Erlamycetin 1% Salep Mata 3.5 g

Rp16.900
Tube
Informasi Ini untuk Kalangan Medis

Deskripsi & Manfaat
Deskripsi & Manfaat
Deskripsi
Erlamycetin 1% Salep Mata 3.5 g adalah obat yang mengandung Chloramphenicol 1% dalam sediaan salep mata untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata. Informasi terkait kandungan obat: Chloramphenicol adalah antibiotik spektrum luas yang bekerja bakteriostatik dengan menghambat sintesis protein bakteri melalui pengikatan pada subunit ribosom 50S, sehingga menghambat pembentukan ikatan peptida (peptidyl transferase). Pada konsentrasi tinggi dapat bersifat bakterisidal terhadap beberapa strain bakteri tertentu (misalnya Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae). Absorpsi: Sediaan oral diserap baik dari saluran cerna; sediaan topikal (mata, telinga, kulit) diserap minimal secara sistemik pada penggunaan wajar. Distribusi: Distribusi luas termasuk cairan serebrospinal; menembus plasenta dan masuk ke ASI. Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui konjugasi glukuronat (sediaan oral); bentuk ester (palmitate) dihidrolisis di saluran cerna menjadi bentuk aktif sebelum diabsorpsi. Ekskresi: Terutama melalui urin sebagai metabolit glukuronida; waktu paruh sekitar 1,5-4 jam pada dewasa dengan fungsi hati normal, dapat memanjang pada gangguan fungsi hati atau pada neonatus (risiko akumulasi/gray baby syndrome). Obat Wajib Apotek No. 3, obat ini dapat diserahkan apoteker tanpa resep baru hanya sebagai pengulangan (refill) dari resep dokter sebelumnya, dengan maksimum 1 tube 5 gram atau 1 botol 5 mL. Pembelian pertama kali atau melebihi batas ini WAJIB RESEP DOKTER.
Dosis & Aturan Pakai
Dosis & Aturan Pakai
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dewasa dan anak: oleskan tipis pada kelopak mata bagian dalam (konjungtiva) 3-4 kali sehari, atau pada malam hari sebagai pelengkap tetes mata yang digunakan pada siang hari. Durasi umumnya tidak lebih dari 5 hari kecuali atas anjuran dokter.
Aturan Pakai
Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat. Tarik kelopak mata bagian bawah, oleskan salep sepanjang sekitar 1 cm pada bagian dalam kelopak mata. Hindari ujung tube menyentuh mata atau permukaan lain untuk mencegah kontaminasi. Penglihatan dapat kabur sesaat setelah pemakaian.
Informasi Keamanan
Informasi Keamanan
Kategori Kehamilan: C
Butuh Perhatian
Obat ini memiliki risiko untuk ibu hamil dan janin. Konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan alternatif lain.
Perhatian
Dapat menyebabkan depresi sumsum tulang yang bersifat reversibel dan berhubungan dengan dosis (terkait durasi/dosis tinggi pada penggunaan sistemik) serta anemia aplastik yang bersifat ireversibel dan idiosinkratik (jarang namun fatal, dapat muncul berminggu-minggu setelah terapi dihentikan); pemantauan darah rutin dianjurkan pada penggunaan sistemik/jangka panjang. Dapat menyebabkan "gray baby syndrome" pada neonatus dan bayi prematur akibat ketidakmatangan metabolisme hati (gejala: muntah, distensi abdomen, sianosis, kolaps kardiovaskular); hindari penggunaan sistemik pada kelompok ini. Untuk sediaan mata/telinga/kulit: hentikan penggunaan bila muncul iritasi, kemerahan, atau reaksi alergi lokal yang tidak biasa. Hindari penggunaan berulang atau jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena risiko toksisitas sumsum tulang meningkat dengan dosis kumulatif. Kehamilan: Hindari terutama pada trimester ketiga (risiko toksisitas neonatal). Menyusui: Dapat masuk ke ASI; hindari penggunaan sistemik selama menyusui.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Chloramphenicol. Riwayat gangguan sumsum tulang/diskrasia darah. Porfiria. Neonatus dan bayi prematur (khususnya sediaan oral/sistemik, risiko gray baby syndrome). Kehamilan trimester ketiga dan mendekati persalinan (sediaan sistemik).
Efek Samping
Umum: Iritasi lokal ringan (rasa perih/terbakar sesaat) pada penggunaan topikal/mata/telinga; mual, muntah, atau diare pada penggunaan oral. Tidak umum: Reaksi hipersensitivitas lokal (kemerahan, gatal) pada penggunaan topikal; sakit kepala, depresi sumsum tulang ringan dan reversibel (leukopenia, trombositopenia sementara) pada penggunaan oral dosis tinggi/jangka panjang. Jarang: Neuritis optik dan neuritis perifer (penggunaan oral jangka panjang); superinfeksi oleh jamur atau bakteri resisten. Sangat jarang: Anemia aplastik ireversibel (idiosinkratik, penggunaan sistemik), gray baby syndrome (neonatus, penggunaan sistemik), reaksi hipersensitivitas sistemik berat.
Detail Produk
Detail Produk
Indikasi Umum
Infeksi bakteri pada mata (konjungtivitis bakteri, blefaritis, keratitis bakteri).
Komposisi
Chloramphenicol 1%
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Erela
Kemasan
Dus, Tube @ 3.5 g
No. Registrasi
BPOM: DKL7206313731A1
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis

Diperbarui: 27 Agu 2026

related_medicine
Obat sejenis
Cendo Protagenta Minidose 0.6 ml

Cendo Protagenta Minidose 0.6 ml

Rp52.100 - Rp52.100

Cendo Xitrol Salep Mata 3.5 g

Cendo Xitrol Salep Mata 3.5 g

Rp51.900 - Rp51.900

Cendo Tobroson Minidose 0.6 ml

Cendo Tobroson Minidose 0.6 ml

Rp41.800 - Rp41.800

Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml

Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml

Rp42.500 - Rp42.500