Jardiance 25 mg 10 TabletJardiance 25 mg 10 Tablet

Jardiance 25 mg 10 Tablet

Rp233.600 - Rp311.100
Per Strip
*Harga berbeda di tiap apotik
safepackaging

Kemasan aman & personal

24x7Delivery

Siap diantar 24 jam

authStores

Dikirim dari apotek resmi


Deskripsi
JARDIANCE mengandung emplaglifozin. Emplaglifozin inhibitor reversibel natrium-glukosa co-transporter 2 (SGLT2), situs utama reabsorpsi glukosa yang disaring di tubulus berbelit-belit proksimal ginjal. Hal ini mengurangi reabsorpsi glukosa yang disaring dan menurunkan ambang ginjal untuk glukosa, menghasilkan peningkatan ekskresi glukosa urin, sehingga mengurangi konsentrasi glukosa darah. Jardiance digunakan sebagai terapi kombinasi tambahan dengan metformin, sulfonilurea dan atau pioglitazone pada pasien dewasa dengan DM tipe 2 untuk memperbaiki kontrol glikemik apabila diet dan olahraga saja tidak adekuat. Dalam penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS. Terapi kombinasi tambahan dengan metformin, sulfonilurea dan atau pioglitazone pada pasien dewasa dengan DM tipe 2 untuk memperbaiki kontrol glikemik apabila diet & olahraga saja tidak adekuat.
Komposisi
Emplaglifozin
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER Dosis awal yang dianjurkan: 10 mg 1x/ hr. Pada pasien yang toleran thd empaglifozin 10 mg/ hr yg memiliki nilai eGFR ?60 mL/min/1.73 m2 dan membutuhkan kontrol glikemik tambahan, dosis dapat ditingkatkan hingga 25 mg 1x/ hr. Dosis maks harian: 25 mg.
Aturan Pakai
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Tidak untuk pasien dengan diabetes tipe 1 atau ysng menjalani terapui ketoasidosis diabetes. Pasien dengan diet rendah karbohidrat, penyakit akut, kelainan pankreas yang menunjukkan kekurangan insulin, pengurangan dosis insulin, penyalahgunaan alkohol, dehidrasi berat, riwayat ketoasidosis. Resiko penipisan volume pada pasien dengan penyakit KV yang diketahui, pada terapi antihipertensi dengan riwayat hipotensi atau pasien ?75 tahun; Kondisi yang bisa menyebabkan kehilangan cairan misalnya penyakit GI. Gagal jantung (NYHA kelas I-IV), ISK terkomplikasi. Masalah herediter langka dari intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp laktase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Hasil positif palsu pada tes urine glukosa. Dapat mempengaruhi kemampuan menyetir & mengoperasikan mesin. Tidak disarankan penggunaan pada pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, yang menjalani dialisis. Pemeriksaan fungsi ginjal dianjurkan. Kerusakan hati. Hamikl & laktasi. Anak <18 thn. Lansia ?85 tahun. Kategori Kehamilan : Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas. Kasus herediter langka intoleransi galaktosa misalnya galaktosaemia. Pasien dengan gangguan ginjal berat dengan eGFR <45 mL / min / 1.73 m2, kerusakan ginjal berat, penyakit ginjal stadium akhir dan pasien dengan dialisis.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Hipoglikemia, ISK, moniliasis vagina, vulvovaginitis, balanitis & infeksi genital lainnya; peningkatan buang air kecil, deplesi volume. Peningkatan kreatinin darah, hematokrit, serum lipid; penurunan laju filtrasi glomerulus. Ketoasidosis, urosepsis, pielonefritis, reaksi alergi kulit seperti ruam, urtikaria.
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Tablet salut selaput
Manufaktur
Boehringer Ingelheim
No. Registrasi
BPOM: DKI1752503417B1