Anti Nyeri

Obat Anti Nyeri

Obat anti nyeri banyak digunakan untuk meredakan nyeri pada otot akibat cedera, jatuh, dan sebagainya. Hal yang perlu diperhatikan adalah, obat anti nyeri tidak digunakan untuk menyembuhkan penyakit, melainkan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri agar kamu bisa beraktivitas dan menjalani prosedur kesehatan lainnya.


Jenis Obat Anti Nyeri

Obat anti nyeri bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa jenis obat anti nyeri yang banyak digunakan beserta manfaatnya: Parasetamol untuk meredakan sakit kepala dan menurunkan demam. Obat anti-inflammatory drugs (NSAID) untuk meredakan  demam dan nyeri. NSAID biasanya bekerja lebih cepat dan efektif karena dapat memanipulasi enzim penyebab nyeri dalam tubuh. Obat umum yang termasuk NSAID adalah ibuprofen, diklofenak, dan naproxen. Obat golongan kortikosteroid, sebaiknya hanya digunakan untuk jangka waktu yang singkat (1 - 2 minggu). Kortikosteroid akan diresepkan oleh dokter dan bisa dipakai dalam dosis tinggi. Kortikosteroid memberikan beberapa efek samping, antara lain kenaikan berat badan, sakit perut, sakit kepala, perubahan suasana hati, dan kesulitan tidur. Hal ini juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menipiskan tulang.  Maka itu, minta resep dari dokter dan jangan gunakan jenis obat ini dalam jangka waktu yang panjang.


Obat relaksan otot. Biasanya digunakan dengan obat lain untuk sakit punggung yang berhubungan dengan kejang otot. Relaksan otot bekerja pada otak dan tidak langsung pada otot. Obat ini akan memerintahkan otak kamu untuk mengendurkan otot - otot tubuh. Obat jenis ini antara lain baclofen, cyclobenzaprine, carisoprodol, dan eperisone. Obat antidepresan untuk mengatasi depresi. Misalnya, obat selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk meningkatkan kadar serotonin, citalopram , fluoxetine , paroxetine, dan sertraline.


Obat antikonvulsan, sering digunakan untuk meredakan saraf atau nyeri neuropatik. Jika kamu sampai membutuhkan ini, mungkin kamu akan menggunakan obat neuroleptik untuk jangka waktu yang lama. Pada umumnya, orang bereaksi dengan baik terhadap antikonvulsan. Efek samping yang paling umum termasuk mengantuk, pusing, kelelahan, dan mual. Beberapa obat yang umum adalah gabapentin, carbamazepine, dan pregabalin.


Perlu diketahui bahwa beberapa pilihan obat tersebut hanya digunakan untuk mengatasi rasa sakitnya saja. Jangan ragu untuk langsung bicara ke dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa langsung chat dengan dokter spesialis, sampaikan keluhan, dan terima resep yang bisa langsung kamu tebus online di Halodoc.