Alergi

Alergi Makanan dan Jenis Alergi Lain

Makanan yang enak seperti seafood berisi udang, cumi, ikan, hingga kepiting memang sangat menggoda. Rasanya yang khas memberi kepuasan tersendiri ketika memakannya. Sayangnya, alergi sering menghantui kita dan jadi takut untuk makan apalagi banyak. Alergi sendiri adalah reaksi tubuh kita yang salah mengidentifikasi zat seperti makanan sebagai alergen. Alergen dianggap membahayakan walaupun sebenarnya tidak. Setiap kali kontak dengan alergen tadi, tubuh akan meningkatkan produksi IgE atau immunoglobulin yang memicu pelepasan histamin dan terjadilah reaksi alergi. Gejala alergi biasanya berupa ruam kemerahan, kulit gatal, bersin, batuk, sesak napas, hidung berair, bengkak pada bagian tubuh yang terkena zat alergen (seperti wajah, mulut, lidah, dan tenggorokan), mata merah, mual, muntah, sakit perut, dan diare.


Alergi makanan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu immunoglobulin E, non-immunoglobulin E, dan gabungan kedua alergi tersebut. Alergi Immunoglobulin E disebabkan oleh produksi zat antibodi IgE adalah yang paling sering terjadi. Gejalanya bisa dilihat lebih mudah karena gejalanya terjadi langsung setelah mengonsumsi makanan penyebab alergi. Gejalanya  berupa ruam merah dan kulit gatal. Sedangkan, alergi non-immunoglobulin E adalah alergi yang dipicu zat lain. Biasanya gejala yang muncul akan dimulai lebih lama daripada jenis yang pertama. Jenis alergi terakhir adalah gabungan keduanya, biasanya terjadi lebih parah dengan gejala sesak napas.


Selain makanan, ada juga alergi lain yang perlu diwaspadai. Antara lain alergi pernapasan akibat menghirup zat alergen di udara (seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau dan tungau debu), alergi kulit akibat produk kecantikan (seperti makeup, parfum, bahan karet latex, dan sampo), serta alergi dingin yang ditandai dengan kulit gatal, bersin, dan sesak napas.


Jenis Obat untuk Alergi

Ada dua jenis obat yang bisa digunakan untuk mengobati alergi. Pertama, antihistamin untuk meredakan reaksi alergi ringan. Obat ini memiliki jenis bermacam macam. Yang pertama obat antihistamin yang melawan gejala alergi tanpa kantuk, seperti cetirizine, loratadine, fexofenadine, dan diphenhydramine. Obat - obatan ini ada dalam bentuk tablet, sirup, dan tetes. Obat ini hanya perlu diminum sekali dalam sehari atau juga mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker. Yang kedua adalah obat yang mengandung adrenalin. Adrenalin mampu mengatasi jika alergi kamu membuat kamu sulit bernapas. Adrenalin tadi akan memperlebar saluran pernapasan kamu, serta mengatasi syok dengan meningkatkan tekanan darah. Dengan tekanan darah yang lebih tinggi, badan kamu akan  mengusir alergen dengan lebih cepat.


Untuk gejala alergi ringan, kamu bisa langsung bicara dengan dokter di Halodoc, dapatkan resep, dan langsung beli obatnya yang bisa diantar langsung ke tempat kamu. Sehat kini lebih praktis dan mudah bersama Halodoc!