
Herbesser CD 200 mg 10 Kapsul
Rp207.800
Per Strip
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Informasi ini ditujukan bagi Tenaga Medis dan Kesehatan. Obat ini tergolong Obat Keras, sehingga penggunaan obat harus berdasarkan hasil konsultasi atau resep dokter.
Herbesser CD 200 mg adalah obat yang mengandung bahan aktif Diltiazem HCl 200 mg. Diltiazem adalah obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) atau antagonis kalsium. Diltiazem digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, baik digunakan secara tunggal maupun kombinasi dengan obat lain. Mencegah nyeri dada akibat kurangnya pasokan oksigen ke otot jantung (termasuk angina karena kejang arteri koroner). Dan membantu mengontrol detak jantung yang terlalu cepat pada kondisi tertentu (seperti aritmia).
Informasi umum terkait kandungan:
Diltiazem bekerja dengan cara menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos pembuluh darah dan sel otot jantung. Merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih lancar dan beban kerja jantung berkurang. Menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung dan memperlambat hantaran listrik di jantung (nodus AV), sehingga denyut jantung menjadi lebih teratur dan lambat.

Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Angina Pektoris: 30 mg, diminum 3 hingga 4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan oleh dokter hingga 360 mg per hari jika diperlukan.
Hipertensi: Dosis awal 30�60 mg, diminum 3 kali sehari.
Lansia: DImulai dengan dosis yang lebih rendah dan dipantau lebih ketat karena risiko efek samping yang lebih tinggi pada kelompok usia ini.
Aturan Pakai
Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Kategori Kehamilan:
-
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Blok Jantung: Tidak boleh digunakan pada pasien dengan blok AV derajat 2 atau 3 atau Sick Sinus Syndrome (kecuali jika menggunakan pacu jantung).
Hipotensi: Tidak boleh digunakan jika tekanan darah sangat rendah.
Gagal Jantung: Harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi pompa jantung.
Kehamilan & Menyusui: Masuk dalam Kategori C. Hanya digunakan jika manfaatnya jauh melebihi risikonya bagi janin. Diltiazem dapat masuk ke dalam ASI.
kontraindikasi
Blok AV derajat 2 atau 3 (tanpa alat pacu jantung yang berfungsi), bradikardia berat (<50 denyut/menit), hipotensi (sistolik <90 mmHg), gagal jantung terkompensasi, infark miokard akut, dan kongesti paru. Menyusui. Penggunaan bersamaan dengan ivabradine. IV: Syok kardiogenik, flutter atau fibrilasi atrium yang terkait dengan jalur pintas aksesori (misalnya sindrom Wolff-Parkinson-White atau sindrom PR pendek), takikardia ventrikel (dengan takikardia kompleks lebar [QRS ?0,12 detik]); penggunaan bersamaan dengan atau dalam beberapa jam setelah pemberian penghambat beta IV.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu.
Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis.
Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Pusing, sakit kepala, mual, rasa lemas (fatigue), dan kemerahan pada wajah (flushing). Pembengkakan pada pergelangan kaki atau kaki. Denyut jantung yang melambat secara signifikan. Gangguan pencernaan seperti sembelit atau nyeri lambung.

Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.
Angina, pektoris yang di sebabkan kejang arteri koroner, angina kronis, hipertensi.
Komposisi
Diltiazem HCl200 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Tanabe Indonesia
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Kapsul Pelepasan Lambat
No. Registrasi
BPOM: DKL1025202503B1
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 19 Jun 2026

Amlodipine 5 mg 10 Tablet
Rp6.500 - Rp12.400

Amlodipine 10 mg 10 Tablet
Rp10.100 - Rp18.100

Candesartan Dexa 8 mg 3 Strip (10 Tablet/Strip) - Obat Rutin
Rp18.500 - Rp29.000

Adalat Oros 30 mg 10 Tablet
Rp114.600 - Rp119.300

