Dexaharsen 0.5 mg 10 Kaplet

Rp2.900
Strip
Informasi Ini untuk Kalangan Medis

Deskripsi & Manfaat
Deskripsi & Manfaat
Deskripsi
Dexaharsen 0.5 mg 10 Kaplet mengandung Dexamethasone 0.5 mg dalam sediaan kaplet yang digunakan untuk meredakan peradangan (inflamasi) serta menekan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, pada berbagai kondisi seperti alergi berat, penyakit autoimun, radang sendi, gangguan kulit, hingga pembengkakan otak (kortikosteroid). Informasi terkait kandungan obat: Dexamethasone bekerja meniru hormon kortisol alami tubuh untuk menghentikan pelepasan zat-zat pemicu peradangan, sehingga membantu meredakan bengkak, nyeri, kemerahan, sesak napas akibat asma/PPOK berat, hingga reaksi alergi berat seperti biduran dan sesak akibat anafilaksis; obat ini tergolong glukokortikoid sintetik kerja panjang (long-acting) dengan potensi anti-inflamasi sekitar 25-30 kali lebih kuat dibanding hydrocortisone dan 4-5 kali lebih kuat dibanding prednisone, serta praktis tanpa efek hormon garam (mineralokortikoid), sehingga sering dipilih untuk kondisi peradangan berat maupun sebagai obat pendamping kemoterapi untuk mengurangi mual muntah. Secara molekuler, Dexamethasone berikatan dengan reseptor glukokortikoid intraseluler dan memodulasi transkripsi gen sehingga menghambat sintesis mediator inflamasi (prostaglandin, leukotrien, sitokin) melalui penghambatan fosfolipase A2 dan COX-2, disertai penurunan migrasi leukosit dan permeabilitas kapiler, serta penekanan respons imun humoral dan seluler. Absorpsi: Diserap baik dan hampir sempurna dari saluran cerna; kadar plasma puncak tercapai dalam 1-2 jam. Distribusi: Ikatan protein plasma relatif rendah dibanding kortikosteroid lain (sekitar 68-77%); menembus sawar darah otak dan plasenta, serta masuk ke dalam ASI. Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama melalui enzim CYP3A4 menjadi metabolit yang sebagian besar tidak aktif. Ekskresi: Terutama melalui urin sebagai metabolit dan sebagian kecil dalam bentuk utuh; waktu paruh plasma sekitar 3-4.5 jam, namun waktu paruh biologis (durasi efek jaringan) mencapai 36-72 jam (long-acting). Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.
Dosis & Aturan Pakai
Dosis & Aturan Pakai
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dosis sangat bervariasi tergantung jenis dan beratnya kondisi yang diobati serta respons masing-masing individu. Dewasa: dosis lazim berkisar 0.5-9 mg per hari (setara 1-18 kaplet 0.5 mg), dapat diberikan dalam dosis tunggal atau terbagi 2-4 kali sehari; pada kondisi berat seperti edema serebral, syok, atau eksaserbasi asma/PPOK, dokter dapat memberikan dosis awal yang lebih tinggi. Pada kondisi tertentu (misalnya sebagai antiemetik pendamping kemoterapi) dosis dapat lebih rendah dan hanya diberikan dalam jangka pendek. Anak: dosis disesuaikan berdasarkan berat badan dan kondisi yang diobati sesuai petunjuk dokter. Penggunaan lebih dari beberapa hari (terutama dosis tinggi/jangka panjang) memerlukan penurunan dosis secara bertahap (tapering) saat penghentian untuk mencegah insufisiensi adrenal akut; jangan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa arahan dokter.
Aturan Pakai
Diminum 1 kaplet (0.5 mg) sesuai dosis dan jadwal yang ditentukan dokter, sebaiknya pada pagi hari untuk menyesuaikan dengan ritme kortisol alami tubuh. Kaplet diminum sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung. Jangan menghentikan penggunaan secara tiba-tiba, terutama setelah pemakaian lebih dari beberapa hari/jangka panjang; dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) sesuai arahan dokter untuk mencegah insufisiensi adrenal.
Informasi Keamanan
Informasi Keamanan
Kategori Kehamilan: C
Butuh Perhatian
Obat ini memiliki risiko untuk ibu hamil dan janin. Konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan alternatif lain.
Perhatian
Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak setelah pemakaian jangka panjang; dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut, sehingga dosis harus diturunkan secara bertahap (tapering) sesuai petunjuk dokter. Dapat menutupi tanda-tanda infeksi dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi; hati-hati pada pasien dengan infeksi aktif (termasuk tuberkulosis laten). Dapat meningkatkan kadar gula darah; hati-hati pada penderita diabetes melitus atau riwayat gangguan toleransi glukosa. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis, sindrom Cushing, penekanan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta gangguan pertumbuhan pada anak. Dapat memicu atau memperberat gangguan psikiatri (perubahan mood, insomnia, euforia, hingga psikosis pada dosis tinggi); hati-hati pada pasien dengan riwayat gangguan jiwa. Hati-hati pada pasien dengan hipertensi, gagal jantung kongestif, tukak lambung, osteoporosis, glaukoma, dan katarak.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Dexamethasone atau komponen lain dalam sediaan. Infeksi jamur sistemik yang tidak diobati. Pemberian vaksin hidup (live vaccine) pada pasien yang menerima dosis imunosupresif.
Efek Samping
Umum: insomnia, peningkatan nafsu makan, perubahan suasana hati (mudah gelisah/euforia), kadar gula darah meningkat, perut kembung/dispepsia (biasanya pada penggunaan jangka pendek). Tidak umum/Kurang umum: osteoporosis, insufisiensi/penekanan adrenal, cushingoid (wajah bulat/moon face, penambahan berat badan, penipisan kulit), jerawat, kelemahan otot (miopati), luka sulit sembuh (biasanya pada penggunaan jangka panjang). Jarang: tukak peptikum, katarak subkapsular posterior, glaukoma, psikosis, reaksi alergi.
Detail Produk
Detail Produk
Indikasi Umum
Terapi anti-inflamasi dan imunosupresif pada berbagai kondisi, antara lain: penyakit alergi berat (reaksi anafilaksis, biduran/urtikaria berat, dermatitis kontak berat), penyakit autoimun (lupus eritematosus sistemik, artritis rematoid), eksaserbasi asma bronkial dan PPOK berat, croup pada anak, edema serebral, sebagai terapi tambahan (adjuvant) antiemetik pada kemoterapi kanker, serta dukungan pernapasan pada COVID-19 derajat berat yang membutuhkan terapi oksigen.
Komposisi
Dexamethasone 0.5 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Harsen
Kemasan
Dus, 20 Strip @ 10 Tablet
No. Registrasi
BPOM: DKL1307919504A1
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug) British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Bab Corticosteroid responsive conditions, monograf Dexamethasone, p.718. Martindale: The Complete Drug Reference, Thirty-eighth Edition. London: Pharmaceutical Press; 2014. Bab Corticosteroids, monograf Dexamethasone. Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Dexamethasone (Systemic). Stockley's Drug Interactions: A Source Book of Interactions, Their Mechanisms, Clinical Importance and Management, Ninth Edition. Edited by Karen Baxter. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2010. Bagian interaksi kortikosteroid sistemik.Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis

Diperbarui: 02 Sep 2026

related_medicine
Obat sejenis
Prednicort 4 mg 10 Tablet

Prednicort 4 mg 10 Tablet

Rp56.900 - Rp60.800

Methylprednisolone 4 mg 10 Tablet

Methylprednisolone 4 mg 10 Tablet

Rp5.700 - Rp5.700

Prednicort 8 mg 10 Tablet

Prednicort 8 mg 10 Tablet

Rp82.500 - Rp86.400

Methylprednisolone 8 mg 10 Tablet

Methylprednisolone 8 mg 10 Tablet

Rp15.600 - Rp15.600