazole, perhexiline, atomoxetine).

Detail Produk
Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.
Untuk meredakan nyeri dan peradangan pada Osteoarthritis (OA), Rheumatoid Arthritis (RA), Ankylosing Spondylitis dan Nyeri Akut.
Komposisi
Celecoxib 200 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Pfizer
Kemasan
Dus, 10 Blister @ 10 Kapsul
No. Registrasi
BPOM: DKL2019809701B1
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 19 Jun 2026